URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pada Minggu (19/11/2023), kejadian tak terduga menggemparkan Fahrul (41) dan Andi (28) warga Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Keduanya, yang awalnya bermaksud mencari (memikat) burung di kawasan hutan Gunung Ungaran, justru menemukan sesosok jenazah. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan hutan pinus, Resor Pengelolaan Hutan (RPH) petak 10-1 wilayah Desa Nyantnyono, Kecamatan Ungaran Barat, sekitar pukul 08.00 WIB.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Berniat Cari Burung di Hutan Gunung Ungaran, Warga Lerep Temukan Jenazah di Dasar Jurang, Ternyata Sosok Ini

Berniat Cari Burung di Hutan Gunung Ungaran, Warga Lerep Temukan Jenazah di Dasar Jurang, Ternyata Sosok Ini

Berniat Cari Burung di Hutan Gunung Ungaran, Warga Lerep Temukan Jenazah di Dasar Jurang, Ternyata Sosok Ini

Petugas Polres Semarang bersama warga mendatangi lokasi penemuan jenazah Suwardi (60), warga Desa Nyatnyono, Ungaran Barat yang sempat dikabarkan hilang saat mencari luwak kopi di hutan pinus Ngipik, Minggu (19/11/2023).

Foto: dok. Humas Polres Semarang

Petugas Polres Semarang bersama warga mendatangi lokasi penemuan jenazah Suwardi (60), warga Desa Nyatnyono, Ungaran Barat yang sempat dikabarkan hilang saat mencari luwak kopi di hutan pinus Ngipik, Minggu (19/11/2023).
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Fahrul (41) dan Andi (28) warga Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang tak menyangka jika niatnya mencari (memikat) burung di kawasan hutan Gunung Ungaran pada Minggu (19/11/2023) justru berujung gempar. Pasalnya, bukan burung yang mereka dapatkan melainkan sesosok jenazah.

Hal itu bermula saat keduanya pergi ke kawasan hutan pinus, masuk Resor Pengelolaan Hutan (RPH) petak 10-1 wilayah Desa Nyantnyono, Kecamatan Ungaran Barat sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka mengendarai sepeda motor dan parkir di pintu masuk hutan pinus. Setelah berjalan kaki sekitar 1 jam, keduanya menemukan botol minuman, senjata tajam sejenis parang beserta sarungnya, sandal jepit dan karung plastik.

“Mereka menyisir jurang sedalam 150 meter dan melihat ada sesosok jenazah. Kemudian diambil gambarnya dan mengirimkannya lewat pesan singkat kepada warga untuk minta bantuan,” kata Kapolsek Ungaran AKP Giri Nurwantono saat dikonfirmasi, Senin (20/11/2023).

Mengetahui ada informasi tersebut, warga segera memberitahukan kepada perangkat desa Nyatnyono, Polres Semarang, Basarnas, dan BPBD Kabupaten Semarang. Sekitar pukul 13.00 WIB petugas datang ke lokasi penemuan jenazah untuk melaksanakan evakuasi.

“Jenazah diperkirakan adalah Suwardi (60), warga Dusun Ngaglik, Desa Nyatnyono yang dikabarkan hilang pada Sabtu (7/10/2023) saat mencari luwak kopi di hutan pinus Ngipik,” ungkapnya.

[custom-related-posts title=”Kabar Terkait :”  order=”ASC”]

Pihak keluarga yang turut hadir dalam proses evakuasi itu meyakini bahwa jenazah yang ditemukan adalah Suwardi. Hal ini diperkuat dari pakaian yang dikenakan serta barang bukti yang digunakan terakhir kali saat korban meninggalkan rumah. Atas permintaan keluarga, jenazah langsung diserahkan untuk dimakamkan.

“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi, sehingga jenazah langsung dikebumikan,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah
Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah
Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput
Istiono Tertabrak Sepeda Motor Di Jalan Lingkar Salatiga saat Berjalan Kaki
Pejalan Kaki Tertabrak Sepeda Motor di Jalan Lingkar Salatiga
Sebuah rumah milik Sarwoto di Dusun Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terbakar pada Kamis (30/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu bara api yang masih tersisa di tungku kayu setelah digunakan memasak air sebelum pemilik rumah pergi ke pasar. Petugas Damkar dan BPBD berhasil memadamkan api, tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar
Sebuah truk bernomor polisi N 9906 UE diduga gagal menanjak dan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Karanggede, Dusun Bawangan, Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Truk yang melaju dari Klego menuju Salatiga itu mundur setelah kehilangan tekanan angin pada kompresor, diduga menyenggol sepeda motor sebelum menghantam bangunan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan mendata dampak yang ditimbulkan.
Gagal Nanjak, Truk alami Laka di Reksosari Suruh, Motor dan Bangunan jadi Korban
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Kepala Kesbangpol Suyana mengungkapkan Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh kasus narkoba tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data BNN Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan di Ungaran, Rabu (29/7/2026), menyusul meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang menyasar pelajar dan ditemukannya kasus penanaman ganja oleh seorang warga. Pemkab pun memperkuat pencegahan melalui program Gada Krisna dengan membentuk relawan antinarkoba hingga tingkat desa.
Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga