KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Alasan Para Pelaku Penyerangan di Pasar Dargo Semarang: Hanya Ikut-Ikutan

Alasan Para Pelaku Penyerangan di Pasar Dargo Semarang: Hanya Ikut-Ikutan

Alasan Para Pelaku Penyerangan di Pasar Dargo Semarang: Hanya Ikut-Ikutan

RASIKAFM.COM|SEMARANG – Delapan orang diamankan usai terlibat aksi penyerangan bersenjata tajam di sekitar Pasar Dargo Jalan Dr Cipto, Kecamatan Semarang Timur pada Minggu (22/1/2023) dini hari lalu. Masing-masing identitas pelaku yang ditangkap yakni si kembar Dino Kurniawan (18), Didik Kurniawan (18), Widianto Saputro (19), Ilham S (18), DT (17), Eri (18), Nanda (19) dan Noval (19).

Para pelaku merupakan warga Mulyo, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang. Sedangkan Tiga orang masih dalam daftar pencarian orang (DPO) dan dilakukan upaya penangkapan oleh kepolisian.[custom-related-posts title=”Kabar Terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Dari pengakuan para tersangka, aksi kekerasan ini dilatar belakangi oleh ajakan pelaku Widianto yang dihubungi pelaku Fajar (DPO) karena temannya bernama Danu (DPO) mempunyai masalah dengan korban. Konflik yang dialami yaitu sekedar tak terima karena Danu dipelototi (dilihat) ketika membeli rokok di dekat lokasi kejadian oleh para korban.

Setelah menerima informasi itu, kemudian Widianto meminta pelaku yang sudah diamankan itu untuk berkumpul dan membawa senjata tajam. Setelah persiapan penyerangan cukup, mereka langsung melakukan aksi pembacokan secara membabi buta.

“Kita diajak hanya ikut-ikutan. Tidak kenal siapa Danu itu,” kata para pelaku serentak saat ditanyai motif penyerangan tersebut, di Mapolrestabes Semarang, Selasa (24/1/2023).

Salah satu pelaku, Widianto menjelaskan awal penyerangan ini ketika dihubungi oleh Fajar untuk meminta tolong karena Danu ada masalah di daerah Dargo. Ketika itu dia dan pelaku lain sedang nongkrong di pinggir laut.

“Saya tanya masalahnya apa, tapi di bilang datang saja nanti diberi tahu. Diberi tahu katanya mas Danu dipelototi setiap ke situ beli rokok,” jelasnya.

Kemudian para pemuda itu membabi buta melakukan penyerangan hingga menyebabkan sejumlah orang mengalami luka senjata tajam. Widianto mengaku saat dapat panggilan itu dia langsung mengambil celurit.

“Ya setelah dihubungi itu ambil (celurit) dulu,” terangnya.

Sementara itu si kembar, Didik dan Dino mengaku saat beraksi membawa satu celurit yang digunakan bergantian. Anehnya mereka tidak terlalu kenal dengan Danu yang mereka bela itu.

“Celuritnya gantian jadi juga gantian bacoknya. (Sama Danu) Nggak kenal kita juga ikut-ikutan aja karena dikabarinitu,” bebernya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, akibat perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 170 KUHPidana tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman lima tahun enam bulan penjara.

Irwan menegaskan dengan banyaknya aksi penyerangan yang kemudian diungkap kepolisian, menjadi pesan kepada masyarakat jangan bertindak kejahatan karena CCTV di Kota Semarang ada di mana-mana.

“Memberikan pesan ke masyarakat, di Semarang ini terpantau kamera. Himbauan ke masyarakat dan remaja di Kota Semarang, jangan mudah terhasut informasi yang dampaknya kerugian, contohnya kasus ini. Nggak tahu masalah apa tiba-tiba ikut serang,” imbuhnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]