URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Jenazah pasangan suami istri korban tabrakan kereta api di kota Semarang tiba di rumah duka di kota Salatiga untuk dimakamkan di dekat rumah duka sesuai permintaan kedua anak. Jenazah Ali Muchtarudin, seorang PNS TNI AD di Ajudan Jenderal (Ajen) Korem 073/Makutarama dan Surati disambut oleh keluarga dan ratusan pelayat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ali dan Surati, Pasutri Korban Kecelakaan Tertabrak Kereta Api Dimakamkan di Salatiga

Ali dan Surati, Pasutri Korban Kecelakaan Tertabrak Kereta Api Dimakamkan di Salatiga

Ali dan Surati, Pasutri Korban Kecelakaan Tertabrak Kereta Api Dimakamkan di Salatiga

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Jenazah pasangan suami istri korban tabrakan kereta api di kota Semarang, pada Kamis 23/2/2023 Siang, akhirnya dibawa ke rumah duka di kota Salatiga pada Samis malam untuk dimakamkan di dekat rumah duka, sesuai permintaan kedua anak korban.

Iring iringan dua mobil jenazah pengangkut kedua korban tabrakan kereta api di kota Semarang, yang berisi jenazah Ali Muchtarudin 56 tahun dan Surati 43 tahun, tiba di rumah duka jalan Veteran Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo Salatiga langsung disambut keluarga dan ratusan pelayat.

Begitu kedua peti jenazah disemayamkan di ruang tamu, kedua anak korban langsung menangis diatas kedua peti orang tuanya.

Korban Ali Muchtarudin merupakan PNS TNI AD di Ajudan Jenderal (Ajen) Korem 073/Makutarama.

Menurut Sogol, adik ipar korban mengatakan sebelum bertabrakan dengan kereta api Argo Bromo Anggrek, jurusan Surabaya – Jakarta korban saat itu dalam perjalanan pulang ke kota Salatiga, setelah mengantar kakak korban ke rumah saudaranya yang berada di Kelurahan Tambakrejo kota Semarang.

“Dilingkungan keluarga Ali Muchtarudin dikenal religius memiliki kemampuan bermain musik bahkan sering mewakili kesatuannya dalam berbagai lomba musik” ujar Sogol.

Pantauan wartawan dirumah duka, sesaat setelah janazah datang disemayamkan sebentar di rumah, dan langsung dimakamkan di dekat rumah korban sesuai permintaan kedua anak.

Seperti diketahui kedua korban tewas dalam musibah kecelakaan setelah mobil yang dikemudikan Alip Mukhtarudin bertabrakan dengan kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di kelurahan Tambakrejo Gayamsari kota Semarang kamis siang.

Kerasnya tabrakan tersebut membuat mobil terpental hingga lima meter, dan menabrak jembatan rel dengan kondisi mobil rusak parah.

Sogol, adik ipar korban

BACA JUGA :

SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Anggota DPR RI Muh Haris bersama Anggota DPRD Jawa Tengah Ida Nurul Farida dan Anggota DPRD Kabupaten Semarang M. Jauhari Mahmud menyerahkan bantuan sembako serta uang tunai kepada korban kebakaran rumah di Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan agar keluarga korban segera pulih dan kembali beraktivitas.
Pasca Musibah, Tiga Anggota Dewan Berikan Bantuan Korban Kebakaran di Tengaran
Mozza Axillia Gunarsa, remaja 18 tahun asal Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, belum ditemukan setahun setelah meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025. Keluarga bersama polisi telah menelusuri sejumlah petunjuk di Semarang, Yogyakarta, Jombang, Indramayu, hingga Solo, tetapi belum menemukan keberadaannya dan berharap Mozza segera pulang.
Setahun Hilang, Keberadaan Gadis Asal Bergas Masih Misterius. Ayahanda: "Pulang, Nak. Katanya mau kuliah di Undip"
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Rumpun bambu di belakang rumah warga di RT 03 RW 06, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Api diduga berasal dari pembakaran ban sepeda motor bekas di dekat lokasi, lalu berhasil dipadamkan oleh Damkar Kota Salatiga bersama aparat dan warga tanpa menimbulkan korban jiwa.
Aparat Bersatu Padu Padamkan Api yang Menghanguskan Pohon Bambu
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting