URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Semarang, Selasa (4/11/2025) sore. BPBD yang dipimpin Alexander Gunawan melaporkan kerusakan di Tuntang, Tengaran, dan sebagian Kota Salatiga. Peristiwa terjadi akibat cuaca ekstrem. Penanganan dilakukan bersama TNI, Polri, dan perangkat daerah untuk mengatasi dampak angin puting beliung.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Angin Kencang dan Hujan Deras Terjang Kabupaten Semarang, 7 Rumah Rusak, 1 Bengkel Ambruk

Angin Kencang dan Hujan Deras Terjang Kabupaten Semarang, 7 Rumah Rusak, 1 Bengkel Ambruk

Angin Kencang dan Hujan Deras Terjang Kabupaten Semarang, 7 Rumah Rusak, 1 Bengkel Ambruk

Sebuah pohon tumbang menimpa rumah warga di Desa Sraten, Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang akibat diterjang hujan deras disertai angin kencang, Selasa (4/11/2025) sore. Foto: IST/ dok. warga
Sebuah pohon tumbang menimpa rumah warga di Desa Sraten, Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang akibat diterjang hujan deras disertai angin kencang, Selasa (4/11/2025) sore. Foto: IST/ dok. warga
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang, Selasa (4/11/2025) sore. Wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Tuntang dan Tengaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, mengatakan angin puting beliung dilaporkan terjadi di wilayah Tuntang, Tengaran, dan sebagian Kota Salatiga.

“Di Tuntang, sesuai data yang kami terima, ada tujuh titik terdampak, termasuk rumah penduduk. Ada lima pohon tumbang, sebagian menimpa rumah warga. Namun kondisi sudah bisa kami antisipasi, dan sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa,” jelasnya.

Menurut Alex, kerusakan terparah terjadi pada sebuah bengkel yang ambruk di Desa Sraten, Tuntang karena angin kencang hingga mengenai kendaraan di dalamnya. Selain itu, beberapa rumah warga mengalami kerusakan ringan seperti genteng beterbangan.

“Penanganan dilakukan bersama perangkat kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup, serta dibantu TNI dan Polri,” ujarnya.

Menurut pantauan BPBD, angin kencang terutama terjadi di Desa Sraten dan Gedangan, Kecamatan Tuntang. Meski demikian ia memastikan tidak ditemukan fenomena hujan es di wilayah tersebut, hanya hujan deras disertai angin kencang.

Ia juga menyebutkan, koordinasi dilakukan dengan Pemerintah Kota Salatiga mengingat sebagian wilayah terdampak berada di perbatasan dua daerah tersebut.

“Masing-masing daerah fokus pada wilayah penanganannya,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan yang diprediksi berlangsung hingga Februari 2026.

“Saat ini curah hujan tinggi disertai angin kencang. Kami mengimbau masyarakat, terutama yang di sekitar banyak pohon besar, untuk memangkas pohon-pohon yang berpotensi membahayakan,” katanya.

Ngesti menyebutkan, beberapa lokasi terdampak di antaranya Desa Bener Kecamatan Tengaran, Dusun Senjoyo Desa Tegalwaton, dan Barukan.

BACA JUGA :

Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput
Istiono Tertabrak Sepeda Motor Di Jalan Lingkar Salatiga saat Berjalan Kaki
Pejalan Kaki Tertabrak Sepeda Motor di Jalan Lingkar Salatiga
Sebuah rumah milik Sarwoto di Dusun Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terbakar pada Kamis (30/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu bara api yang masih tersisa di tungku kayu setelah digunakan memasak air sebelum pemilik rumah pergi ke pasar. Petugas Damkar dan BPBD berhasil memadamkan api, tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar
Sebuah truk bernomor polisi N 9906 UE diduga gagal menanjak dan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Karanggede, Dusun Bawangan, Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Truk yang melaju dari Klego menuju Salatiga itu mundur setelah kehilangan tekanan angin pada kompresor, diduga menyenggol sepeda motor sebelum menghantam bangunan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan mendata dampak yang ditimbulkan.
Gagal Nanjak, Truk alami Laka di Reksosari Suruh, Motor dan Bangunan jadi Korban
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Kepala Kesbangpol Suyana mengungkapkan Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh kasus narkoba tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data BNN Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan di Ungaran, Rabu (29/7/2026), menyusul meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang menyasar pelajar dan ditemukannya kasus penanaman ganja oleh seorang warga. Pemkab pun memperkuat pencegahan melalui program Gada Krisna dengan membentuk relawan antinarkoba hingga tingkat desa.
Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot
Sebuah truk box Isuzu bernomor polisi B-9973-TCH terguling di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya dekat Hotel Family, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Senin (27/7/2026) malam. Kecelakaan tunggal diduga dipicu ban selip saat melintasi jalan menurun dan menikung yang licin akibat hujan. Pengemudi dan seorang penumpang mengalami luka ringan hingga fraktur, kemudian dilarikan ke RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo untuk mendapat perawatan.
Truk Box Terguling di JLS Salatiga Saat Hujan, Dua Orang Luka-luka

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga