URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hujan deras disertai angin kencang melanda Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang pada Kamis (25/1/2024) sore, menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Warung makanan di tepi sawah hancur disapu angin, sementara dua rumah warga di RT 01 dan 02 Dusun Rowosari juga terdampak, dengan atap rumah beterbangan dan ada yang tertimpa pohon.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Angin Kencang Terjang Desa Rowosari Tuntang, Dua Rumah Rusak, Satu Warung Hancur

Angin Kencang Terjang Desa Rowosari Tuntang, Dua Rumah Rusak, Satu Warung Hancur

Angin Kencang Terjang Desa Rowosari Tuntang, Dua Rumah Rusak, Satu Warung Hancur

Seorang warga Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang membersihkan puing-puing bangunan rumah yang ambruk tertimpa pohon akibat terjangan angin kencang, Jumat (26/1/2024).

Foto: win

Seorang warga Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang membersihkan puing-puing bangunan rumah yang ambruk tertimpa pohon akibat terjangan angin kencang, Jumat (26/1/2024).
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur kawasan Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang pada Kamis (25/1/2024) sore menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Diketahui, sebuah warung makanan yang berada di tepi sawah kawasan tersebut hancur disapu angin.

Tak hanya itu, dua rumah warga yang berada di RT 01 dan 02 Dusun Rowosari juga terdampak. Atap rumah beterbangan dan ada pula yang tertimpa pohon pada bagian terasnya.

Kepala Dusun Rowosari, Samsudin menerangkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Waktu itu cuaca berubah dengan cepat, dari yang semula cerah tiba-tiba menjadi mendung tebal. Tak selang berapa lama, hujan turun dengan lebat disertai angin kencang.

“Pertamanya angin biasa, tiba-tiba jadi kencang dan arahnya bolak-balik. Begitu kena sini, atap rumah beterbangan dan pohon kayu putih di tepi sawah banyak yang tumbang,” ujarnya ditemui di salah satu rumah warga yang terdampak, Jumat (26/1/2024).

Angin kencang itu, lanjut Samsudin, juga mengakibatkan sebuah tiang listrik roboh. Warga yang panik berhamburan menyelamatkan diri karena takut terjadi korsleting di dalam rumah. Setelah mereda, warga baru berani kembali ke rumah masing-masing.

“Dari pendataan sementara, rumah yang paling parah terdampak adalah milik Mbah Dari (73) warga RT 02 RW 01 dan Galuh (36) warga RT 01 RW 01. Selain itu, sebuah warung makan juga luluh lantak karena terbuat dari bahan galvalum,” ungkapnya.

Sementara Galuh (36), menceritakan angin kencang datang terlihat seperti uap air yang berputar-putar. Kemudian mengarah menuju rumahnya dan menghantam pepohonan. Sebuah pohon berukuran sedang yang ada di depan rumahnya roboh. Akibatnya, bagian teras rumahnya hancur tertimpa pohon.

“Alhamdulillah (keluarga) selamat semua. Anak saya pas lagi main ke rumah mbahnya,” urainya.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Warga secara gotong royong melakukan pembersihan material serta mengevakuasi pohon yang tumbang. Sedangkan tiang listrik yang sempat roboh sudah berhasil ditangani oleh petugas PLN. (win)

BACA JUGA :

Dua kebakaran terjadi hampir bersamaan di Kecamatan Bergas dan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (4/8/2026). Kebakaran di Toko Niki Mantep diduga dipicu korsleting listrik, sedangkan kebakaran rumah di Desa Klero diduga berasal dari tungku yang masih menyala. Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran dan bantuan warga, kedua peristiwa berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Dalam Waktu Bersamaan, Dua Kebakaran Terjadi di Kabupaten Semarang
Seorang remaja berinisial MYN (21), warga Kabupaten Purworejo, meninggal dunia setelah tenggelam di dam Sungai Kalimojo, Dusun Manggisan, Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (3/8/2026) sore. Korban diduga tenggelam usai melompat ke sungai saat bermain bersama rekannya, kemudian dievakuasi oleh warga, polisi, PMI, dan relawan sebelum dibawa ke rumah sakit.
Berenang di Sungai Kalimojo Tengaran, Remaja asal Purworejo Tenggelam
Sekitar 870 jiwa atau 260 kepala keluarga di Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, kembali mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Kondisi yang terjadi setiap tahun ini membuat warga bergantung pada bantuan droping air, sementara pemerintah dusun terus berupaya mencari solusi permanen melalui pengeboran sumur bersama pemerintah dan BNPB.
870 Jiwa di Dusun Jagir Suruh Krisis Air Bersih, Warga Bertahun-tahun Bergantung pada Droping
Sempat Hilang Sepekan, Remaja Asal Sukabumi Ditemukan Selamat di Demak 2
Sempat Hilang Sepekan, Remaja Asal Sukabumi Ditemukan Selamat di Demak
Proyek wisata Jateng Valley di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, hingga kini belum kembali dilanjutkan setelah terhenti sejak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut disampaikan warga dan pemerintah kelurahan, Senin (3/8/2026), yang berharap pembangunan segera diteruskan agar kawasan kembali hidup, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Mangkraknya Jateng Valley, Warga Menanti Proyek Wisata Kembali Hidup
Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah
Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved