URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang menyiapkan bantuan bagi warga terdampak angin kencang di Kecamatan Tengaran, Suruh, dan Pabelan. Kebijakan ini disampaikan Bupati Ngesti Nugraha di Ungaran, Senin (2/2/2026), sebagai respons atas 32 bangunan rusak, melalui asesmen BPBD dan penyaluran bantuan APBD.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Angin Kencang Terjang Tiga Kecamatan, Pemkab Semarang Siapkan Bantuan Hingga Rp15 Juta

Angin Kencang Terjang Tiga Kecamatan, Pemkab Semarang Siapkan Bantuan Hingga Rp15 Juta

Angin Kencang Terjang Tiga Kecamatan, Pemkab Semarang Siapkan Bantuan Hingga Rp15 Juta

Sebuah tiang listrik roboh dan menutup akses Kota Salatiga-Kabupaten Semarang setelah bencana angin kencang disertai hujan lebat melanda wilayah Kecamatan Suruh, Tengaran, dan Pabelan pada Sabtu (31/1/2026) sore. Foto: win
Sebuah tiang listrik roboh dan menutup akses Kota Salatiga-Kabupaten Semarang setelah bencana angin kencang disertai hujan lebat melanda wilayah Kecamatan Suruh, Tengaran, dan Pabelan pada Sabtu (31/1/2026) sore. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang menyiapkan bantuan bagi warga terdampak bencana angin kencang yang melanda Kecamatan Tengaran, Suruh, dan Pabelan. Berdasarkan data terakhir yang diterima, tercatat sebanyak 32 bangunan terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, dari jumlah tersebut empat bangunan mengalami rusak berat, dua rusak sedang, dan sisanya rusak ringan. Untuk memastikan kategori kerusakan, Pemkab Semarang telah meminta BPBD bersama camat dan Dinas Sosial melakukan asesmen di lapangan.

“Untuk bangunan rusak berat akan dibantu melalui APBD menggunakan belanja tidak terduga sebesar Rp15 juta, rusak sedang Rp10 juta, dan rusak ringan Rp5 juta,” ungkapnya di Ungaran, Senin (2/2/2026).

Selain rumah warga, satu musala juga terdampak akibat bencana tersebut. Musala itu telah diperbaiki secara gotong royong oleh TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, serta masyarakat setempat.

Ngesti juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Ia menyarankan warga yang memiliki pohon besar di sekitar rumah untuk melakukan pemangkasan guna mengurangi risiko saat terjadi angin kencang dan hujan lebat.

“Kalau ada pohon yang berhimpitan dengan rumah dan membahayakan, sebaiknya dipotong atau minimal dikurangi daunnya agar beban pohon berkurang,” imbuhnya.

Bencana angin kencang yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026) kemarin di Kecamatan Suruh, Tengaran, dan Pabelan juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Beberapa di antaranya menimpa rumah warga dan menutup akses jalan desa sehingga sempat mengganggu aktivitas masyarakat.

Selain itu, angin kencang juga menyebabkan beberapa tiang listrik roboh serta jaringan listrik terganggu di sejumlah titik. Petugas gabungan bersama warga langsung melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi material pohon tumbang dan perbaikan sementara fasilitas umum yang terdampak. (win)

BACA JUGA :

Sempat Hilang Sepekan, Remaja Asal Sukabumi Ditemukan Selamat di Demak 2
Sempat Hilang Sepekan, Remaja Asal Sukabumi Ditemukan Selamat di Demak
Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah
Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah
Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput
Istiono Tertabrak Sepeda Motor Di Jalan Lingkar Salatiga saat Berjalan Kaki
Pejalan Kaki Tertabrak Sepeda Motor di Jalan Lingkar Salatiga
Sebuah rumah milik Sarwoto di Dusun Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terbakar pada Kamis (30/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu bara api yang masih tersisa di tungku kayu setelah digunakan memasak air sebelum pemilik rumah pergi ke pasar. Petugas Damkar dan BPBD berhasil memadamkan api, tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar
Sebuah truk bernomor polisi N 9906 UE diduga gagal menanjak dan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Karanggede, Dusun Bawangan, Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Truk yang melaju dari Klego menuju Salatiga itu mundur setelah kehilangan tekanan angin pada kompresor, diduga menyenggol sepeda motor sebelum menghantam bangunan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan mendata dampak yang ditimbulkan.
Gagal Nanjak, Truk alami Laka di Reksosari Suruh, Motor dan Bangunan jadi Korban

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved