RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pasca terjadinya kecelakaan maut di Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) yang menyebabkan 16 penumpang meninggal dunia, Terminal Tipe A Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) memperketat pengecekan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Selasa (23/12/2025).
Pantauan di lokasi, sejak pagi Bus yang hilir mudik mengambil penumpang dilakukan ramp chek oleh petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas 1 Jawa Tengah, petugas terminal, dan Dinas Perhubungan Kota Salatiga.
Pengecekan dilakukan mulai administrasi kelengkapan kendaraan, lampu Bus, stir kemudi, dan pengecekan fisik lainnya. Pengecekan dilakukan sekitar 10 menit. Sehingga tidak menyebabkan penumpang menunggu terlalu lama. Kegiatan itu dilakukan untuk memastikan kelaikan jalan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) demi kenyamanan dan keamanan para penumpang Natal dan Tahun Baru 2026.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Angkutan BPTD Kelas 1 Jateng, Harwinanto mengatakan bahwa uji kelaikan kendaraan bus ini dilakukan untuk persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru 2026.
“Kami di Terminal Tingkir khususnya sebagai salah satu simbol angkutan umum menyatakan menyambut dan menyelenggarakan Nataru. Kami sudah mendapat arahan dari pimpinan terutama dalam aspek kendaraan,” kata Harwinanto, Selasa (23/12/2025).
Menurutnya kendaraan umum wajib memenuhi persyaratan teknis dan layak jalan sehingga para penumpang dalam perjalanan dengan selamat sampai tujuan. Sehingga setiap Bus yang masuk ke terminal langsung dilakukan ramp check. Tujuannya untuk mengetahui dan memastikan bahwa kendaraan tersebut memenuhi persyaratan teknis dan layak jalan.
“Ketika ada ramp check dan ditemukan hasil ada hal-hal yang wajid di perbaiki, tentu kita sarankan kepada PO yang bersangkutan melakukan perbaikan dan kelaikan jalan adalah zero tolerans,” tegasnya.
Harwinanto mengaku telah melakukan antisipasi demi keselamatan para penumpang dalam perjalanan dengan menggelar pengecekan kendaraan yang ada di pool atau garasi.
“Bulan Oktober-November kita bersama Polri, Dishub dan lainnya melakukan pengecekan kendaraan secara mandiri ke pool-pool kendaraan AKAP dan pariwisata. Ini antisipasi karena rentang waktu Nataru dan kendaraa banyak ya jadi kita sudah melakukan langkah awal,” ungkapnya.
Salah seorang penumpang Ardianto mengaku lebih nyaman, jika Bus yang hendak ia tumpangi sudah lolos ram chek. Meskipun dirinya harus menunggu beberapa menit untuk dilakukan pengecekan pada Bus.
“Kalau sudah dicek seperti ini saya rasa lebih nyaman dan lebih tenang. Walaupun agak nunggu beberapa menit. Tapi untuk kebaikan dan keselamatan di jalan itu tidak masalah,” katanya.