KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Anugerah Kehumasan Pandu Citraloka: Pramuka Tak Hanya Soal Tali-temali dan Semaphore, Ada Pembentukan Karakter Di Sana

Anugerah Kehumasan Pandu Citraloka: Pramuka Tak Hanya Soal Tali-temali dan Semaphore, Ada Pembentukan Karakter Di Sana

Anugerah Kehumasan Pandu Citraloka: Pramuka Tak Hanya Soal Tali-temali dan Semaphore, Ada Pembentukan Karakter Di Sana

UNGARAN – Jika mendengar kata ‘Pramuka’ sebagian besar yang terlintas dalam pikiran adalah tenda, tali-temali dan semaphore. Hal itu bukanlah sesuatu yang keliru. Akan tetapi ada value lain yang diperoleh dari kegiatan kepanduan tersebut.

Demikian terkemuka dalam kegiatan Anugerah Kehumasan Pandu Citraloka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah Tahun 2022 yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan (Buper) Candra Birawa Karanggeneng, Gunungpati, Kota Semarang dari tanggal 16 – 17 September 2022.

Ketua Panitia kegiatan, Andicha Otaffianto Yudho Narottama mengatakan Gerakan Pramuka merupakan bagian dari kegiatan pendidikan nasional yang bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, sosial, intelektual dan fisiknya. Tujuannya untuk membentuk kepribadian dan akhlak mulia, menanamkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air serta meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan menjadi calon pemimpin bangsa di masa depan.

“Masyarakat harus tahu bahwa Pramuka tidak hanya soal tepuk tangan, tali temali, tenda dan semaphore. Ada nilai lebih di situ yakni pembentukan karakter, dan itu harus disampaikan kepada masyarakat melalui Anugerah Pandu Citraloka ini,” ujarnya saat ditemui pada hari kedua pelaksanaan Anugerah Kehumasan Pandu Citraloka Kwarda Jawa Tengah Tahun 2022, Sabtu (17/9/2022).

Dijelaskannya, Pandu Citraloka adalah bentuk inovasi kegiatan bidang kehumasan di Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah. Tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah memberikan wahana bagi anggota Gerakan Pramuka Jawa Tengah untuk belajar serta mengembangkan pengetahuannya di bidang kepramukaan dan ilmu pengetahuan umum dengan cara menarik dan bermanfaat melalui teknologi informasi digital.

“Kalau citra pramuka kurang bagus, bukan gara-gara orang tidak tahu, tapi orang yang tahu pramuka itu sendiri tidak mau mempublikasikan kegiatannya. Nah karya-karya yang ditampilkan dalam acara ini bertujuan untuk meningkatkan citra positif,” ungkapnya.

Tahun 2002 ini adalah tahun kedua pelaksanaan Anugerah Kehumasan Pandu Citraloka Kwarda Jawa Tengah dengan mengambil tema “Tangguh, Terampil, Berkarakter, Aplikatif, Inovatif & Kreatif (TAMPIL BAIK). Kegiatan kali ini dikemas dalam bentuk kompetisi dengan menambahkan unsur pembinaan karakter melalui perkembangan teknologi terkini sehingga diharapkan dapat memotivasi kemauan dan meningkatkan kemampuan anggota pramuka untuk menggali potensi serta pengetahuannya mengenai materi kepramukaan.

“Ada beberapa kategori lomba yaitu lomba pengelolaan website dan medsos untuk Kwarcab, kuis Pandu Citraloka, lomba festival film pendek, iklan layanan masyarakat, video pembelajaran kepramukaan, lomba podcast Pramuka untuk kategori Gugus depan, Saka dan Sako, serta Duta Humas Pramuka Jawa Tengah,” bebernya.

Sebagai informasi, tak kurang dari 181 peserta yang berasal dari 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah mulai tingkatan Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega mengikuti kegiatan ini. Mereka terbagi dalam beberapa kategori lomba yang telah dilaksanakan sejak bulan Mei 2022 lalu. Sedangkan untuk puncak acara Anugerah Kehumasan Pandu Citraloka Kwarda Jawa Tengah Tahun 2022 akan dilaksanakan pada Sabtu (17/9/2022) malam. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]