URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ketua Panitia kegiatan, Andicha Otaffianto Yudho Narottama mengatakan Gerakan Pramuka merupakan bagian dari kegiatan pendidikan nasional yang bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, sosial, intelektual dan fisiknya.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Anugerah Kehumasan Pandu Citraloka: Pramuka Tak Hanya Soal Tali-temali dan Semaphore, Ada Pembentukan Karakter Di Sana

Anugerah Kehumasan Pandu Citraloka: Pramuka Tak Hanya Soal Tali-temali dan Semaphore, Ada Pembentukan Karakter Di Sana

Anugerah Kehumasan Pandu Citraloka: Pramuka Tak Hanya Soal Tali-temali dan Semaphore, Ada Pembentukan Karakter Di Sana

featured-img

UNGARAN – Jika mendengar kata ‘Pramuka’ sebagian besar yang terlintas dalam pikiran adalah tenda, tali-temali dan semaphore. Hal itu bukanlah sesuatu yang keliru. Akan tetapi ada value lain yang diperoleh dari kegiatan kepanduan tersebut.

Demikian terkemuka dalam kegiatan Anugerah Kehumasan Pandu Citraloka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah Tahun 2022 yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan (Buper) Candra Birawa Karanggeneng, Gunungpati, Kota Semarang dari tanggal 16 – 17 September 2022.

Ketua Panitia kegiatan, Andicha Otaffianto Yudho Narottama mengatakan Gerakan Pramuka merupakan bagian dari kegiatan pendidikan nasional yang bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, sosial, intelektual dan fisiknya. Tujuannya untuk membentuk kepribadian dan akhlak mulia, menanamkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air serta meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan menjadi calon pemimpin bangsa di masa depan.

“Masyarakat harus tahu bahwa Pramuka tidak hanya soal tepuk tangan, tali temali, tenda dan semaphore. Ada nilai lebih di situ yakni pembentukan karakter, dan itu harus disampaikan kepada masyarakat melalui Anugerah Pandu Citraloka ini,” ujarnya saat ditemui pada hari kedua pelaksanaan Anugerah Kehumasan Pandu Citraloka Kwarda Jawa Tengah Tahun 2022, Sabtu (17/9/2022).

Dijelaskannya, Pandu Citraloka adalah bentuk inovasi kegiatan bidang kehumasan di Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah. Tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah memberikan wahana bagi anggota Gerakan Pramuka Jawa Tengah untuk belajar serta mengembangkan pengetahuannya di bidang kepramukaan dan ilmu pengetahuan umum dengan cara menarik dan bermanfaat melalui teknologi informasi digital.

“Kalau citra pramuka kurang bagus, bukan gara-gara orang tidak tahu, tapi orang yang tahu pramuka itu sendiri tidak mau mempublikasikan kegiatannya. Nah karya-karya yang ditampilkan dalam acara ini bertujuan untuk meningkatkan citra positif,” ungkapnya.

Tahun 2002 ini adalah tahun kedua pelaksanaan Anugerah Kehumasan Pandu Citraloka Kwarda Jawa Tengah dengan mengambil tema “Tangguh, Terampil, Berkarakter, Aplikatif, Inovatif & Kreatif (TAMPIL BAIK). Kegiatan kali ini dikemas dalam bentuk kompetisi dengan menambahkan unsur pembinaan karakter melalui perkembangan teknologi terkini sehingga diharapkan dapat memotivasi kemauan dan meningkatkan kemampuan anggota pramuka untuk menggali potensi serta pengetahuannya mengenai materi kepramukaan.

“Ada beberapa kategori lomba yaitu lomba pengelolaan website dan medsos untuk Kwarcab, kuis Pandu Citraloka, lomba festival film pendek, iklan layanan masyarakat, video pembelajaran kepramukaan, lomba podcast Pramuka untuk kategori Gugus depan, Saka dan Sako, serta Duta Humas Pramuka Jawa Tengah,” bebernya.

Sebagai informasi, tak kurang dari 181 peserta yang berasal dari 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah mulai tingkatan Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega mengikuti kegiatan ini. Mereka terbagi dalam beberapa kategori lomba yang telah dilaksanakan sejak bulan Mei 2022 lalu. Sedangkan untuk puncak acara Anugerah Kehumasan Pandu Citraloka Kwarda Jawa Tengah Tahun 2022 akan dilaksanakan pada Sabtu (17/9/2022) malam. (win)

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara