KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Apel Luar Biasa, Pj Walikota Menyerahkan Piagam Penghargaan Kota Tertoleran Kepada Sekda Salatiga

Apel Luar Biasa, Pj Walikota Menyerahkan Piagam Penghargaan Kota Tertoleran Kepada Sekda Salatiga

Apel Luar Biasa, Pj Walikota Menyerahkan Piagam Penghargaan Kota Tertoleran Kepada Sekda Salatiga

Piagam Penghargaan Kota Tertoleran Kedua se-Indonesia diserahkan Penjabat Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi, kepada Sekda Kota Salatiga, Wuri Pujiastuti, didampingi Ketua FKUB Kota Salatiga, KH Noor Rofiq, dalam Apel Luar Biasa di Halaman Pemkot Salatiga. Salatiga meraih peringkat kedua sebagai Kota Tertoleran di Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2022, yang diselenggarakan oleh Setara Institute di Jakarta.
Foto dok IST
Pj Walikota Menyerahkan Piagam Penghargaan Kota Tertoleran Kepada Sekda Salatiga.

[@]Piagam Penghargaan Kota Tertoleran Kedua se-Indonesia diserahkan Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi kepada Sekda Kota Salatiga, Wuri Pujiastuti dan didampingi Ketua FKUB Kota Salatiga, KH Noor Rofiq dalam Apel Luar Biasa di Halaman Pemkot Salatiga, Senin (10/04/2023).pagi.

Salatiga mendapatkan penghargaan sebagai Kota Tertoleran kedua se-Indonesia dalam Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2022, yang diselenggarakan Setara Institute, di Jakarta. Peringkat itu naik satu level dengan nilai 6,417 setelah sebelumnya pada tahun 2021 memperoleh peringkat ketiga dengan nilai 6,367.

“Alhamdulillah baru saja kita mengadakan apel luar biasa terkait dengan penyerahan penghargaan dari Setara Institute Indonesia terkait dengan Kota Tertoleran kedua se-Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi penanda bahwa masih banyak yang harus kita lakukan atau berikan dalam menjaga kerukunan, kedamaian, toleransi di tengah kehidupan keberagaman di Kota Salatiga,”kata Sinoeng.

Bagi Pemerintah Kota Salatiga, raihan tersebut menjadi penanda bahwa kedepan masih ada langkah-langkah untuk bisa merawat, menjaga keindahan dan keberagaman itu di tengah-tengah nilai luhur Pancasila. Capaian yang luar biasa ini merupakan penanda kerja kolaboratif dari pemerintah kota, Forkopimda, FKUB, media, institusi pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat Kota Salatiga.

Dirinya juga menambahkan bahwa Perayaan Hari Paskah juga digelar di Kota Salatiga, bersamaan dengan itu pelaksanaannya ada di Bulan Suci Ramadan dan kegiatan tersebut bisa berjalan dengan baik dan lancar.

“Kemarin baru saja ada peringatan Hari Paskah, dan ditandai dengan Bulan Suci Ramadan. Tentu ini menjadi sebuah gambaran atau ilustrasi dua peringatan yang dapat berlangsung dengan baik, penuh khidmat dan tetap mengedepankan toleransi dan penghormatan satu sama lain di Kota Salatiga,”tambah Sinoeng. (Rief)

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Pengembang Perumahan Bandarjo Village Permai, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, belum merealisasikan pengembalian dana konsumen hingga pertengahan September 2026. Koordinator korban Matheus Dwi Rubiyanto mengatakan pengembang sebelumnya berkomitmen mengembalikan dana secara bertahap hingga akhir September, namun belum ada pembayaran yang diterima para korban.
Pengembalian Dana Tak Kunjung Dibayarkan, Konsumen Perumahan Bandarjo Village Berencana Polisikan Developer
[pekok2]