URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Perbedaan penetapan awal puasa dan lebaran tahun ini oleh Muhammadiyah dan pemerintah Indonesia. Penetapan ini didasarkan pada kriteria visibilitas hilal atau imkan rukyat yang telah disepakati MABIMS pada tahun 2019.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Awal Puasa 2023 Sama, Tapi Lebaran Berbeda, Berikut Penjelasan Direktur PUSIFA

Awal Puasa 2023 Sama, Tapi Lebaran Berbeda, Berikut Penjelasan Direktur PUSIFA

Awal Puasa 2023 Sama, Tapi Lebaran Berbeda, Berikut Penjelasan Direktur PUSIFA

Direktur Pusat Studi Ilmu Falak Indonesia (PUSIFA) M Rifa Jamaludin SHI MSI,
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Keseragaman awal puasa dan lebaran selalu didambakan umat Islam di Indonesia, namun nampaknya tahun ini akan kembali berbeda, untuk Idul Fitri 1444 H /2023 M.

Hal ini dapat dirasakan setelah Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada, Senin 6 Februari 2023 resmi menetapkan 1 Ramadan 144 H pada Kamis, 23 Maret 2023, dan 1 Syawal 1444 H pada Jumat, 21 April 2023.

Hal ini disampaikan Direktur Pusat Studi Ilmu Falak Indonesia (PUSIFA) M Rifa Jamaludin SHI MSI, Kamis (16/3/2023).

Rifa menjelaskan, penetapan ini jelas akan berbeda dengan pemerintah. Pasalnya meskipun pemerintah menunggu sidang isbat, seharusnya akan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan sebagai kriterianya.

“Keriteria Visibilitas Hilal atau Imkan Rukyat berdasar kesepakatan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) pada Tahun 2019 dan sudah diberlakukan di Indonesia sejak Ramadhan 1443 H/Mei 2022 yaitu dimana ketinggian bulan 3 derajat dan elongasi 6.4 derajat telah terpenuhi untuk tgl 29 syaban tahun ini (Sehingga awal Ramadhan terjadi pada hari Kamis Pon bertepatan pada tanggal 23 Maret 2023), dan keriteria awal belum terpenuhi untuk tanggal 29 Ramadahan sehingga akan digenapkan menjadi 30 Ramadhan (Sehingga awal Syawal akan terjadi pada hari Sabtu Pon bertepatan dengan tanggal 22 April 2023),”jelas M Rifa.

M Rifa menambahkan, adapun data hilal di Indonesia untuk awal Ramadhan adalah antara terendah di 6.7 derajat dengan elongasi 8.37 derajat sampai yang tertinggi 8.7 derajat dengan elongasi 10 derajat, sehingga sudah memenuhi kreteria MABIMS.

Sedangkan data hilal di Indonesia untuk awal Syawal adalah antara terendah di 0.8 derajat dengan elongasi 2.25 derajat sampai yang tertinggi 2.65 derajat dengan elongasi 4 derajat, sehingga belum masuk keriteria MABIMS. Adapun untuk Ormas NU menunggu hasil Rukyatul Hilal.

“Walaupun demikian, Mudah-mudahan perbedaan ini akan tetap menjadikan Rahmat bagi Indonesia, dan tetap saling menghormati serta saling menghargai diantara kita,”harap M Rifa.( rief )

BACA JUGA :

Sebanyak 215 jemaah haji asal Kota Salatiga yang tergabung dalam Kloter 24 tiba dengan selamat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Kamis (11/6/2026) malam. Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan armada bus dan pengawalan kepolisian untuk proses penjemputan hingga kepulangan jemaah ke daerah asal.
215 Jemaah Haji asal Salatiga Tiba di Pemkot dengan Selamat, Kamis Malam
Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Ratusan warga Muslim, Kristen, Katolik, dan Buddha di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, merayakan Waisak 2570 BE dengan tradisi saling mengucapkan selamat usai ibadah di Vihara Buddha Bhumika, Minggu (31/5/2026). Tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun ini menjadi simbol kerukunan, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.
Warga Beda Agama ikut Rayakan Waisak di Batur Getasan
Sebanyak 217 calon jemaah haji asal Kota Salatiga diberangkatkan ke Tanah Suci pada Selasa (28/4/2026), namun satu jemaah tertunda karena belum memenuhi syarat kesehatan saat pemeriksaan di embarkasi, sehingga keberangkatannya ditunda demi keselamatan hingga dinyatakan layak.
Alasan Kesehatan, Satu Calhaj asal Salatiga Gagal Berangkat
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melepas 901 calon jemaah haji di Ungaran pada Jumat (17/4/2026) untuk diberangkatkan ke Tanah Suci mulai 25 April dalam enam kloter. Mayoritas jemaah lansia, sehingga diminta saling membantu selama ibadah, sementara pemerintah memastikan pelayanan optimal bagi seluruh peserta.
901 Calhaj Kabupaten Semarang Dilepas, Mayoritas Lansia Siap Berangkat ke Tanah Suci
Sebanyak 215 calon jamaah haji Kota Salatiga mengikuti vaksin polio dan meningitis gratis di Kantor Kementerian Haji & Umrah, Senin (7/4/2026), guna mencegah penyakit menular saat ibadah di Makkah dan Madinah. Program ini memprioritaskan lansia, termasuk jamaah tertua berusia 85 tahun yang akan berangkat pada 28 April 2026.
215 Calon Jamaah Haji Kota Salatiga ikuti Vaksin Polio & Meningitis

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar