URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut kenaikan harga komoditas telur ayam yang ada di masyarakat saat ini masih wajar. Meski menyentuh Rp 32ribu per kilogram, harga itu merupakan harga keseimbangan baru.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bapanas: Kenaikan Harga Telur Wajar, Biaya Produksi Tinggi

Bapanas: Kenaikan Harga Telur Wajar, Biaya Produksi Tinggi

Bapanas: Kenaikan Harga Telur Wajar, Biaya Produksi Tinggi

featured-img

UNGARAN – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut kenaikan harga komoditas telur ayam yang ada di masyarakat saat ini masih wajar. Meski menyentuh Rp 32ribu per kilogram, harga itu merupakan harga keseimbangan baru.

Hal itu mengemuka saat acara Rembug Perunggasan Nasional dengan tema Mensinergikan Semua Lini Perunggasan dari Hulu ke Hilir yang digelar Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah di Ungaran baru-baru ini.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengungkapkan seharusnya masyarakat bisa memahami kenaikan harga tersebut. Menurutnya, akan lebih sulit lagi pada saat para peternak tidak mau memproduksi.

“Sekarang coba kita lihat. Biaya sewa lahan peternak naik atau tidak, harga pakan naik atau tidak. Makanya nomor satu itu adalah keseimbangan biaya produksi demi ketersediaan, berikutnya baru bicara soal harga,” terangnya.

Arief membeberkan, beberapa komponen produksi yang mengalami kenaikan harga dengan adanya lonjakan harga komoditas adalah sesuatu yang sesuai hukum sebab-akibat.

“Mau harganya tinggi pun kalau stok tidak ada ya susah. Hari ini, kalau bicara ketersediaan di Indonesia semua pangannya cukup, termasuk telur. Artinya ini menjadi keberhasilan bersama- sama semua komponen bangsa ini. Kalau kemudian harga telur ayam menjadi tinggi, itu karena variable costnya memang meningkat,” ujarnya.

Ketua Pinsar Nasional Singgih Januratmoko menyampaikan, saat ini produksi telur ayam di skala nasional juga berkurang sebanyak 30 persen. Karena memang satu setengah tahun yang lalu harganya jatuh akibat pandemi sehingga para peternak mandiri yang kecil- kecil berkurang populasinya. Menurutnya produksi telur ayam nasional saat ini mencapai sekitar 270.000 ton per hari. Kendalanya memang di harga sarana produksi peternakan (sapronak) yang juga tinggi.

“Selama pandemi kemarin, harga telur selalu berada di bawah harga produksi. Otomatis peternak mengurangi populasi ayam 20 – 30 persen. Maka saat ini sedang menuju keseimbangan baru,” jelasnya.

Saat ini peternak sedang menata kembali untuk bertahan dan hidup kembali. Maka mengapa harga telur naik karena memang populasi berkurang dan biaya sapronaknya juga terus naik.

“Jadi kalau menjual Rp 22.000 ataupun 25.000 per kilogram dari kandang pun, tentu berat bagi peternak. Paling tidak butuh waktu satu setengah tahun untuk mengembalikan populasi semula dengan modal yang ada sekarang,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Jawa Tengah dan DIY tidak disebabkan kelangkaan Biosolar. Stok Biosolar tercatat mencapai 13,5 kali konsumsi harian normal dan Pertalite 11,5 kali, sementara perusahaan memantau persediaan secara real-time serta mengirim pasokan tambahan dari depot terdekat saat stok menurun.
Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU, Pertamina Tegaskan Bukan karena Kelangkaan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting