URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Cafe Kopi Berkonsep Kontainer di Salatiga ini, Karyawanya Adalah Disabilitas Tuna Rungu

Cafe Kopi Berkonsep Kontainer di Salatiga ini, Karyawanya Adalah Disabilitas Tuna Rungu

Cafe Kopi Berkonsep Kontainer di Salatiga ini, Karyawanya Adalah Disabilitas Tuna Rungu

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Menjamurnya bisnis minum kopi di kota-kota di Indonesia juga merambah di Kota Salatiga. Namun ada yang unik dari sebuah cafe kopi yang berada di Jalan Adi Sucipto Nomor 7 , Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Tepatnya di depan Perpustakaan daerah (Perpusda) Kota Salatiga.

Sekilas cafe berkonsep kontainer itu seperti umumnya kafe kopi lain. Namun ketika memesan, pembeli akan kaget karena ternyata karyawan atau pengelolanya adalah disabilitas tuna rungu wicara atau bisu tuli.

Kafe yang baru saja buka pada Senin (3/7/2023) cukup laris. Pembeli juga harus menggunakan bahasa isyarat untuk memesan kopi di tempat itu. Karena pengelolanya ada disabilitas tersebut, kafe itu diberi nama Cafe Hening.

Mereka juga dengan cekatan melayani pembeli. Untuk es teh dan es kopi mereka membutuhkan waktu satu menit. Sedangkan untuk pesanan kopi Vietnam drip sekitar tujuh menit.

Penanggungjawab Lapangan, Aji Prasetyo Putranto menyebut Cafe itu merupakan dampingan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpersip) Kota Salatiga. Awalnya pihaknya memberikan pelatihan kepada beberapa penyandang disabilitas.

“Karena empat orang ini rajin tekun kan ya, setiap ada expo kita ikutkan. Ternyata penjualannya sangat laris, dan masyarakat juga antusias. Akhirnya mereka kita bikinkan cafe di sini,” ungkap Aji Selasa belum lama ini.

Diakuinya untuk mengajari mereka membuat kopi, kata Aji, butuh kesabaran ekstra. Sebab mereka harus membutuhkan juru pendamping bahasa isyarat ketika pelatihan membuat kopi.

“Pertama kali ya memang agak kesusahan ya. Dua tiga kali pelatihan, oke lancarlah. Pelatihan kita libatkan komunitas kopi Salatiga. Mereka yang memberikan pelatihan untuk temen-temen,” beber dia.

Dikatakan, untuk mempermudah pembeli memesan, di cafe juga disediakan tutorial untuk berkomunikasi. Misalnya memesan kopi dan mengucapkan terimakasih.

Cafe tersebut juga dilengkapi meja kursi untuk sekedar bersantai menikmati kopi. Selain itu, karena dampingan dari Dinpersip, juga disediakan buku-buku yang bisa dibaca pengunjung.

Meskipun baru buka sehari, kata Aji, pengunjung juga cukup banyak. Hari pertama pembukaan sekitar 40 kopi terjual. Bahkan pembeli sampai antri untuk membeli.

“Ternyata antusiasnya sangat besar disini. Kita juga ingin menunjukkan kepada masyarakat yang normal. Ini lho yang disabilitas saja mampu seperti ini, apalagi masyarakat yang normal. Jangan patah semangat begitu,” terang Aji.

Cafe tersebut semuanya pemasukan dan pengeluaran dikelola langsung oleh penyandang disabilitas tersebut. Harapannya program ini bisa menjadi contoh pembinaan di dinas-dinas lain.

Sementara itu, salah seorang pembeli Diana mengaku terkejut setelah tahu pengelola Cafe Hening adalah disabilitas tuna rungu wicara. Dirinya membeli karena penasaran ada cafe kopi baru dan ramai.

“Sebelumnya belum tau kalau yang jual disabilitas. Soalnya kemarin lihat buka baru coba lah,” ungkap mahasiswa asal Blora ini.

Dikatakan, dirinya tidak kesulitan ketika memesan kopi. Sebab ada tutorial membeli dengan bahasa isyarat yang disediakan di meja.

Cafe Hening buka setiap hari dari jam 9 pagi sampai malam. Ada beragam macam minuman kopi dan teh yang tersedia ditempat tersebut. Harga mulai dari Rp 5 ribu. Selain itu juga tersedia makanan ringan yang langsung masakan oleh penyandang disabilitas.

BACA JUGA :

Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga
Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga
Angkringan Godong Lumbu di samping Pos Polisi Taman Kecandran, Kota Salatiga, menjadi pilihan tempat istirahat bagi pengendara yang melintas di Jalan Lingkar Salatiga. Buka setiap hari pukul 16.00–23.00 WIB, angkringan ini menawarkan nasi bakar, ayam gongso, aneka sate, area parkir luas, serta suasana nyaman dengan harga terjangkau untuk berbagai kalangan pengunjung.
Cerdik Baca Peluang di JLS, Kafi Raup Cuan Buka Angkringan Godong Lumbu
Kuliner sate kronyos menjadi daya tarik khas di Pasar Raya I Salatiga, disajikan oleh Asih Suminem sejak era 1950-an. Hidangan berbahan lemak dan jeroan ini diminati karena cita rasa unik, harga terjangkau, serta pengalaman makan autentik di tengah suasana pasar tradisional.
Sate Kronyos Khas Salatiga, Kuliner yang Bikin Kangen Harga Merakyat
Kuliner BUMBUM Dimsum hadir di Kota Salatiga dengan konsep dimsum sebagai lauk praktis bergizi. Dikelola Chilia, usaha ini berlokasi di Gendongan dan buka setiap hari. Mengutamakan bahan segar dengan dominasi daging ayam, BUMBUM Dimsum menawarkan menu variatif, siap santap dan frozen, untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern.
BUMBUM Dimsum Hadir di Salatiga, Siap Manjakan Pecinta Kuliner asal Tiongkok
Tren olahraga padel hadir di Salatiga melalui Beans Padel yang memadukan permainan padel dan wisata durian Musang King di JLS Salatiga. Konsep ini menarik pengunjung lokal hingga luar kota. Inovasi ini dihadirkan pemilik usaha untuk menawarkan pengalaman olahraga sekaligus kuliner premium dalam satu lokasi dengan tarif sewa lapangan dan harga durian tertentu.
Tren Baru Olahraga di Salatiga, Main Padel Sambil Makan Durian

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menambah stok Pertalite hingga 18 persen di seluruh SPBU Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta selama libur sekolah 22 Juni hingga 3 Juli 2026 untuk mengantisasi lonjakan konsumsi BBM akibat meningkatnya kunjungan wisatawan. Penambahan pasokan dilakukan di jalur utama dan kawasan wisata, disertai penguatan distribusi, pengaturan antrean, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Wisatawan Membeludak, Pertamina Siapkan Pertalite Ekstra untuk Jateng-DIY