KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Cegah Laka di JLS, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Akan Bangun JPD dan Rest Area

Cegah Laka di JLS, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Akan Bangun JPD dan Rest Area

Cegah Laka di JLS, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Akan Bangun JPD dan Rest Area

Titik simpang Ngempak sampai titik simpang Kumpulrejo yang berada di Jalur Lingkar Salatiga menjadi daerah rawan kecelakaan, karena kontur jalannya yang menurun. Perhatian dari berbagai pihak dibutuhkan untuk mengurangi angka kecelakaan di daerah tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah – DIY, Wida Nurfaida saat bertemu dengan Penjabat(Pj) Wali Kota Salatiga di Ruang Kerja Wali Kota Salatiga, Kamis (08/09/2022). Menurut Wida Pihaknya datang untuk berkoordinasi dengan Pj. Wali Kota karena ada rencana untuk penanganan di Jalur Lingkar Salatiga(JLS).

“Bagaimana diketahui bahwa di daerah lingkar Salatiga tersebut di titik simpang Ngemplak sampai titik simpang Kumpulrejo memang rawan kecelakaan karena daerahnya menurun sepanjang 4,1 km. Ada blank spot, dan kami berencana berkoordinasi terkait dengan pelaksanaan penanganan jalur rawan kecelakaan tersebut,”jelas Wida.

Pihaknya juga akan melakukan beberapa pembahasan yang dilakukan terkait dengan beberapa titik yang direncanakan untuk pembangunan di Jalur Lingkar Salatiga tersebut.

“Ada beberapa yang akan kami tangani dan kami bangun yakni Jalur Penyelamat Darurat (JPD) dan Rest Area. Kami datang dan berkoordinasi karena kami butuh lahan untuk pembuatan JPD dan Rest Area tersebut,” tambahnya.

Pj. Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi. Menyambut positif Dengan hadirnya Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Kementrian PUPR ke Salatiga terkait penanganan jalur rawan yang ada di JLS bisa membuat penanganan titik tersebut menjadi lebih baik.

“Saya menerima Ibu Wida dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Kementrian PUPR, terkait dengan rencana untuk menindaklanjuti penanganan potensi terjadinya kecelakaan di jalan lingkar Salatiga. Tentu ini tidak hanya sekedar membangun tetapi melakukan mitigasi terjadinya potensi kecelakaan yang memakan korban luka-luka maupun meninggal dunia,”kata Sinoeng.

Dirinya akan berkoordinasi dan melakukan pembagian tugas sesuai dengan kewenangannya, baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun kota.

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP