URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Cek Wisma Atlet, Ganjar Tegur Manager Hotel Soal AC Kamar Atlet Banten yang Mati

Cek Wisma Atlet, Ganjar Tegur Manager Hotel Soal AC Kamar Atlet Banten yang Mati

Cek Wisma Atlet, Ganjar Tegur Manager Hotel Soal AC Kamar Atlet Banten yang Mati

featured-img

PAPUA – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berkunjung ke sejumlah wisma atlet PON XX Papua, Sabtu (2/10). Selain memberikan semangat, Ganjar juga ingin mengecek kenyamanan tempat tinggal para pahlawan olahraga itu.

Dua wisma atlet yang menjadi base camp atlet-atlet Jateng dikunjungi Ganjar hari itu. Yakni wisma atlet Sepak Takraw dan wisma atlet Paralayang. Tak hanya khusus menengok atlet Jateng, Ganjar juga mampir ke kamar-kamar wisma atlet provinsi lain yang berada satu gedung dengan mereka.

Seperti saat mengecek wisma atlet Paralayang, Ganjar menyempatkan diri menengok atlet dari Jawa Barat dan Banten yang tinggal satu gedung dengan atlet Paralayang Jateng. Sama dengan saat bertemu atlet Jateng, Ganjar bertanya tentang kenyamanan tempat tinggal mereka di wisma atlet itu, mulai dari makanan, pelayanan hingga tempat istirahat.

“Gimana kabarnya? Makanan di sini enak tidak? Kalau tidak enak, langsung bilang ke pengelola hotel ya, biar diganti,” sapa Ganjar pada atlet Jabar.

Saat berkunjung ke kamar atlet Banten, Ganjar diwaduli tentang salah satu AC kamar yang mati. Ia yang masuk ke dalam juga merasakan udara yang cukup panas, dan merasa tidak nyaman.

“Iya ya, panas. Itu mati sudah lama AC nya. Pengelola yang dari hotel mana, coba panggilkan,” kata Ganjar.

Seorang manager hotel yang memang ditugaskan untuk melayani para atlet kemudian datang. Kepada pengelola itu, ia meminta agar AC di kamar atlet Paralayang Banten itu segera diperbaiki.

“Tolong segera diperbaiki ya pak, kasihan ini panas soalnya. Nggak nyaman. Kita harus memberikan yang pelayanan terbaik pada atlet-atlet kita ini,” ucapnya.

Aksi Ganjar ini mendapat apresiasi dari atlet dan official Paralayang Banten. Mereka tidak menyangka, Ganjar mau datang menengok ke wisma atlet Banten saat mengunjungi atlet Jateng.

“Waduh, luar biasa rasanya. Saya sampai merinding. Nggak nyangka mau datang ke sini (wisma atlet Banten), saya pikir cuma ke Jateng saja. Memang beliau itu care sekali sama atlet patriot olahraga. Beliau ini memang tokoh nasionalis, peduli pada semua,” kata Manager Paralayang Banten, Asep Renggana.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Lanjut »

BACA JUGA :

Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Jawa Tengah dan DIY tidak disebabkan kelangkaan Biosolar. Stok Biosolar tercatat mencapai 13,5 kali konsumsi harian normal dan Pertalite 11,5 kali, sementara perusahaan memantau persediaan secara real-time serta mengirim pasokan tambahan dari depot terdekat saat stok menurun.
Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU, Pertamina Tegaskan Bukan karena Kelangkaan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting