KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Dapati Warga Bakar Jerami di Dekat Tol Ungaran-Bawen, Ini yang Dilakukan Kapolres Semarang

Dapati Warga Bakar Jerami di Dekat Tol Ungaran-Bawen, Ini yang Dilakukan Kapolres Semarang

Dapati Warga Bakar Jerami di Dekat Tol Ungaran-Bawen, Ini yang Dilakukan Kapolres Semarang

UNGARAN – Kepulan asap sisa pembakaran jerami di lahan pertanian milik warga terlihat di pinggir ruas tol Bawen arah Ungaran, tepatnya di KM 433-434 jalur B, Selasa (20/9/2022) sore.

Seolah tak ingin kecolongan seperti kecelakaan beruntun yang terjadi di ruas tol Pejagan-Pemalang KM 253 Brebes pada Minggu (18/9/2022) akibat asap tebal sisa pembakaran jerami, Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika dengan sigap bergerak memadamkan api dibantu pemilik lahan.

“Kebetulan siang ini kami melintas di ruas tol dari arah Bawen menuju Ungaran. Sampai di KM 433 jalur B lihat orang lagi bakar jerami. Kami segera turun dan menghampiri, ternyata pemilik lahan tidak tahu kalau apa yang dilakukannya berbahaya bagi pengguna jalan yang melintas,” ujar Yovan.

Ia bersama jajaran PJU Polres Semarang dibantu pemilik lahan segera melakukan upaya pemadaman dengan cara disiram air dan ‘digepyok’ menggunakan sebilah bambu agar api tidak semakin menjalar.

“Kebetulan pemilik lahan atas nama Pak Harno masih ada di lokasi. Maka kami bantu untuk memadamkan api, sekaligus kami edukasi agar tidak mengulanginya kembali,” terangnya.

Kejadian serupa juga terpantau di ruas tol KM 442, tepatnya di Simpang Susun Bawen arah ke Ungaran. Beberapa warga juga didapati membakar sisa daun kering tak jauh dari jalan tol. Petugas yang mengetahui kejadian itu segera memerintahkan pemilik lahan untuk segera memadamkan api.

Yovan mengimbau agar pemilik lahan pertanian, khususnya yang berada di pinggir ruas jalan baik tol maupun arteri untuk tidak membersihkan lahannya dengan cara dibakar. Sebab, asap yang ditimbulkannya bisa membahayakan pengendara yang melintas.

“Tentunya bisa mengurangi jarak pandang dan berbahaya bagi pengguna jalan,” tuturnya.

Sementara Harno (65), salah seorang pemilik lahan pertanian mengaku sering membakar sisa jerami usai panen untuk membersihkan lahan. Ia tidak mengetahui jika hal tersebut bisa mengganggu jarak pandang dan membahayakan pengguna jalan yang melintas.

“Setelah dikasih tahu tadi, insyaAllah ndak bakar-bakar (jerami) lagi. Nanti saya ‘gethok tular’ ke teman-teman yang lain,” ucapnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP