URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebuah truk trailer bermuatan baja sekitar 65 ton mengalami kecelakaan tunggal di Jembatan Kali Bodri, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Kamis (25/6/2026) dini hari. Kendaraan yang melaju dari Jakarta menuju Surabaya itu menabrak pelindung pilar jembatan diduga akibat pengemudi mengalami microsleep karena kelelahan. Tidak ada korban jiwa, namun truk dan struktur pengaman jembatan mengalami kerusakan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diduga Kejar Waktu dan Alami Microsleep, Truk Angkut 65 Ton Baja Hantam Pilar Jembatan Kali Bodri Kendal

Diduga Kejar Waktu dan Alami Microsleep, Truk Angkut 65 Ton Baja Hantam Pilar Jembatan Kali Bodri Kendal

Diduga Kejar Waktu dan Alami Microsleep, Truk Angkut 65 Ton Baja Hantam Pilar Jembatan Kali Bodri Kendal

Kecelakaan melibatkan truk trailer menabrak jambatan Kalibodri, Cepiring Kendal kamis pagi.. (Foto: IG rasikausa)
featured-img

KENDAL — Sebuah truk trailer pengangkut baja dengan total muatan sekitar 65 ton mengalami kecelakaan tunggal di ruas Pantura Kendal, tepatnya di kawasan Jembatan Kali Bodri, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Kamis (25/6/2026) dini hari.

Kendaraan berat yang melaju dari arah barat menuju timur tersebut menabrak struktur pelindung pilar jembatan hingga menyebabkan kerusakan cukup serius pada bagian depan truk. Benturan keras juga mengakibatkan beton pengaman di sekitar tiang jembatan pecah dan berserakan di lokasi kejadian.

Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Pengemudi truk, Sundarto (33), warga Kabupaten Rembang, dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius meskipun kabin kendaraan yang dikemudikannya mengalami kerusakan parah.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda M. Heru Ardiantoro, mengatakan hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan pengemudi mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat mengemudikan kendaraan.

“Pengemudi mengaku mengantuk saat perjalanan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan sopir dalam kondisi selamat,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, truk tersebut berangkat dari wilayah Jakarta dengan tujuan Surabaya, Jawa Timur. Selama perjalanan jarak jauh tersebut, pengemudi diduga mengalami kelelahan sehingga konsentrasi menurun ketika melintas di kawasan Kendal.

Pakar keselamatan transportasi menyebut microsleep merupakan kondisi hilangnya kesadaran selama beberapa detik akibat kelelahan berat. Meski berlangsung singkat, kondisi ini sangat berbahaya karena kendaraan tetap melaju tanpa kendali, terutama pada jalan nasional dengan kecepatan tinggi seperti Jalur Pantura.

Data berbagai lembaga keselamatan lalu lintas menunjukkan kelelahan pengemudi menjadi salah satu faktor dominan penyebab kecelakaan kendaraan angkutan barang di Indonesia. Risiko meningkat ketika pengemudi memaksakan diri tetap berkendara setelah menempuh perjalanan panjang tanpa istirahat yang cukup.

Polisi juga mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang turut memengaruhi kecelakaan. Salah satunya terkait dugaan pengemudi berupaya mengejar waktu perjalanan sebelum diberlakukannya pembatasan operasional kendaraan berat di sejumlah ruas Pantura Kendal pada jam-jam tertentu.

Menurut Ipda Heru, kendaraan besar umumnya memanfaatkan sejumlah titik parkir dan rumah makan di sepanjang jalur Pantura sebagai lokasi beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kalau sudah merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya segera berhenti di tempat yang aman untuk beristirahat. Jangan memaksakan diri karena risikonya sangat besar,” tegasnya.

Akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas sempat mengalami perlambatan karena proses evakuasi kendaraan dan pembersihan material beton yang tercecer di sekitar lokasi. Petugas kepolisian bersama instansi terkait segera melakukan pengamanan untuk memastikan lalu lintas kembali normal.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya manajemen waktu kerja dan waktu istirahat bagi pengemudi kendaraan berat. Kementerian Perhubungan dan berbagai lembaga keselamatan transportasi selama ini terus mengingatkan operator maupun pengemudi agar menerapkan prinsip “istirahat sebelum lelah” guna menekan angka kecelakaan akibat kelelahan di jalan raya.

BACA JUGA :

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Daihatsu Xenia bernopol D 1712 DW terbakar sekitar 100 meter setelah mengisi BBM di SPBU Kampung Kali, Jalan Mayjen Sutoyo, Semarang, Senin (17/8/2026) malam. Pertamina menyebut pengemudi diketahui merokok sebelum kendaraan terbakar, sementara penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan keterangan resmi kepolisian.
Mobil Xenia Terbakar 100 Meter dari SPBU, Pertamina Soroti Empat Galon BBM
Pengemudi Toyota Innova berinisial SW, warga Ambarawa, diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat terlibat kecelakaan dengan Honda Vario di Jalan Fatmawati, Blotongan, Salatiga, Sabtu (16/8/2026) tengah malam. Korban mengalami luka ringan. Kedua pihak berdamai, sementara polisi tetap menilang SW karena mengemudi dalam pengaruh miras.
Akhir Pelarian Diduga Pelaku Tabrak Lari di Jalan Fatmawati Blotongan, Pelaku dan Korban Damai

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga