URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang siswi dari sebuah SMA Negeri di Kota Salatiga, Jawa Tengah, dengan inisial SG, diduga menjadi korban bullying atau perundungan oleh teman sekolahnya. Korban, yang saat ini duduk di kelas 10, enggan masuk sekolah dan bahkan mengirim pesan lewat WhatsApp kepada orang tuanya menyatakan niat untuk bunuh diri akibat ketidakmampuannya menanggung perundungan tersebut.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diduga Siswi SMA di Salatiga Menjadi Korban Bullying, LPAI Jateng akan Siapkan Pendampingan

Diduga Siswi SMA di Salatiga Menjadi Korban Bullying, LPAI Jateng akan Siapkan Pendampingan

Diduga Siswi SMA di Salatiga Menjadi Korban Bullying, LPAI Jateng akan Siapkan Pendampingan

Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Jawa Tengah, Dhinar Sasongko, bersama unit PPA Polres Salatiga saat mengunjungi rumah korban
featured-img

RASIKAFM.COM| SALATIGA – SG, Seorang siswi salah satu SMA Negeri di Kota Salatiga, Jawa Tengah diduga menjadi korban bullying atau perundungan teman sekolahnya. Akibat perundungan yang dialami, korban enggan masuk sekolah dan sempat mengirimkan pesan lewat WhatsApp kepada orang tuanya jika hendak melakukan bunuh diri. Karena sudah tidak tahan atas perundungan itu.

Ayah korban berinisial GS mengaku tidak tahu persis kapan anaknya menjadi korban perundungan. Sebab saat ini anaknya yang sedang duduk kelas 10 itu masih trauma dan sulit diajak komunikasi.

“Yang anak sampaikan kepada saya itu, pemalakan, rem sepeda motor itu dilepas. Dia mengalami ketakutan sampai pulang itu sepeda motor dituntun. Terus ada juga jilbab dilepas,” terang GS saat ditemui rasikafm.com Jumat (5/1/2024).

Diakui, anaknya baru bercerita menjadi korban perundungan pada Kamis (5/1/2024). Awalnya anaknya mengirim pesan WhatsApp kalau sudah tidak kuat dan hendak bunuh diri.

“Tapi saya tidak begitu merespon, saya kira cuma bercanda. Tapi kemarin sempat teriak-teriak saya tidak kuat, baru kita merespon,” ungkap GS.

Dikatakan, saat ini kondisi korban masih mengalami trauma dan takut bertemu dengan orang asing. Selain itu korban juga meminta untuk pindah sekolah di luar Salatiga.

“Kita pindahkan di Salatiga anak masih ketakutan, mintanya di luar Salatiga,” terang dia.

GS menyebut, diduga pelaku perundungan itu dilakukan oleh siswa laki-laki dan perempuan. Namun yang terparah dilakukan oleh siswa laki-laki yang sampai melepaskan rem sepeda motor.

“Untuk kasusnya akan kami pertimbangan (lapor pihak kepolisian) kita saat ini sudah didampingi LPAI. Kedepannya hal itu tidak terulang lagi. Harapannya saya pembinaan tidak hanya siswanya, tapi juga guru dan pendidik,” kata GS.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Jawa Tengah Dhinar Sasongko mengaku prihatin dengan adanya kasus perundungan ini. Pihaknya telah membantu korban dengan menyediakan pendampingan dari psikolog.

“Kita telah menyiapkan tenaga psikolog untuk mendampingi korban. Karena tadi saya lihat ketika kita datang masih takut dan masih menangis,” kata Dhinar.

Terkait dengan penyelesaian kasus dengan langkah hukum, kata Dhinar, pihaknya menyerahkan kasus tersebut kepada orang tuanya. Dia berharap kasus perundungan tidak terulang lagi.

“Seandainya nanti keluarga memutuskan untuk melakukan langkah-langkah hukum tentunya adalah pertimbangan yang terbaik bagi mereka. Tapi yang dipikirkan saat ini adalah masa depan anak. Baik korban maupun pelakunya,” terang Dhinar.

Dikatakan, pihak sekolah juga sudah bertemu dengan orang tua korban dan akan membentuk tim investigasi untuk menangani kasus ini.

“Kita juga koordinasi dengan Unit PPA Polres Salatiga untuk datang ke rumah korban untuk melakukan investigasi,” tandasnya.

Sekretaris LPAI Jawa Tengah, Dhinar Sasongko, saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga
Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga
Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana
Sempat Blokade Perbatasan Ungaran-Semarang, Empat Kreak Bersenjata Tajam Dibekuk Polisi
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Polisi Salatiga Tangkap Pengedar Sabu saat Pelaku Asik Menikmati Es Teh Jumbo di Demak
Polisi Salatiga Tangkap Pengedar Sabu saat Pelaku Asik Menikmati Es Teh Jumbo di Demak
Polres Salatiga berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor milik pedagang tempe di kawasan Pasar Pagi Salatiga yang terjadi pada 4 Mei 2026. Pelaku berinisial CN, warga Banyubiru, Kabupaten Semarang, ditangkap bersama sejumlah barang bukti setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV dan laporan korban.
Masih Rejeki! Motor Kharis Hilang Dicuri, Namun Akhirnya Bisa Kembali

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu
Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan