KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dinas Perdagangan Kota Semarang akan Tambah Lokasi Fasilitasi PKL di Kota

Dinas Perdagangan Kota Semarang akan Tambah Lokasi Fasilitasi PKL di Kota

Dinas Perdagangan Kota Semarang akan Tambah Lokasi Fasilitasi PKL di Kota

Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang akan menambah titik lokasi untuk memfasilitasi pedagang kaki lima (PKL) di Kota Semarang. Hal ini disebabkan oleh jumlah PKL yang semakin bertambah di beberapa wilayah. Penambahan titik lokasi PKL ini perlu diatur dengan dinas-dinas terkait.

Kepala Disdag Kota Semarang, Nurkholis, menyatakan bahwa penetapan surat keputusan (SK) lokasi PKL perlu disesuaikan karena data terakhir didapatkan pada 2016 dan saat ini terdapat 7.617 PKL yang perlu didata dan dikordinasikan dengan dinas terkait.

Menurut Nurkholis, PKL memberikan pendapatan bagi pemerintah daerah, namun citra kota juga harus diperhatikan. Pendataan PKL harus diiringi dengan penataan yang bersih dan nyaman dan harus mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Kepala Bidang Bina Usaha Disdag Kota Semarang, Lilis Wahyuningsih, menyebutkan bahwa ada lebih dari 10 ribu PKL di ibu kota Jawa Tengah, tetapi hanya PKL yang tercantum dalam SK yang dapat ditarik retribusi. Oleh karena itu, pihaknya akan merapat koordinasi dengan OPD terkait untuk menentukan sebanyak 7.000 PKL mana yang akan dimasukkan dalam SK penetapan lokasi.

Pada tahun 2023, Disdag menargetkan retribusi PKL untuk sewa lahan sebesar Rp 2,5 miliar dan retribusi kebersihan PKL sebesar Rp 350 juta. Lilis Wahyuningsih juga menyebutkan bahwa beberapa alasan mengapa target tidak tercapai adalah adanya diskon PKL dan PKL yang tutup tidak ditarik retribusi.

Besaran tarif retribusi PKL disesuaikan dengan kelas, yakni kelas A, B, dan kawasan khusus, di mana tarif retribusi Kelas A sebesar Rp 400 per meter per hari, di kawasan jalan protokol sebesar Rp 4.000, dan di kawasan khusus, seperti shelter Taman Indonesia Kaya, sebesar Rp 1.500.

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px