URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang mengamankan dua pelaku kekerasan yang terjadi di Karaoke Diva pertokoan Pasar Dargo, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Semarang Timur.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dua Pelaku Kekerasan Di Semarang Ditangkap, Saat Digeledah Polisi Temukan Paket Narkoba

Dua Pelaku Kekerasan Di Semarang Ditangkap, Saat Digeledah Polisi Temukan Paket Narkoba

Dua Pelaku Kekerasan Di Semarang Ditangkap, Saat Digeledah Polisi Temukan Paket Narkoba

featured-img

SEMARANG – Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang mengamankan dua pelaku kekerasan yang terjadi di Karaoke Diva pertokoan Pasar Dargo, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Semarang Timur.

Wakapolrestabes Semarang, AKBP Iga DP mengungkapkan, pelaku masing-masing bernama Stefen Fariansah Pahabol alias Ambon (19) dan Dimas Bima Prasetyo (22). Keduanya merupakan kakak beradik warga Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur.

Keduanya ditangkap oleh polisi di parkiran Karaoke Dargo Semarang, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Semarang Timur pada Rabu (5/1/2022) sekira pukul 22.00 WIB. Saat dilakukan pemeriksaan, aparat menemukan paket narkoba jenis sabu-sabu dari tangan Pelaku atas nama Dimas.

“Dimas juga sering bertransaksi narkoba dan faktanya ketika dilakukan penangkapan ditemukan barang bukti berupa sabu-sabu sebanyak 4 paket kecil sabu-sabu,” ujarnya Selasa (11/1).

Sementara aksi pengroyokan yang dilakukan oleh kedua pelaku ini terjadi pada Minggu (2/1/2022) sekira pukul 04.00 WIB. Akibatnya, korban berinisial PRS (29) warga Bugangan, Kecamatan Semarang Timur mengalami luka robek dan lebam pada pelipis mata kiri dan lebam pada kaki sebelah kanan.

“Motifnya balas dendam. Pelaku Pahabol pernah dikeroyok oleh korban dan teman-temannya. Kejadiannya ketika pelaku melihat korban di lokasi, lalu dikejar dan dipukuli,” paparnya.

Disisi lain, pelaku Pahabol nekat melakukan kekerasan karena mengingat kekerasan yang pernah korban dan teman-temannya lakukan sehingga ia tak segan-segan untuk melukai korban.

“Korban saya samperin, terus saya ngomong “kamu yang pernah keroyok saya”. Terus aku jotos dan baku hantam kemudian kakak saya ikut-ikutan ngroyok karena gak terima,” bebernya.

Sedangkan pelaku Dimas mengaku ikut-ikut mengeroyok lantaran juga tak terima saudaranya pernah dianiaya oleh korban. Disisi lain, terkait narkoba, Dimas menyebut obat-obatan terlarang itu barang yang akan dijual atas perintah orang lain.

Nantinya, jika sabu-sabu tersebut sudah laku, Dimas akan mendapatkan upah dan uangnya akan digunakan untuk membayar sewa kos-kosan.

“Itu barang dari luar, saya disuruh buat jual. Dan belom ada yang laku, itu juga pertama saya mainan (jual narkoba) kaya gini. Dijanjikan Rp. 1,5 juta kalo laku semua, saya kepepet ditawarin karo bingung buat bayar kos,” imbuhnya.

Saat ini kedua pelaku dan barang bukti sudah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, mereka terancam dengan Pasal 170 KUHPidana debgan ancaman 5 tahun penjara.

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara