URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Peresmian pusat oleh-oleh UMKM dilakukan Pemerintah Kabupaten Semarang di objek wisata Dusun Semilir, Rabu (11/3/2026), untuk memperluas pemasaran ratusan produk makanan, minuman, dan kerajinan lokal dengan kurasi kualitas serta membuka peluang bagi pelaku usaha termasuk UMKM disabilitas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dusun Semilir Resmikan Pusat Oleh-oleh UMKM Kabupaten Semarang, Buka Peluang Produk Lokal Tembus Pasar Wisata

Dusun Semilir Resmikan Pusat Oleh-oleh UMKM Kabupaten Semarang, Buka Peluang Produk Lokal Tembus Pasar Wisata

Dusun Semilir Resmikan Pusat Oleh-oleh UMKM Kabupaten Semarang, Buka Peluang Produk Lokal Tembus Pasar Wisata

Pengunjung memilih kerajinan tas berbahan rotan sintetis yang dijual di pusat oleh-oleh UMKM Dusun Semilir, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (11/3/2026). Foto: win
Pengunjung memilih kerajinan tas berbahan rotan sintetis yang dijual di pusat oleh-oleh UMKM Dusun Semilir, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (11/3/2026). Foto: win
Featured Image

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang meresmikan pusat oleh-oleh yang menampilkan produk UMKM lokal di objek wisata Dusun Semilir, Rabu (11/3/2026).

Pusat oleh-oleh ini diklaim yang terbesar dan terlengkap di Kabupaten Semarang, sebab berisi ratusan produk berupa makanan, minuman dan aneka kerajinan tangan.

Manager Store dan Tenant Dusun Semilir, Afrista Putri, mengatakan kehadiran pusat oleh-oleh tersebut bertujuan memperkenalkan produk UMKM Kabupaten Semarang kepada wisatawan dari berbagai daerah.
Menurutnya, banyak pelaku UMKM memiliki kreativitas tinggi, namun masih menghadapi kendala dalam pemasaran produk.

“Di sini Dusun Semilir menjadi tempat untuk membantu memasarkan produk mereka. Harapannya produk UMKM Kabupaten Semarang bisa dikenal lebih luas bahkan naik ke tingkat nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga membuka kesempatan bagi seluruh pelaku UMKM, termasuk penyandang disabilitas, untuk memasarkan produknya di Dusun Semilir. Saat ini beberapa produk kerajinan dari pelaku UMKM disabilitas sudah mulai dipasarkan, seperti gantungan kunci serta kerajinan dari kain perca dan keset.

Afrista menegaskan, pihaknya tidak membatasi pelaku UMKM yang ingin bergabung. Namun, setiap produk tetap melalui proses kurasi agar sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Kami akan melihat dari segi kualitas produk dan harga. Jika ada yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan, kami juga akan memberikan masukan agar produknya bisa lebih menarik dan laku di pasaran,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang, Heru Subroto menyampaikan apresiasi kepada pengelola Dusun Semilir yang telah memberikan ruang bagi pelaku UMKM Kabupaten Semarang untuk memasarkan produknya kepada wisatawan.

Menurutnya, kehadiran pusat oleh-oleh tersebut membuka peluang lebih luas bagi produk khas daerah untuk dikenal masyarakat, khususnya wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata tersebut.

“Dengan dibukanya toko-toko pusat oleh-oleh ini akan memberikan peluang bagi para UMKM, khususnya yang memproduksi makanan khas Kabupaten Semarang. Produk-produk ini tidak hanya dibeli, tetapi juga bisa semakin dikenal oleh para wisatawan,” katanya.

Ia berharap wisatawan yang datang ke Dusun Semilir tidak hanya menikmati destinasi wisata, tetapi juga turut membeli produk-produk UMKM lokal sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Semarang sendiri terus memberikan dukungan terhadap pengembangan UMKM melalui berbagai fasilitas. Salah satunya melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang menyediakan berbagai sarana seperti rumah kemasan, rumah promosi, rumah pamer, hingga fasilitas penjualan produk UMKM.

Heru menjelaskan, rumah kemasan tersebut dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas kemasan produk mereka. Saat ini, pemerintah menyediakan kemasan jenis standing pouch berbahan kertas.
Ke depan, pihaknya juga mengusulkan pengadaan kemasan kaleng agar produk olahan makanan dapat memiliki masa simpan yang lebih lama.

“Kalau menggunakan kemasan kaleng, makanan olahan bisa lebih awet. Kami pernah mencoba untuk produk khas seperti gecok dan sate kempleng, dan ternyata setelah satu tahun masih bisa dikonsumsi,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Semarang juga mendorong kemitraan antara pelaku usaha besar dengan UMKM. Hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Semarang yang mewajibkan pusat perbelanjaan modern menyediakan ruang bagi produk UMKM.

“Di tingkat nasional, kebijakan serupa juga didorong pemerintah pusat yang menetapkan alokasi sekitar 30 persen ruang di fasilitas umum untuk produk UMKM,” lanjutnya.

Heru menambahkan, pertumbuhan UMKM di Kabupaten Semarang menunjukkan tren positif setiap tahunnya. Hal ini tercermin dari meningkatnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) serta pendapatan per kapita masyarakat.

“Pertumbuhan UMKM sangat mendukung kesejahteraan masyarakat. Belum lagi jika dihitung dari penyerapan tenaga kerja yang mencapai lebih dari 90 persen,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto diserahkan Bupati Ngesti Nugraha kepada warga Dusun Duren, Desa Duren, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Selasa (26/5/2026). Sapi jenis simental berbobot 1,48 ton senilai sekitar Rp103 juta itu dipilih karena memenuhi standar kesehatan dan diberikan kepada wilayah yang belum pernah menerima bantuan serupa serta sempat terdampak bencana alam.
Sapi Berbobot 1,48 Ton dari Presiden Prabowo Disalurkan bagi Warga Duren Sumowono
Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan sistem digital guna mengatasi antrean panjang pasien di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo yang menjadi sorotan dalam Forum Konsultasi Publik Layanan Kesehatan pada Selasa (26/5/2026). Melalui pendaftaran berbasis aplikasi dan integrasi informasi ketersediaan kamar rawat inap, pelayanan kesehatan diharapkan lebih tertata, mengurangi waktu tunggu pasien, serta meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Gelar FKP, Antrean Panjang di RSUD Soebarkat Salatiga jadi Pembahasan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengimbau masyarakat menggunakan kemasan ramah lingkungan seperti besek, daun jati, dan daun pisang untuk pembagian daging kurban Iduladha 1447 H di Kabupaten Semarang. Imbauan disampaikan saat meninjau Pasar Hewan Ambarawa pada Selasa (26/5/2026) sebagai upaya mengurangi sampah plastik serta mendorong pengelolaan limbah kurban yang lebih baik dan tidak mencemari lingkungan.
Bupati Semarang Ajak Warga Gunakan Besek dan Daun untuk Bungkus Daging Kurban
Sehari menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pasar Hewan Ambarawa di Kabupaten Semarang menerima lebih dari 300 ekor sapi pada Selasa (26/5/2026). UPTD Puskeswan memastikan seluruh hewan yang masuk dalam kondisi sehat setelah melalui pemeriksaan ketat sejak pintu masuk pasar. Aktivitas jual beli meningkat dengan harga sapi kurban berkisar Rp24 juta hingga Rp25 juta per ekor, sementara tidak ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
H-1 Iduladha, Ratusan Ekor Sapi Padati Pasar Hewan Ambarawa, Tak Ditemukan Kasus PMK

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto diserahkan Bupati Ngesti Nugraha kepada warga Dusun Duren, Desa Duren, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Selasa (26/5/2026). Sapi jenis simental berbobot 1,48 ton senilai sekitar Rp103 juta itu dipilih karena memenuhi standar kesehatan dan diberikan kepada wilayah yang belum pernah menerima bantuan serupa serta sempat terdampak bencana alam.
Sapi Berbobot 1,48 Ton dari Presiden Prabowo Disalurkan bagi Warga Duren Sumowono
Bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto diserahkan Bupati Ngesti Nugraha kepada warga Dusun Duren, Desa Duren, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Selasa (26/5/2026). Sapi jenis simental...
Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan sistem digital guna mengatasi antrean panjang pasien di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo yang menjadi sorotan dalam Forum Konsultasi Publik Layanan Kesehatan pada Selasa (26/5/2026). Melalui pendaftaran berbasis aplikasi dan integrasi informasi ketersediaan kamar rawat inap, pelayanan kesehatan diharapkan lebih tertata, mengurangi waktu tunggu pasien, serta meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Gelar FKP, Antrean Panjang di RSUD Soebarkat Salatiga jadi Pembahasan
Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan sistem digital guna mengatasi antrean panjang pasien di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo yang menjadi sorotan dalam Forum Konsultasi Publik Layanan Kesehatan pada Selasa...
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengimbau masyarakat menggunakan kemasan ramah lingkungan seperti besek, daun jati, dan daun pisang untuk pembagian daging kurban Iduladha 1447 H di Kabupaten Semarang. Imbauan disampaikan saat meninjau Pasar Hewan Ambarawa pada Selasa (26/5/2026) sebagai upaya mengurangi sampah plastik serta mendorong pengelolaan limbah kurban yang lebih baik dan tidak mencemari lingkungan.
Bupati Semarang Ajak Warga Gunakan Besek dan Daun untuk Bungkus Daging Kurban
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengimbau masyarakat menggunakan kemasan ramah lingkungan seperti besek, daun jati, dan daun pisang untuk pembagian daging kurban Iduladha 1447 H di Kabupaten Semarang. Imbauan...
Sehari menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pasar Hewan Ambarawa di Kabupaten Semarang menerima lebih dari 300 ekor sapi pada Selasa (26/5/2026). UPTD Puskeswan memastikan seluruh hewan yang masuk dalam kondisi sehat setelah melalui pemeriksaan ketat sejak pintu masuk pasar. Aktivitas jual beli meningkat dengan harga sapi kurban berkisar Rp24 juta hingga Rp25 juta per ekor, sementara tidak ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
H-1 Iduladha, Ratusan Ekor Sapi Padati Pasar Hewan Ambarawa, Tak Ditemukan Kasus PMK
Sehari menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pasar Hewan Ambarawa di Kabupaten Semarang menerima lebih dari 300 ekor sapi pada Selasa (26/5/2026). UPTD Puskeswan memastikan seluruh hewan yang masuk...
Ekonomi Lesu, Penjualan Kambing Kurban di Salatiga Sepi Pembeli
Ekonomi Lesu, Penjualan Kambing Kurban di Salatiga Sepi Pembeli
Sehari menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, aktivitas jual beli kambing kurban di sejumlah lapak Kota Salatiga mulai meningkat, namun para pedagang mengaku daya beli masyarakat menurun dibanding tahun...
Muat Lebih

POPULER

Grup hadroh modern Ukhti Salam Bernada (USB) yang beranggotakan 17 pensiunan pejabat Pemerintah Kota Salatiga tampil memukau dalam acara Patlikuran di rumah dinas wali kota, Sabtu (23/5/2026). Dibentuk pada Februari 2026 sebagai wadah silaturahmi dan berkarya, grup ini memadukan rebana dengan alat musik modern serta telah menerima sejumlah undangan pentas di berbagai daerah sekitar Salatiga.
Meriahkan Acara Patlikuran, Hadroh USB Tampil Memukau Ratusan Penonton di Rumdis Walikota
Seorang pengendara sepeda motor nekat memasuki Ruas Tol Batang–Semarang melalui Gerbang Tol Kandeman, Jumat siang (15/5/2026). Petugas PT Jasamarga Semarang Batang bersama patroli jalan tol melakukan pengejaran hingga pengendara berhasil diamankan di sekitar KM 353 A untuk diberikan pembinaan dan edukasi keselamatan.
Motor Nyelonong Masuk Tol Semarang-Batang, Pengendara Mengaku Tak Sadar Sudah di Jalan Bebas Hambatan
Komunitas Kridha Beksa Wandawa menggelar kelas Tari Klasik Gaya Surakarta di Pendopo Bung Karno, Salatiga, Minggu (24/5/2026), sebagai upaya melestarikan budaya Jawa di tengah modernisasi. Kegiatan yang awalnya menargetkan 30 peserta ini diikuti 62 orang berusia 12 hingga 62 tahun, yang belajar Tari Golek Sri Rejeki untuk mengenal, menjaga, dan mewariskan seni tradisi kepada generasi masa kini.
Komunitas Kridha Beksa Wandawa Gelar Kelas Tari Klasik di Salatiga, Peserta Membludak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved