URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meluncurkan Kredit Gerakan Pemuda (GP) serta Bima Mobile Banking dan QRIS Bank Jateng di Pasar Induk Wonosobo, Jumat (28/10/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ganjar Luncurkan Kredit Gerakan Pemuda dan Bima Mobile Bank Jateng untuk Mudahkan Masyarakat

Ganjar Luncurkan Kredit Gerakan Pemuda dan Bima Mobile Bank Jateng untuk Mudahkan Masyarakat

Ganjar Luncurkan Kredit Gerakan Pemuda dan Bima Mobile Bank Jateng untuk Mudahkan Masyarakat

featured-img

Wonosobo – Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meluncurkan Kredit Gerakan Pemuda (GP) serta Bima Mobile Banking dan QRIS Bank Jateng di Pasar Induk Wonosobo, Jumat (28/10/2022). Gerakan itu diinisiasi untuk memberikan akses perbankan untuk mendorong terciptanya entrepreneur-entrepreneur muda demi kebangkitan ekonomi.

“Banyak kredit-kredit yang kita dorong kepada pengusaha kecil dan mikro termasuk yang start up sehingga tadi ada gerakan pemuda yang kita harapkan anak-anak muda juga bisa menjadi enterpreneur. Kalau ada atau memerlukan akses terkait perbankan, Bank Jateng bisa membantu untuk memberikan fasilitas itu. Kalau sekarang situasinya musti memperkuat bersama-sama agar ekonominya bisa bangkit maka musti kita ciptakan lebih banyak entrepreneur,” kata Ganjar usai peluncuran.

Terkait peluncuran Bima Mobile Banking dan QRIS diharapkan dapat mempermudah nasabah Bank Jateng menggunakan fasilitas dengan model cashless. QRIS penting untuk mulai disebarkan dan disosialisasikan agar cara pembayaran cashless bisa lancar.

“Masyarakat itu kalau ke pasar nanti tidak harus membawa uang, sehingga yang biasanya rawan copet, hilang, duitnya banyak cukup menggunakan handphone-nya saja dan itu bisa dilakukan dengan baik,” ungkap Ganjar.

Dalam kesempatan itu Ganjar sempat berdialog dengan dua pedagang di Pasar Induk Wonosobo. Keduanya merupakan pedagang yang pernah dan sedang mengambil kredit di Bank Jateng untuk tambahan modal usaha. Pertama adalah Karnawati, penjual nasi di pasar itu pernah meminjam ke Bank Jateng sebesar Rp 100 juta dan lunas dalam kurun waktu dua tahun. Omzetnya saat ini sudah mencapai Rp 2 juta per hari. Kedua adalah pedagang gula merah bernama Qowiyah. Ia meminjam ke Bank Jateng sebesar Rp 225 juta untuk modal usaha. Kreditnya itu saat ini masih jalan dan usahanya perlahan mulai berkembang.

Ganjar juga sempat menyinggung mengenai sejarah Pasar Induk Wonosobo yang merupakan hasil perjuangan panjang. Selama proses pembangunan banyak ditemukan kendala, mulai pedagang yang tidak kompak sampai kontraktor yang bermasalah. Namun setelah pendampingan yang dilakukan oleh Pemprov Jateng akhirnya pasar itu sekarang sudah menjadi tepat berdagang yang bersih dan nyaman.

“Jadi pasar ini pasar dengan sejarah perjuangan yang panjang dan hari ini hasilnya bagus. Mudah-mudahan pedagang bisa menikmati, rukun, terus kemudian berdoa agar rezeki dari pasar ini melimpah dan barokah,” katanya.

Selain itu, Ganjar juga menyampaikan bahwa kondisi harga bahan pokok di Jawa Tengah saat ini relatif stabil. Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih yang harganya sempat melonjak saat ini mulai terkendali. Sebab suplai mulai banyak dan panen dari petani mulai ada sehingga kebutuhan pasar dapat terpenuhi.

Meski demikian Ganjar meminta agar tetap hati-hati mengenai volatile food ini. Sebab faktor-faktor eksternal seringkali menjadi penyebab harga tiba-tiba melonjak. Untuk itu pantauan melalui aplikasi SiHati harus terus dilakukan, termasuk juga laporan dari kabupaten/kota.

“Kita musti tetap berhati-hati pada beberapa komoditas yang rawan untuk naik-turun sehingga pantauan stok, penggunaan aplikasi SiHati terus saja dilakukan agar intervensinya bisa cepat. Termasuk kita bekerja sama dengan kabupaten/kota atau provinsi lain di luar Jawa Tengah agar kita tahu jika terjadi sesuatu yang membikin gejolak harga, beberapa komoditasnya bisa kita saling tukar. Inilah menjaga kestabilan bersama sehingga nanti tingkat nasionalnya kita akan bisa berkontribusi mengendalikan inflasi,” ungkapnya.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan