KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Geger Video Viral Pengeroyokan Siswi SMP Di Alun-Alun Semarang, Polisi Lakukan Penyelidikan

Geger Video Viral Pengeroyokan Siswi SMP Di Alun-Alun Semarang, Polisi Lakukan Penyelidikan

Geger Video Viral Pengeroyokan Siswi SMP Di Alun-Alun Semarang, Polisi Lakukan Penyelidikan

SEMARANG – Media sosial digegerken oleh beredarnya video viral tiga orang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) melakukan pengeroyokan dan penganiyaan terhadap sesama pelajar SMP di Alun-Alun, Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang.

Dalam video yang dilihat, para pelajar tersebut berusia sekira 13 tahun hingga 14 tahun. Mereka tampak brutal menghajar temannya sesama pelajar.

Dari video durasi 29 detik yang diterima, tiga pelajar SMP melakukan belasan pukulan dan tendangan yang mendarat di kepala, wajah dan punggung korban. Rambut korban juga ditarik berulang kali yang dilakukan seorang pelajar berhijab.

Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Indra Romantika saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sudah mengkoordinasikan Kanitreskrim untuk melakukan penyelidikan dengan menyebar anggota ke lapangan.

“Saya perintahkan untuk itu semua, sudah lidik, kejadiannya siang tadi Selasa (24/5/2022),” jelasnya.

Untuk identitas dan asal sekolah, pihaknya mengaku belum mengantonginya. Saat ini kepolisian tengah melakukan pemeriksaan dengan mengecek CCTV yang berada di lokasi itu.

“Masih dicek area CCTV di situ, masih dilidik asal sekolah mana,” katanya.

Sementara itu, dari video tersebut terdengar kata-kata umpatan dari seorang siswi yang tampak paling beringas beraksi yang disusul beberapa perkataan.

“Aku wes meneng (aku sudah diam)

Kowe yen cocot mbek aku tetap ga terimo (Kamu banyak bicara aku tetap tak terima),” ucap dalam video itu.

Kini kasus video tiga pelajar SMP yang menghajar dan mengeroyok sesama pelajar masih didalami polisi.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]