KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Gubernur Ahmad Luthfi Instruksikan Posko Terpadu Lebaran untuk Antisipasi Permasalahan Mudik

Gubernur Ahmad Luthfi Instruksikan Posko Terpadu Lebaran untuk Antisipasi Permasalahan Mudik

Gubernur Ahmad Luthfi Instruksikan Posko Terpadu Lebaran untuk Antisipasi Permasalahan Mudik

Posko Terpadu Lebaran 2025 didirikan untuk kelancaran arus mudik dan mengatasi masalah sosial. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan koordinasi antar instansi di posko yang berpusat di Kantor Dinas Perhubungan dan terhubung ke seluruh wilayah. Diresmikan pada 24 Maret 2025, posko ini didukung sembilan koordinator bidang untuk memastikan layanan optimal.
Foto: /IST
Peresmian Posko Terpadu Lebaran 2025 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya koordinasi untuk kelancaran arus mudik dan keselamatan masyarakat.

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Pendirian Posko Terpadu Lebaran diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan arus mudik dan sosial. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta setiap personel dan instansi yang terlibat harus berkoordinasi dengan baik dengan stakeholder terkait demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Inilah bentuk operasi kemanusiaan dalam rangka memberikan jaminan kepada masyarakat yang mudik, sehingga mereka merasa aman dan nyaman tanpa terganggu permasalahan sosial di wilayah kita,” kata Ahmad Luthfi saat membuka dan memberikan arahan kepada petugas Posko Terpadu Lebaran 2025 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Senin, 24 Maret 2025.

Luthfi menjelaskan, Posko Terpadu Lebaran 2025 tersebut terhubung langsung dengan posko-posko yang ada di seluruh wilayah Jawa Tengah, baik pos yang sifatnya wilayah dari Dishub maupun pos di terminal-terminal.

“Jadi yang di wilayah, di posko-posko itu tersentralisasi di sini sehingga kita mudah mengendalikan. Artinya posko terpadu ini tidak berdiri sendiri, ada dari lalu lintas dan macam-macam,” katanya.

Ada sembilan koordinator bidang (Korbid) yang terdapat di Posko Terpadu. Antara lain Korbid Lalu Lintas oleh Ditlantas Polda Jateng; Korbid Kamtibmas oleh Shabara Polda Jateng; Korbid transportasi oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jateng; Korbid infrastruktur oleh DPUBMCK Jateng; Korbid Energi oleh Dinas ESDM; Korbid Kesehatan oleh Dinas Kesehatan; Korbid Bencana oleh BPBD Prov Jateng; Korbid Ekonomi dan Kepokmas oleh Dinas Perindag; dan Korbid Komunikasi dan Informasi oleh Dinas Kominfo Jateng.

Posko Terpadu berfungsi untuk melakukan penetrasi seluruh data dari berbagai bidang tersebut. Untuk kemudian diolah dan disampaikan kepada masyarakat secara berkala melalui berbagai media.

“Prinsip pendirian posko ini adalah untuk melakukan penetrasi agar arus mudik-balik dan pelaksanaan lebaran nanti berjalan aman dan lancar,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga sempat berdialog dengan petugas di Pos Pengamanan Tol Klaten-Prambanan dan Pos Terminal Tirtonadi.

“Klaten kita cek terkait jalur fungsional dan operasional. Tol yang operasional sudah dilakukan dan yang fungsional sekitar 6,2 km sudah dibuka,” katanya.

Ia juga menginstruksikan agar berkoordinasi dengan Dishub dan Ditlantas Polda Yogjakarta. Mulai dari pengaturan lalu lintas agar tidak menumpuk di tol dan rambu-rambu termasuk penerangan jalan.

“Kita arahkan agar rambu-rambu di pasang, kalau malam dinyalakan lampunya karena masih belum representatif makanya fungsional. Tadi hanya komunikasi itu,” lanjut Luthfi.

Luthfi juga mengingatkan kepada petugas untuk tegas terkait kelaikan jalan transportasi umum. Hal itu ia sampaikan kepada petugas di Pos Terminal Tirtonadi. Ia tidak ingin kejadian rem blong seperti kasus di Guci terulang kembali.

“Cek sampai tuntas. Kalau nggak laik jalan tegaskan. Keselamatan paling utama. Kendaraan sumbu 3 juga mulai hari ini sampai tanggal 8 April sudah dilarang jalan kecuali angkut bahan pokok,” tegasnya. (did)

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang