URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kebakaran lahan terjadi di Gunung Telomoyo pada Rabu (18/9/2024) petang, melanda petak 20 BKPH Ambarawa KPH Kedu Utara di Desa Tolokan, Getasan, Kabupaten Semarang. Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Perhutani dan masyarakat untuk menutup jalur pendakian via Tolokan hingga waktu yang belum ditentukan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Gunung Telomoyo Terbakar, Jalur Pendakian Via Tolokan Ditutup

Gunung Telomoyo Terbakar, Jalur Pendakian Via Tolokan Ditutup

Gunung Telomoyo Terbakar, Jalur Pendakian Via Tolokan Ditutup

Kondisi terkini lereng Gunung Telomoyo yang sempat terbakar pada Rabu (18/9/2024) petang. Foto: BPBD Kabupaten Semarang
Kondisi terkini lereng Gunung Telomoyo yang sempat terbakar pada Rabu (18/9/2024) petang. Foto: BPBD Kabupaten Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kawasan lahan di Gunung Telomoyo terbakar pada Rabu (18/9/2024) petang. Kebakaran itu melanda petak 20 Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Ambarawa KPH Kedu Utara, Desa Tolokan, Getasan, Kabupaten Semarang.

Berdasarkan penuturan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang Alexander Gunawan, atas terjadinya kebakaran ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Perhutani dan masyarakat sekitar untuk menutup jalur pendakian via Tolokan.

“(Penutupan) hingga batas waktu yang belum ditentukan,” kata Alex (sapaan akrabnya) saat dikonfirmasi di Ungaran, Kamis (19/9/2024).

Terkait kronologi, pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 18.00 WIB. Setelahnya, tim BPBD bersama relawan langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

“Pemadaman kita hentikan pukul 00.00 WIB karena kondisi gelap dan jalur yang terjal,” terangnya.

Upaya pemadaman, lanjutnya, dilanjutkan pagi ini sekitar pukul 07.30 WIB. Tim melakukan penyisiran ke lokasi kebakaran untuk memastikan titik api sudah padam.

“Informasi dari tim pos komando di Tolokan, api sudah padam. Kondisi secara visual aman terkendali,” jelasnya.

Disampaikan Alex, strategi pemadaman awal dilakukan penyekatan supaya api tidak semakin menyebar. Upaya pemadaman dilakukan secara manual menggunakan selang dan pemukul.

“Untuk yang di lereng, menghabiskan tunggul yang terbakar hingga padam mengingat di lereng itu bebatuan,” ungkapnya.

Ihwal luasan yang terbakar, pihaknya belum dapat memastikan karena lokasinya berada di lereng gunung yang curam. “Untuk pohon-pohon vital milik Perhutani minim terbakar karena berada di lereng gunung,” urainya.

Alex menambahkan, mengenai penyebab kebakaran, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan kepolisian apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.

“Imbauan kami jika warga ingin membuka lahan, jangan dengan cara dibakar. Bisa fatal akibatnya jika tidak diawasi,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput
Istiono Tertabrak Sepeda Motor Di Jalan Lingkar Salatiga saat Berjalan Kaki
Pejalan Kaki Tertabrak Sepeda Motor di Jalan Lingkar Salatiga
Sebuah rumah milik Sarwoto di Dusun Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terbakar pada Kamis (30/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu bara api yang masih tersisa di tungku kayu setelah digunakan memasak air sebelum pemilik rumah pergi ke pasar. Petugas Damkar dan BPBD berhasil memadamkan api, tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar
Sebuah truk bernomor polisi N 9906 UE diduga gagal menanjak dan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Karanggede, Dusun Bawangan, Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Truk yang melaju dari Klego menuju Salatiga itu mundur setelah kehilangan tekanan angin pada kompresor, diduga menyenggol sepeda motor sebelum menghantam bangunan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan mendata dampak yang ditimbulkan.
Gagal Nanjak, Truk alami Laka di Reksosari Suruh, Motor dan Bangunan jadi Korban
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Kepala Kesbangpol Suyana mengungkapkan Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh kasus narkoba tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data BNN Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan di Ungaran, Rabu (29/7/2026), menyusul meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang menyasar pelajar dan ditemukannya kasus penanaman ganja oleh seorang warga. Pemkab pun memperkuat pencegahan melalui program Gada Krisna dengan membentuk relawan antinarkoba hingga tingkat desa.
Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot
Sebuah truk box Isuzu bernomor polisi B-9973-TCH terguling di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya dekat Hotel Family, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Senin (27/7/2026) malam. Kecelakaan tunggal diduga dipicu ban selip saat melintasi jalan menurun dan menikung yang licin akibat hujan. Pengemudi dan seorang penumpang mengalami luka ringan hingga fraktur, kemudian dilarikan ke RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo untuk mendapat perawatan.
Truk Box Terguling di JLS Salatiga Saat Hujan, Dua Orang Luka-luka

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga