URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Memasuki usia ke-502, Kabupaten Semarang berharap dapat meningkatkan pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Dalam perayaan HUT ke-502, legislator dan Bupati Semarang mengungkapkan tantangan dan harapan untuk mewujudkan visi Kabupaten Semarang yang bersatu, berdaulat, berkepribadian, sejahtera dan mandiri (berdikari).

Mbak Google

KABAR RASIKA

HUT Ke-502, Ini Pesan Ketua DPRD Kabupaten Semarang

HUT Ke-502, Ini Pesan Ketua DPRD Kabupaten Semarang

HUT Ke-502, Ini Pesan Ketua DPRD Kabupaten Semarang

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening saat rapat paripurna istimewa dalam rangka HUT ke-502 Kabupaten Semarang di ruang sidang DPRD setempat, Rabu (15/3/2023).

(Foto:/IST)

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening saat rapat paripurna istimewa dalam rangka HUT ke-502 Kabupaten Semarang di ruang sidang DPRD setempat, Rabu (15/3/2023).
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Tahun 2023 ini Kabupaten Semarang memasuki usianya yang ke-502. Sejumlah harapan dan doa dilangitkan oleh masyarakat yang ada di Bumi Serasi ini.

Tak terkecuali di kalangan legislator. Mereka juga mempunyai pesan yang selayaknya bisa dijadikan refleksi untuk menjadi lebih baik.

“Mestinya momentum HUT ke-502 kali ini bisa memotivasi ke depan bakal seperti apa. Ada beberapa hal yang diakui masih kurang dari tahun sebelumnya dan harus kita kejar,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening usai sidang paripurna istimewa HUT ke-502 Kabupaten Semarang, Rabu (15/3/2023).

Sejumlah hal tersebut misalnya pelayanan dasar pada bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

“Ini yang perlu banyak percepatan dan program,” ujarnya.

Terkait visi misi mewujudkan Kabupaten Semarang yang bersatu, berdaulat, berkepribadian, sejahtera dan mandiri (berdikari), Bondan menambahkan hal tersebut belum sepenuhnya terwujud.

“Masih menuju ke sana (berdikari). Tapi ini proses yang baik, karena Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kita masih sampai 2026. Harapannya, bisa diwujudkan sebelum RPJMD selesai,” bebernya.

Sementara Bupati Semarang Ngesti Nugraha menuturkan sejumlah tantangan dihadapi selama dua tahun kepemimpinannya. Satu diantaranya adalah memulihkan kondisi perekonomian dan memperkuat kesehatan masyarakat pascapandemi Covid-19.

“Saat saya dilantik pada 26 Februari 2021, kasus Covid-19 masih cukup tinggi. Itu berlangsung sampai pertengahan Mei 2022. Ini tentu saja tantangan berat untuk menekan dampak Pandemi Covid-19,” paparnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Semarang ini berharap masyarakat dapat memberikan masukan dan aspirasi untuk pembangunan di Bumi Serasi yang lebih baik.

“Harapan kami di usia 502 tahun ini Kabupaten Semarang tetap ayem tentrem gemah ripah loh jinawi. Seperti slogan yang diusung yaitu Ekonomi Kerakyatan Tertata, Berdikari Terwujud,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan