URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sedikitnya 87 Siswa Siswi SDN Muncar 02, kecamatan Susukan kabupaten Semarang ikut ambil bagian dalam kegiatan memerti desa yang digelar minggu 2-10-22 pagi. Dengan memakai pakaian adat jawa, mereka tampil secara apik saat memainkan alunan Gamelan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Implementasi Profil Pelajar Pancasila, Siswa SDN Muncar 02 Susukan, Bermain Gamelan di Acara Memerti Desa

Implementasi Profil Pelajar Pancasila, Siswa SDN Muncar 02 Susukan, Bermain Gamelan di Acara Memerti Desa

Implementasi Profil Pelajar Pancasila, Siswa SDN Muncar 02 Susukan, Bermain Gamelan di Acara Memerti Desa

featured-img

Sedikitnya 87 Siswa Siswi SDN Muncar 02, kecamatan Susukan kabupaten Semarang ikut ambil bagian dalam kegiatan memerti desa yang digelar minggu 2-10-22 pagi. Dengan memakai pakaian adat jawa, mereka tampil secara apik saat memainkan alunan Gamelan, yang disaksikan langsung oleh Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, S.H, M.H. Acara yang dikemas merti desa itu dilakukan dengan berkeliling desa dengan finish di tempat wisata Ngidam Muncar.

Kepada Rasika FM, Kepala SDN Muncar 02, Gunawan Eko Waluyo, M.Pd, mengatakan keikutsertaan siswanya kali ini sebagai bagian dari mengembangkan dan mensukseskan desa Muncar menjadi desa wisata, “kami sebagai sekolah yang berada didesa Muncar terpanggil untuk ikut mendukung mensukseskan program dari desa tersebut” ungkap Gunawan.

Menurutnya siswa yang terlibat dalam acara ini yakni siswa Kelas 4, 5 dan 6, hal ini juga selaras dengan program P5 atau Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Selain itu untuk mendukung Profil Pelajar Pancasila pihaknya kini menyelenggarakan ekstra Drumband, Olahraga dan Karawitan, yang dibimbing oleh bapak ibu guru.

“Program kegiatan desa dan sekolah ada hubungganya alias sudah klop, artinya pelajar yang selama ini mendapatkan teori disekolah bisa dipraktekkan langsung dalam acara memerti desa” tambah Gunawan.

Menurut mantan Guru Olahraga ini, Pengembangan Profil Pelajar Pancasila menjadi salah satu komponen utama dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Maka itu, terdapat alokasi jam pelajaran untuk projek penguatan profil pelajar Pancasila.

“Proporsinya sekitar 20-30 persen dari total jam pelajaran dalam setahun. Sehingga keterlibatan siswanya dalam kegiatan kali ini tepat” ungkapnya.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha, bersama Camat Susukan dan kades Muncar saat sambutan acara

Seperti diketahui Ratusan warga Desa Muncar Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang gelar tradisi sedekah bumi dalam kegiatan Merti Desa.

Dalam kegiatan Sedekah bumi tersebut sebelumnya di arak keliling Desa Muncar menuju tempat wisata Ngidam Muncar.

Kepala Desa Muncar, Khoirudin Bagas mengatakan bahwa Merti Desa ini di gelar dengan berbagai rangkaian kegiatan.

Ada 17 gunungan yang diarak menuju Ngidam Muncar, 17 gunungan tersebut dari 17 RW yang ada di Desa Muncar.

“Dari pagi sudah dimulai kegiatan kirab budaya tingkat desa dengan membawa gunungan yang nantinya kita lombakan,” kata Bagas.

Gunungan yang di arak ini merupakan hasil sedekah bumi dari Desa Muncar dan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Dengan penyatuan tirta wening tersebut semoga dapat menyatukan dan guyub rukun sehingga nantinya fikiran dari warga kita dapat menjadi lebih jernih untuk bersama-sama membangun desa ini,” jelasnya.

Dalam Merti Desa ini juga diadakan expo kuliner dengan 27 peserta yang berasal dari warga Desa Muncar.

Aksi nyata Caraka Dewantara SDN Muncar 02 saat isi kegiatan memerti Desa Muncar

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon