URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seekor sapi jenis limousine bernama Tebo, berumur 3 tahun dengan tinggi 160 cm dan berat 1,1 ton, dilirik Presiden Joko Widodo sebagai hewan kurban mendatang. Agus Tohirin, pemilik sapi, menyatakan sapi ini sudah ditawar oleh Presiden dan siap dilepas dengan harga Rp 110 juta. Kandang sapi milik Agus berbeda dengan kandang lainnya karena tidak ada lalat, berkat penggunaan suplemen pakan dan aneka herbal yang mendukung pertumbuhan sapi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Inilah Penampakan Tebo, Sapi Limousin 1,1 Ton Milik Warga Salatiga yang Dilirik Presiden Joko Widodo

Inilah Penampakan Tebo, Sapi Limousin 1,1 Ton Milik Warga Salatiga yang Dilirik Presiden Joko Widodo

Inilah Penampakan Tebo, Sapi Limousin 1,1 Ton Milik Warga Salatiga yang Dilirik Presiden Joko Widodo

Seekor sapi jenis limousine bernama Tebo, berumur 3 tahun dengan tinggi 160 cm dan berat 1,1 ton, dilirik Presiden Joko Widodo sebagai hewan kurban mendatang. Agus Tohirin, pemilik sapi, menyatakan sapi ini sudah ditawar oleh Presiden dan siap dilepas dengan harga Rp 110 juta. Kandang sapi milik Agus berbeda dengan kandang lainnya karena tidak ada lalat, berkat penggunaan suplemen pakan dan aneka herbal yang mendukung pertumbuhan sapi.
Foto dok IST
Sinoeng N Rachmadi, mantan Pj wali kota Salatiga melihat sapi Tebo.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Seekor sapi jenis limousine dilirik presiden Joko Widodo sebagai hewan kurban mendatang.

Sapi bernama Tebo berumur 3 tahun dan memiliki tinggi 160 cm dan berat 1,1 ton.

Kepada wartawan, Agus Tohirin pemilik sapi menjelaskan, sapi ini sudah ditawar untuk dijadikan hewan kurban oleh Presiden Joko Widodo.

“Kalau harganya cocok, ya bisa,” tutur Agus Tohirin di kandang sapi miliknya.

Ia bermaksud melepas sapi miliknya dengan harga Rp 110 juta.

Terlepas dari harga dan sapi yang dihasilkan, kandang sapi milik Agus berbeda dengan kandang lainnya.

Disitu tidak ada lalat sama sekali. Hal itu membuat Sinoeng N Rachmadi, mantan Pj wali kota Salatiga yang melihat sapi itu menjadi terkejut.

Ternyata Agus memakai suplemen pakan sendiri. Selain itu juga menambahkan aneka herbal dalam makanan sapi. Menjadi probiotik yang mendukung pertumbuhan sapi.

“Luar biasa. Disini kandang tidak bau dan tidak ada lalat. Hal ini harus bisa ditiru oleh para peternak lainnya,” jelas Sinoeng.

Sementara Agus menjelaskan jika nama Tebo merupakan singkatan dari Tenan Bongsor (benar benar besar, red).

Dirinya menjelaskan jika sapi itu sejak dini sudah terlihat bakal pertumbuhannya.

Pakannya pun hanya jerami biasa. Tidak ada yang istimewa.

BACA JUGA :

Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Program Inpres Jalan Daerah (IJD) dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah melalui peningkatan konektivitas antarwilayah. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan hal itu saat peresmian bantuan IJD di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (23/6/2026), dengan menegaskan bahwa pembangunan jalan menuju kawasan wisata, desa wisata, serta sentra ekonomi akan menjadi prioritas untuk memperluas akses, memperlancar distribusi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
IJD Jadi Penggerak Ekonomi Baru, Jateng Prioritaskan Jalan ke Kawasan Wisata
Sistem Kelistrikan Jawa Makin Stabil, PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Gangguan
Sistem Kelistrikan Jawa Makin Stabil, PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Gangguan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni di kawasan Dieng, Jawa Tengah, menarik ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara. Kategori 25K menjadi favorit karena menghadirkan rute baru menuju puncak Gunung Sindoro yang lebih menantang. Peserta harus menghadapi elevasi ekstrem dan suhu dingin pegunungan, namun tetap disuguhi panorama alam khas Dieng yang memukau sepanjang lintasan.
Menembus Dingin 14 Derajat, Ribuan Pelari Serbu Dieng Caldera Race 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia