KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Inilah Penampakan Tebo, Sapi Limousin 1,1 Ton Milik Warga Salatiga yang Dilirik Presiden Joko Widodo

Inilah Penampakan Tebo, Sapi Limousin 1,1 Ton Milik Warga Salatiga yang Dilirik Presiden Joko Widodo

Inilah Penampakan Tebo, Sapi Limousin 1,1 Ton Milik Warga Salatiga yang Dilirik Presiden Joko Widodo

Seekor sapi jenis limousine bernama Tebo, berumur 3 tahun dengan tinggi 160 cm dan berat 1,1 ton, dilirik Presiden Joko Widodo sebagai hewan kurban mendatang. Agus Tohirin, pemilik sapi, menyatakan sapi ini sudah ditawar oleh Presiden dan siap dilepas dengan harga Rp 110 juta. Kandang sapi milik Agus berbeda dengan kandang lainnya karena tidak ada lalat, berkat penggunaan suplemen pakan dan aneka herbal yang mendukung pertumbuhan sapi.
Foto dok IST
Sinoeng N Rachmadi, mantan Pj wali kota Salatiga melihat sapi Tebo.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Seekor sapi jenis limousine dilirik presiden Joko Widodo sebagai hewan kurban mendatang.

Sapi bernama Tebo berumur 3 tahun dan memiliki tinggi 160 cm dan berat 1,1 ton.

Kepada wartawan, Agus Tohirin pemilik sapi menjelaskan, sapi ini sudah ditawar untuk dijadikan hewan kurban oleh Presiden Joko Widodo.

“Kalau harganya cocok, ya bisa,” tutur Agus Tohirin di kandang sapi miliknya.

Ia bermaksud melepas sapi miliknya dengan harga Rp 110 juta.

Terlepas dari harga dan sapi yang dihasilkan, kandang sapi milik Agus berbeda dengan kandang lainnya.

Disitu tidak ada lalat sama sekali. Hal itu membuat Sinoeng N Rachmadi, mantan Pj wali kota Salatiga yang melihat sapi itu menjadi terkejut.

Ternyata Agus memakai suplemen pakan sendiri. Selain itu juga menambahkan aneka herbal dalam makanan sapi. Menjadi probiotik yang mendukung pertumbuhan sapi.

“Luar biasa. Disini kandang tidak bau dan tidak ada lalat. Hal ini harus bisa ditiru oleh para peternak lainnya,” jelas Sinoeng.

Sementara Agus menjelaskan jika nama Tebo merupakan singkatan dari Tenan Bongsor (benar benar besar, red).

Dirinya menjelaskan jika sapi itu sejak dini sudah terlihat bakal pertumbuhannya.

Pakannya pun hanya jerami biasa. Tidak ada yang istimewa.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]