KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Jatuh Bangun Sejak 2009, Kini Vijay Sukses Berjualan Gorden, Salah Satu Cara Dengan Jemput Bola

Jatuh Bangun Sejak 2009, Kini Vijay Sukses Berjualan Gorden, Salah Satu Cara Dengan Jemput Bola

Jatuh Bangun Sejak 2009, Kini Vijay Sukses Berjualan Gorden, Salah Satu Cara Dengan Jemput Bola

RASIKAFM|SALATIGA – Pandemi membuat sebagian pengusaha banyak berguguran. Akibat melesunya sektor ekonomi. Hal itu juga yang dialami oleh Jaya Bergas warga keturunan India yang akrab disapa Vijay.

Bisnis gorden bukanlah bisnis yang mudah, sebab orang mengganti gorden kemungkinan satu tahun sekali. Namun bisnis itu yang diambil Vijay sejak tahun 2009. Sebab dia mengaku sangat suka dengan motif dan keindahan dari kain gorden.[custom-related-posts title=”Kabar Terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

“Awalnya buka itu karena kecintaan terhadap berbagai macam kain, dan menyukai motif dari keindahan kain tersebut,” kata Vijay rabu (28/12/2022).

Usahanya sempat berjalan lancar. Sampai akhirnya pandemi covid-19 melanda. Gorden menjadi usaha yang cukup banyak terdampak. Karena usaha gorden ini karena berjualan gorden itu jemput bola.
Saat kasus pandemi covid-19 meningkat, dirinya mencari berbagai cara untuk mempertahankan usahanya.

“Pas pandemi kemarin tidak ada pemasukan, hanya bisa bertahan dengan yang ada, pinjam sana pinjam sini juga,” akunya.

Setelah mempertahankan bisnisnya itu di masa pandemi, perlahan bisnisnya semakin membaik. Seiring melandainya angka kasus covid-19. Sehingga Vijay kembali berinovasi. Salah satu program yang menjadi unggulan yakni gratis pengukuran jendela dan sebagainya yang akan di pasang gorden.

“Kalau disini itu ada program pengukuran jendela yang akan di pasangi gorden dengan gratis walaupun mengukurnya sampai luar kota,” katanya.

Untuk saat ini bisnis gorden miliknya mengalami peningkatan penjualan pasca pandemi covid-19.

“Kalau sampai saat ini ada peningkatan penjualan apalagi paska pandemi covid-19 dan yang peningkatan tersebut sekitar 25 persen,” ucapnya.

Vijay mengaku sudah berjualan gorden sejak tahun 2009 dan sampai saat ini dirinya memiliki tiga cabang toko di Salatiga.

“Selain membuka toko, saya juga menjahit bahannya sendiri, jadi dapat menciptakan berbagai macam motif sendiri,” ujarnya.

Gorden yang dirinya jual ini mulai harga 35 ribu sampai 150 ribu per gorden. Persiapan saat Natal dan tahun baru kali ini, memiliki beberapa program untuk mengaet para pembeli.

“Saat akhir tahun seperti ini apa lagi Natal kita lakukan perombakan seperti diskon akhir tahun dan lainnya,” jelasnya.

Vijay mengaku bahwa untuk menjaga kepercayaan bagi para konsumen, dirinya tetap mengutamakan kualitas.

“Saya juga tidak menjual lewat online, karena agar para konsumen melihat langsung kualitas dari gorden yang saya jual disini,” tandasnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]