URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jawab Kebutuhan Pasar, Cherizen Gerai Es Krim Berbahan Susu Lokal Kini Hadir di Salatiga

Jawab Kebutuhan Pasar, Cherizen Gerai Es Krim Berbahan Susu Lokal Kini Hadir di Salatiga

Jawab Kebutuhan Pasar, Cherizen Gerai Es Krim Berbahan Susu Lokal Kini Hadir di Salatiga

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Untuk mengangkat produk lokal peternak sapi perah di kota Salatiga dan kabupaten Semarang, kini diwujudkan oleh Koperasi Andini Luhur Jetak Getasan, dengan mendirikan Gerai be Cherizen di Jalan Kartini no 13 Salatiga. Di gerai tersebut menjual es krim, milk, yoghurt, dan produk lainnya berbahan baku susu, dari peternak sapi perah lokal. Produk-produk yang dijual dipastikan terjamin kandungan gizinya karena berbahan baku susu segar.

Peresmian Gerai be Cherizen sendiri dilakukan oleh Sekda Kota Salatiga, Wuri Pujiastuti, dan Wakil Ketua DPRD Kota Salatiga Latif Nahari, Minggu (9/7/23). ”Kami Pemkot Salatiga berterima kasih dengan hadirnya Gerai be Cherizen yang menjual es krim dan produk susu lainnya. Sangat bermanfaat karena mendorong pertumbuhan ekonomi, pendapatan daerah, dan memajukan peternak sapi perah di Kota Salatiga dan sekitarnya,” kata Sekda.

Sekda berharap agar, cabang gerai tersebut bisa semakin banyak dan bahkan mendunia. Hal senada disampaikan Latif Nahari, karena Gerai be Cherizen, telah membangun kejayaan produk lokal, dari peternak sapi perah di Kota Salatiga dan sekitarnya. Penggunaan susu segar sebagai bahan baku produk es krim dan lainnya tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah.

Sementara itu Agus Warsito, ketua Koperasi Andini Luhur sekaligus penggagas berdirinya Gerai be Cherizen, menjamin penggunaan susu segar produksi peternak sapi perah lokal. Menurutnya gerai es krim lainnya menggunakan susu bubuk dari luar negeri, yang kandungan gizinya banyak yang hilang karena penguapan.

”Dengan adanya Gerai be Cherizen yang menjual es krim dengan bahan baku susu segar dari peternak, terjamin kandungan gizi bagi masyarakat dan hasilnya mampu menghidupi para peternak sapi perah,” ujar Agus Warsitno yang juga ketua APSPI Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) tersebut.

Selain menyediakan produk es krim, disediakan pula cold milk (susu hangat) dengan berbagai varian rasa. Gerai be Cherizen juga menyediakan kopi lokal dan aneka jajanan lokal bagi pengunjung yang ingin bersantai bersama keluarga. Pihaknya juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendirikan memanfaatkan sistem franchise dan harga yang relatif murah.

Agus Warsito mengungkapkan 30 persen dari 50 ribu ton liter susu murni dari Salatiga menyuplai pabrik di Jawa Tengah dan sekitarnya.

“Peternak sapi perah di Salatiga memiliki peluang besar menjadi pemasok susu murni,” ungkapnya.

Sementara itu bagi Septina, warga Tingkir mengaku senang dengan kehadiran gerai be Cherizen di salatiga ini, ia yang memang penghobi minum susu mengaku senang karena Cherizen menjawab kebutuhan pasar hasil peternakan di Kota Salatiga, dia mengaku bisa membeli produknya secara langsung tanpa jauh jauh keluar kota.

“Setelah saya menikmati minuman dan ice cream disini rasanya tidak kalah dengan produk tetangga yang kini viral itu” ujar Tina.

Agus Warsito saat diwawancarai Rasika

BACA JUGA :

Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan