KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Jawab Kebutuhan Pasar, Cherizen Gerai Es Krim Berbahan Susu Lokal Kini Hadir di Salatiga

Jawab Kebutuhan Pasar, Cherizen Gerai Es Krim Berbahan Susu Lokal Kini Hadir di Salatiga

Jawab Kebutuhan Pasar, Cherizen Gerai Es Krim Berbahan Susu Lokal Kini Hadir di Salatiga

[@]Untuk mengangkat produk lokal peternak sapi perah di kota Salatiga dan kabupaten Semarang, kini diwujudkan oleh Koperasi Andini Luhur Jetak Getasan, dengan mendirikan Gerai be Cherizen di Jalan Kartini no 13 Salatiga. Di gerai tersebut menjual es krim, milk, yoghurt, dan produk lainnya berbahan baku susu, dari peternak sapi perah lokal. Produk-produk yang dijual dipastikan terjamin kandungan gizinya karena berbahan baku susu segar.

Peresmian Gerai be Cherizen sendiri dilakukan oleh Sekda Kota Salatiga, Wuri Pujiastuti, dan Wakil Ketua DPRD Kota Salatiga Latif Nahari, Minggu (9/7/23). ”Kami Pemkot Salatiga berterima kasih dengan hadirnya Gerai be Cherizen yang menjual es krim dan produk susu lainnya. Sangat bermanfaat karena mendorong pertumbuhan ekonomi, pendapatan daerah, dan memajukan peternak sapi perah di Kota Salatiga dan sekitarnya,” kata Sekda.

Sekda berharap agar, cabang gerai tersebut bisa semakin banyak dan bahkan mendunia. Hal senada disampaikan Latif Nahari, karena Gerai be Cherizen, telah membangun kejayaan produk lokal, dari peternak sapi perah di Kota Salatiga dan sekitarnya. Penggunaan susu segar sebagai bahan baku produk es krim dan lainnya tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah.

Sementara itu Agus Warsito, ketua Koperasi Andini Luhur sekaligus penggagas berdirinya Gerai be Cherizen, menjamin penggunaan susu segar produksi peternak sapi perah lokal. Menurutnya gerai es krim lainnya menggunakan susu bubuk dari luar negeri, yang kandungan gizinya banyak yang hilang karena penguapan.

”Dengan adanya Gerai be Cherizen yang menjual es krim dengan bahan baku susu segar dari peternak, terjamin kandungan gizi bagi masyarakat dan hasilnya mampu menghidupi para peternak sapi perah,” ujar Agus Warsitno yang juga ketua APSPI Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) tersebut.

Selain menyediakan produk es krim, disediakan pula cold milk (susu hangat) dengan berbagai varian rasa. Gerai be Cherizen juga menyediakan kopi lokal dan aneka jajanan lokal bagi pengunjung yang ingin bersantai bersama keluarga. Pihaknya juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendirikan memanfaatkan sistem franchise dan harga yang relatif murah.

Agus Warsito mengungkapkan 30 persen dari 50 ribu ton liter susu murni dari Salatiga menyuplai pabrik di Jawa Tengah dan sekitarnya.

“Peternak sapi perah di Salatiga memiliki peluang besar menjadi pemasok susu murni,” ungkapnya.

Sementara itu bagi Septina, warga Tingkir mengaku senang dengan kehadiran gerai be Cherizen di salatiga ini, ia yang memang penghobi minum susu mengaku senang karena Cherizen menjawab kebutuhan pasar hasil peternakan di Kota Salatiga, dia mengaku bisa membeli produknya secara langsung tanpa jauh jauh keluar kota.

“Setelah saya menikmati minuman dan ice cream disini rasanya tidak kalah dengan produk tetangga yang kini viral itu” ujar Tina.

Agus Warsito saat diwawancarai Rasika

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]