URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Menjelang bulan Ramadan, warga Desa Plumbon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menggelar tradisi nyadran, sebuah ritual untuk menghantarkan doa dan membersihkan makam leluhur yang sudah meninggal sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Ribuan warga dari Dusun Wates Sembungan berkumpul untuk menuju makam Ki Branjang Kawat dengan membawa makanan seperti jajanan pasar, nasi bungkus, dan berbagai buah-buahan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Ramadan, Ribuan Warga Suruh Gelar Nyadran di Makam Ki Branjang Kawat

Jelang Ramadan, Ribuan Warga Suruh Gelar Nyadran di Makam Ki Branjang Kawat

Jelang Ramadan, Ribuan Warga Suruh Gelar Nyadran di Makam Ki Branjang Kawat

Menjelang bulan Ramadan, warga Desa Plumbon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menggelar tradisi nyadran, sebuah ritual untuk menghantarkan doa dan membersihkan makam leluhur yang sudah meninggal sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Ribuan warga dari Dusun Wates Sembungan berkumpul untuk menuju makam Ki Branjang Kawat dengan membawa makanan seperti jajanan pasar, nasi bungkus, dan berbagai buah-buahan.
Foto dok IST
Ribuan warga Dusun Wates Sembungan berbondong-bondong menuju makam atau kuburan Ki Branjang Kawat dengan membawa makanan seperti jajanan pasar serta berbagai nasi bungkus dan aneka buah-buahan yang di bawa dari rumah.
featured-img

RASIKAFM.COM | SURUH – Menjelang bulan Ramadan warga Desa Plumbon Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Jawa Tengah menggelar tradisi nyadran.

Tradisi nyadran ini merupakan tradisi dalam menghantarkan doa dan membersihkan makam leluhur yang sudah meninggal untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Ribuan warga Dusun Wates Sembungan berbondong-bondong menuju makam atau kuburan Ki Branjang Kawat dengan membawa makanan seperti jajanan pasar serta berbagai nasi bungkus dan aneka buah-buahan yang di bawa dari rumah.

Sesampainya di makam para warga kemudian membersihkan makam serta menghantarkan doa kepada para leluhur dan orang tua yang sudah meninggal di makam Ki Branjang Kawat yang merupakan tokoh yang di percaya sebagai pendiri dan sesepuh Dusun Wates Sembungan.

Tokoh Masyarakat, Umar mengatakan tradisi nyadran ini untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dan digelar secara rurun temurun oleh masyarakat sejak puluhan tahun lalu.

“Untuk mengenang ahli waris atau leluhur yang sudah gugur di makam ini dan juga seluruh warga juga mendoakan mereka dan orang tua yang ada di makam ini,” kata jumat (8.3.2024) pagi.

Pada puncak acara nyadran para warga yang membawa makanan dari rumah kemudian di gelar di atas tikar kemudian dimakan bersama-sama setelah didoakan oleh sesepuh dengan harapan mendapat keberkahan.

Selain itu tradisi nyadran ini juga untuk sarana saling bersilaturahmi antar warga bahkan banyak perantau yang pulang kampung untuk mengikuti tradisi nyadran seperti dari Kalimantan, Sumatra, Jabodetabek dan lainnya.

“Ini juga agar masyarakat lebih erat dan banyak juga yang datang dari luar seperti Kalimantan, Sumatra, Jakarta,” tambahnya.

Sementara warga, Yulinar mengaku tradisi ini selalu digelar setiap tahunnya sebelum masuk bulan Ramadhan. Dengan tradisi ini dirinya berharap mendapatkan anugerah keselamatan hidup di dunia.

“Ini tadi juga bawa makanan dari rumah jadi apa yang kita punya di bawa ke sini (makam) dan dimakan bersama-sama. Selain mendoakan para leluhur bisa bertemu saudara yang jauh juga,” kata Yulinar.

BACA JUGA :

PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih predikat terbaik nasional 2026 berkat inovasi wisata edukatif “Super Daddy”. Penghargaan diserahkan Bupati Semarang Ngesti Nugraha kepada Kepala Desa Lerep Sumaryadi saat Harganas 2026, Rabu (8/7/2026), sebagai apresiasi atas program kebersamaan ayah dan anak yang telah diikuti sekitar 500 keluarga.
Kampung KB Lerep Jadi Terbaik Nasional, Paket Wisata "Super Daddy" Antar Ayah Lebih Dekat dengan Anak
Pemerintah Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, menggelar Labuh Agung Sedekah Rawa Pening pada bulan Muharam, Senin (6/7/2026) malam. Warga mengadakan kirab budaya, penyalaan obor, larung sesaji, dan pentas Reog Ponorogo sebagai ungkapan syukur atas rezeki serta keselamatan, sekaligus melestarikan tradisi bagi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai nelayan di Rawa Pening.
Labuh Agung Sedekah Rawa Pening Kembali Digelar, Warga Larung Hasil Bumi dan Perairan sebagai Wujud Syukur
Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Semarang menangani 35 kasus kekerasan seksual hingga semester pertama 2026. Kepala DP3AKB Dewanto Leksono menyampaikan di Ungaran, Senin (6/7/2026), bahwa kasus cenderung meningkat sejak 2023 dan banyak pelaku merupakan orang terdekat korban, sehingga masyarakat diminta mendukung korban untuk melapor melalui layanan GEMATI.
Semester Pertama 2026, 35 Kasus Kekerasan Seksual Terjadi di Kabupaten Semarang. Mayoritas Pelaku Orang Terdekat Korban

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa