KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kaligrafi Milik Fatah Asal Bener Dibuat Oleh Santri Dibeli Pak Mentri

Kaligrafi Milik Fatah Asal Bener Dibuat Oleh Santri Dibeli Pak Mentri

Kaligrafi Milik Fatah Asal Bener Dibuat Oleh Santri Dibeli Pak Mentri

Mujtaid Al Fatah, saat mengawasi produksi kerajinan kaligrafi di showroom Al Barokah di Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang,

RASIKAFM – Nama Mujtaid Al Fatah, warga Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang belakangan mendadak Viral. Ini terjadi setelah usaha kerajinan kaligrafi dari bahan kuningan miliknya banyak dicari pembeli mulai dari kalangan Santri. Kyai, pejabat Daerah Hingga Mentri.

Meskipun telah banyak pengrajin sejenis, namun Fatah, demikian ia akrab disapa, tak merasa khawatir akan prospek usahanya. Bahkan diera pandemi seperti sekarang ini usahanya tetap berjalan meski omset turun.

“Alhamdulillah mas ditengah badai Pandemi seperti sekarang ini usaha saya masih bisa jalan meski secara Omset turun drastis karena orang lebih mengutamakan kebutuhan pokok” ungkap Fatah mengawali perbincangan dengan Rasika Fm dirumahnya didesa Bener Tengaran Senin 26 juli 21 siang. Fatah menceritakan awalnya dirinya hanya berjualan karya kaligrafi di akhir pekan saja.

Setelah menikmati hasil penjualan yang positif, Fatah mulai serius dalam memproduksi kerajinan kaligrafi kuningan ini. Bahkan tahun 2018 silam. Muhammad Hanif Dhakiri, S.Ag., M.Si. Menteri Ketenagakerjaan pada Kabinet Kerja sempat memesan Kaligrafi dengan Ukuran besar

Kyai Fatah saat memberikan keterangan kepada media

“Awalnya saya belajar dari industri usaha kuningan, mencoba produksi sendiri, ternyata tidak mudah yang seperti saya bayangkan. Tapi tetap saya coba terus,” tambahnya saat ditemui di showroom Al Barokah di Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang,

Agar karyanya dapat diterima pasar, ternyata tidak mudah. Masukan dan kritikan dari pembeli harus ditanggapi dengan senyuman. Selain itu harus menjadi perhatian dan berusaha memperbaiki kualitas produk yang lebih baik.

Berbagai teknik dan inovasi dicoba oleh Fatah. Ia terus bereksplorasi pada proses pembuatan kaligrafi.

Muhammad Hanif Dhakiri, S.Ag., M.Si. mantan Menteri Ketenagakerjaan saat. Melihat karya Kaligrafi Fatah

“Hingga akhirnya saya menemukan teknik dan tulisan yang diminati oleh pembeli,” kata Fatah. Ia mengakui dipasaran hasil karyanya 50 persen harganya lebih murah, dibanding produk serupa. Meski demikian banyak masyarakat menilai kaligrafi garapan Fatah lebih halus dan penulisanya benar.

“Saya membuat usaha kaligrafi kuningan ini, semata mata tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga bagian dari syiar Islam, apalagi karyaanya banyak dikerjakan okeh Santrinya ” tambah fatah.

Sementara itu Harga kaligrafi kuningan buatan Fatah dijual mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 4 juta tergantung beaar kecilnya barang serta tingkat kesulitan lembuatannya (rief)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7 derajat Celsius dengan kelembapan 75 persen. Hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan bagian tengah dan sekitarnya, sementara risiko kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai.
06 Oktober 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Pegunungan Jawa Tengah
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]