KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kasus PMK Masih Tinggi, Bupati Semarang: Penutupan Pasar Hewan Bisa Jadi Diperpanjang

Kasus PMK Masih Tinggi, Bupati Semarang: Penutupan Pasar Hewan Bisa Jadi Diperpanjang

Kasus PMK Masih Tinggi, Bupati Semarang: Penutupan Pasar Hewan Bisa Jadi Diperpanjang

Bupati Semarang Ngesti Nugraha. (Foto/win)

UNGARAN – Melihat tren kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Semarang yang masih tinggi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat mempertimbangkan untuk memperpanjang masa penutupan seluruh pasar hewan di Kabupaten Semarang.

Sebanyak tujuh tempat penjualan hewan yang ditutup sejak 22 Mei 2022 lalu seharusnya berakhir pada 18 Juli 2022. Akan tetapi melihat angka kasus PMK yang menyerang hewan ternak ruminansia masih terbilang tinggi, Bupati Semarang Ngesti Nugraha berencana akan memperpanjang penutupan pasar hewan kembali.

“Penutupan (pasar hewan) sedang dipertimbangkan untuk diperpanjang.
Karena risiko penyebaran PMK semakin meluas,” ungkapnya saat dihubungi, Jumat (22/7/2022).

Selain perpanjangan penutupan pasar hewan, upaya pencegahan penyebaran virus PMK yang dilakukan oleh Pemkab Semarang adalah dengan melaksanakan vaksinasi.

“Dropping vaksin masih jalan terus. Kemarin 3.600 dosis dan akan terus ditambah. Edukasi penanganan PMK juga harus bareng-bareng antara paramedis hewan dengan masyarakat,” ujarnya.

Terkait fenomena “panic selling”, orang nomor satu di Kabupaten Semarang itu mengimbau agar para peternak bisa merawat hewan ternaknya yang terjangkit PMK hingga sembuh terlebih dahulu.

“Kita memahami banyak yang menjual sapi karena takut sapinya keburu mati. Saran kami ya dirawat dulu sampai sembuh sambil menunggu antrian penjualan. Mayoritas bisa sembuh,” sambungnya.

Sementara itu, seorang pedagang sapi di Ambarawa, Danang Prasetyo Aji, menginginkan pasar hewan, khususnya Pasar Hewan Pon di Ambarawa kembali beroperasi. Pasalnya, selama penutupan ia bersama ayahnya yang juga pedagang hewan ternak merasa kesulitan dalam beraktifitas jual beli, terutama mencari sapi untuk dijual.

“Biasanya kalau di pasar kan tinggal pilih, yang sesuai keinginan tersedia dan langsung dapat saat itu juga. Selama penutupan kami harus mencari ke desa-desa, kalau dapatnya kecil ya mau tidak mau dibeli,” katanya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang