KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kasus PMK Masih Tinggi, Bupati Semarang: Penutupan Pasar Hewan Bisa Jadi Diperpanjang

Kasus PMK Masih Tinggi, Bupati Semarang: Penutupan Pasar Hewan Bisa Jadi Diperpanjang

Kasus PMK Masih Tinggi, Bupati Semarang: Penutupan Pasar Hewan Bisa Jadi Diperpanjang

Bupati Semarang Ngesti Nugraha. (Foto/win)

UNGARAN – Melihat tren kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Semarang yang masih tinggi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat mempertimbangkan untuk memperpanjang masa penutupan seluruh pasar hewan di Kabupaten Semarang.

Sebanyak tujuh tempat penjualan hewan yang ditutup sejak 22 Mei 2022 lalu seharusnya berakhir pada 18 Juli 2022. Akan tetapi melihat angka kasus PMK yang menyerang hewan ternak ruminansia masih terbilang tinggi, Bupati Semarang Ngesti Nugraha berencana akan memperpanjang penutupan pasar hewan kembali.

“Penutupan (pasar hewan) sedang dipertimbangkan untuk diperpanjang.
Karena risiko penyebaran PMK semakin meluas,” ungkapnya saat dihubungi, Jumat (22/7/2022).

Selain perpanjangan penutupan pasar hewan, upaya pencegahan penyebaran virus PMK yang dilakukan oleh Pemkab Semarang adalah dengan melaksanakan vaksinasi.

“Dropping vaksin masih jalan terus. Kemarin 3.600 dosis dan akan terus ditambah. Edukasi penanganan PMK juga harus bareng-bareng antara paramedis hewan dengan masyarakat,” ujarnya.

Terkait fenomena “panic selling”, orang nomor satu di Kabupaten Semarang itu mengimbau agar para peternak bisa merawat hewan ternaknya yang terjangkit PMK hingga sembuh terlebih dahulu.

“Kita memahami banyak yang menjual sapi karena takut sapinya keburu mati. Saran kami ya dirawat dulu sampai sembuh sambil menunggu antrian penjualan. Mayoritas bisa sembuh,” sambungnya.

Sementara itu, seorang pedagang sapi di Ambarawa, Danang Prasetyo Aji, menginginkan pasar hewan, khususnya Pasar Hewan Pon di Ambarawa kembali beroperasi. Pasalnya, selama penutupan ia bersama ayahnya yang juga pedagang hewan ternak merasa kesulitan dalam beraktifitas jual beli, terutama mencari sapi untuk dijual.

“Biasanya kalau di pasar kan tinggal pilih, yang sesuai keinginan tersedia dan langsung dapat saat itu juga. Selama penutupan kami harus mencari ke desa-desa, kalau dapatnya kecil ya mau tidak mau dibeli,” katanya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]