URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Meski kasus sedang ditangani oleh kepolisian, pihak keluarga berencana akan mengirim surat agar kasus ini aman dari orang yang mempunyai kepentingan dan pelaku bisa terungkap.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Keluarga Masih Optimis Kepolisian Bisa Ungkap Kasus Pembunuhan Iwan Boedi

Keluarga Masih Optimis Kepolisian Bisa Ungkap Kasus Pembunuhan Iwan Boedi

Keluarga Masih Optimis Kepolisian Bisa Ungkap Kasus Pembunuhan Iwan Boedi

Iwan Boedi Prasetijo Paulus, pegawai Bapenda Semarang yang menjadi korban pembunuhan.
featured-img

SEMARANG – Misteri pembunuhan Iwan Boedi Prasetijo Paulus yang jasadnya ditemukan dalam kondisi terbakar tak utuh di CV Family Kawasan Marina Kota Semarang pada Kamis (8/9/2022) malam lalu hingga kini belum terungkap.

Sudah lebih dari sebulan belum adanya penetapan tersangka dari kepolisian baik itu Polda Jateng maupun Polrestabes Semarang. Meski demikian, pihak keluarga masih terus optimis bahwa kasus pembunuhan Iwan Boedi bisa diungkap oleh kepolisian.

“Kalo optimis kami yakin kepolisian bisa mengungkap kasus pembunuhan ini,” ujar anak sulung Iwan Boedi, Theresia Alfita Saraswati setelah misa 40 hari kematian ayahnya di Gereja Santa Maria Fatima, Kecamatan Banyumanik, Semarang, Jumat (14/10/2022) malam.

Saras menambahkan, saat ini kasus tersebut masih terus didalami oleh pihak kepolisian. Dirinya berharap pembunuhan ayahnya bisa terus menjadi atensi dari masyarakat.

“Untuk kasusnya sendiri masih berjalan. Harapan keluarga sendiri ini nanti dari pihak kepolisian mereka masih mengupayakan untuk berjalannnya kasus,” jelasnya.

“Dan kami harapannya bisa diberi jalan seperti apapun bukti maupun saksi ini semakin ada titik terang. Kami terus berharap kasus pak Iwan masih mendapat atensi dari pihak kepolsiian dan pihak terkait juga dari khalayak publik supaya nanti bisa menemukan jalan kebenaran,” tambahnya.

Meski kasus sedang ditangani oleh kepolisian, pihak keluarga berencana akan mengirim surat agar kasus ini aman dari orang yang mempunyai kepentingan dan pelaku bisa terungkap.

“Kami sudah bikin draftnya cuma mungkin dalam waktu dekat kita kirim karena lagi fokus 40 hari dulu nanti setelahnya baru langkah selanjutnya. Rencana akan langsung dikirim ke istana tujuannya kasus ini agar mendapat atensi karena sampai saat ini belum ada tanda-tanda terkait kasusnya,” katanya.

“Tapi kami percaya dari pihak kepolisian masih menjalankan tugasnya untuk mencari bukti dan saksi,” lanjutnya.

Pihak keluarga juga menyiapkan pengacara sebagai bantuan konsultasi hukum terkait proses kasus pembunuhan Iwan Boedi.

“Untuk pengacara sudah ada beberapa opsi tapi memang sampai saat ini kita masih konsultasi karena ada beberapa pertimbangan mungkin dalam waktu dekat sudah menentukan surat kuasa akan diberikan kepada siapa untuk kuasa hukumnya,” bebernya

Sementara itu, terkait dugaan keterlibatan anggota TNI dalam pembunuhan Iwan Boedi, Saras mengaku belum ada informasi yang pasti dari keterangan penyidik. Dirinya juga tidak mau mencurigai siapapun karena menyerahkan sepenuhnya kasus kematian Iwan Boedi ke kepolisian.

“Kalo kecurigann jujur dari keluarga enggak, belum tau. Tapi tadi sebelum misa perwakilan Pondam ada yang datang ke rumah mungkin menyusul kemarin yang artikel tiga TNI sedang diperiksa dan tadi memang ada perwakilan kalo gak salah 4 datang ke rumah,” paparnya.

Sementara Saras mengaku almarhum ayahnya tidak pernah menceritakan kalau mempunyai sosok teman atau relasi dari TNI

“Papah kenalan TNI tidak ada tapi pernah cerita temennya Camat atau Lurah gitu cerita tapi kalo TNI tidak pernah cerita,” imbuhnya

Disisi lain, Saras mengaku pernah diceritakan oleh ayahnya terkait akan naik jabatan di Dinasnya yakni di Bapenda Kota Semarang. Meski demikian, dirinya tak tahu apakah motif ini yang membuat ayahnya dibunuh.

“Kalo masalah pelantikan bapak cerita maksudnya dicalonkan cerita jadi Kabid (Kepala Bidang) tapi kalau bagiannya apa yang tau mamah dari papan cuma mau dipromosikan,” tutupnya.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan