URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kecelakaan maut terjadi di Tol Semarang–Solo KM 426.400 jalur A, Ungaran Timur, melibatkan Toyota Hi-Ace rombongan takziah Yayasan Marsudirini dan truk crane. Insiden Selasa pagi ini menewaskan satu penumpang dan melukai belasan lainnya, diduga akibat sopir kelelahan, dengan penanganan dilakukan kepolisian dan tim medis.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Laka Maut di Tol Ungaran, Ini Sejumlah Faktanya

Laka Maut di Tol Ungaran, Ini Sejumlah Faktanya

Laka Maut di Tol Ungaran, Ini Sejumlah Faktanya

Kondisi Toyota Hi-Ace yang ringsek usai terlibat kecelakaan dengan truk crane bermuatan beton di ruas Tol Semarang-Solo KM 426.400, Susukan, Ungaran Timur, Selasa (6/1/2026). Foto: win
Kondisi Toyota Hi-Ace yang ringsek usai terlibat kecelakaan dengan truk crane bermuatan beton di ruas Tol Semarang-Solo KM 426.400, Susukan, Ungaran Timur, Selasa (6/1/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kecelakaan yang terjadi di ruas Tol Semarang-Solo KM 426.400 jalur A, tepatnya di jembatan Susukan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Selasa (6/1/2026) menyebabkan satu korban meninggal dunia dan belasan lainnya luka.

Diketahui kendaraan yang terlibat adalah Toyota Hi-Ace bernomor polisi B 7047 PXU yang membawa rombongan takziah Yayasan Marsudirini dari Bekasi, dengan
truk crane B 9241 VB yang bermuatan beton. [custom-related-posts title=”Kabar terkait” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Kasatlantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, menjelaskan bahwa total penumpang dalam kendaraan Toyota Hi-Ace berjumlah 14 orang. Seluruh penumpang merupakan rombongan guru dari susteran Yayasan Marsudirini Bekasi yang tengah melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Bawen untuk ber takziah.

“Keseluruhan penumpang Hi-Ace ada 14 orang. Yang dibawa ke IGD RS Gondo Suwarno Ungaran sebanyak 10 orang,” jelas Lingga.

Ia menambahkan, berdasarkan pembaruan data terakhir, lima korban harus dirujuk ke RS Elisabeth Semarang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Satu korban dinyatakan meninggal dunia, sementara beberapa korban lainnya masih menjalani perawatan di RS Gondo Suwarno Ungaran.

“Empat korban masih dalam observasi, sedangkan korban lainnya diperbolehkan rawat jalan,” imbuhnya.

Terkait penyebab kecelakaan, Lingga menyampaikan sopir Toyota Hi-Ace hingga saat ini belum dapat dimintai keterangan karena kondisi kesehatannya. Namun, berdasarkan keterangan sementara dari sejumlah penumpang, sebelum kejadian sopir diduga mengalami kelelahan.

“Menurut keterangan penumpang, sebelum terjadi kecelakaan terindikasi sopir mengantuk,” ungkapnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan serta meminta keterangan tambahan dari saksi-saksi di lokasi kejadian.

“Kami mengimbau para pengendara, khususnya yang melakukan perjalanan jarak jauh, untuk memastikan kondisi fisik tetap prima serta beristirahat apabila merasa lelah atau mengantuk guna mencegah kecelakaan serupa,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Sebuah rumah milik Sarwoto di Dusun Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terbakar pada Kamis (30/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu bara api yang masih tersisa di tungku kayu setelah digunakan memasak air sebelum pemilik rumah pergi ke pasar. Petugas Damkar dan BPBD berhasil memadamkan api, tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar
Sebuah truk bernomor polisi N 9906 UE diduga gagal menanjak dan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Karanggede, Dusun Bawangan, Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Truk yang melaju dari Klego menuju Salatiga itu mundur setelah kehilangan tekanan angin pada kompresor, diduga menyenggol sepeda motor sebelum menghantam bangunan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan mendata dampak yang ditimbulkan.
Gagal Nanjak, Truk alami Laka di Reksosari Suruh, Motor dan Bangunan jadi Korban
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Kepala Kesbangpol Suyana mengungkapkan Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh kasus narkoba tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data BNN Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan di Ungaran, Rabu (29/7/2026), menyusul meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang menyasar pelajar dan ditemukannya kasus penanaman ganja oleh seorang warga. Pemkab pun memperkuat pencegahan melalui program Gada Krisna dengan membentuk relawan antinarkoba hingga tingkat desa.
Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot
Sebuah truk box Isuzu bernomor polisi B-9973-TCH terguling di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya dekat Hotel Family, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Senin (27/7/2026) malam. Kecelakaan tunggal diduga dipicu ban selip saat melintasi jalan menurun dan menikung yang licin akibat hujan. Pengemudi dan seorang penumpang mengalami luka ringan hingga fraktur, kemudian dilarikan ke RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo untuk mendapat perawatan.
Truk Box Terguling di JLS Salatiga Saat Hujan, Dua Orang Luka-luka
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
8c949158-0ae8-4db6-b256-648cb0ed60d0
Motor tanpa Plat Nomor Oleng, Tabrak Pohon di Muwardi Salatiga, Korban Meninggal

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga