URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang berencana membangun rumah sakit berkonsep green hospital di Desa Barukan, Kecamatan Tengaran, dengan memanfaatkan lahan eks UPTD BPTU Mulyorejo seluas 19 hektar milik Pemkab. Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyampaikan pada Rabu, 28 Mei 2025, bahwa sejumlah investor dari Australia, Belarus, Turki, dan Korea telah disurvei untuk mendukung proyek tanpa membebani APBD.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lokasi Pembangunan Green Hospital di Kabupaten Semarang Mulai Dilirik Calon Investor

Lokasi Pembangunan Green Hospital di Kabupaten Semarang Mulai Dilirik Calon Investor

Lokasi Pembangunan Green Hospital di Kabupaten Semarang Mulai Dilirik Calon Investor

Lahan eks UPTD BPTU Mulyorejo di Desa Barukan, Tengaran, yang menjadi calon lokasi “green hospital” di Kabupaten Semarang bagian selatan. Foto: IST
Lahan eks UPTD BPTU Mulyorejo di Desa Barukan, Tengaran, yang menjadi calon lokasi “green hospital” di Kabupaten Semarang bagian selatan. Foto: IST
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang tengah mendorong realisasi pembangunan rumah sakit berkonsep green hospital di wilayah selatan, tepatnya di Desa Barukan, Kecamatan Tengaran.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengungkapkan, lokasi pembangunan rumah sakit telah disiapkan di atas lahan eks UPTD Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Mulyorejo seluas 19 hektar milik Pemkab Semarang. Pihaknya saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai calon investor guna merealisasikan proyek tersebut.

“Kami telah menawarkan peluang investasi ini kepada beberapa calon investor, termasuk dari Kedutaan Australia, Belarus, Turki, dan investor dari Korea. Mereka sudah melakukan survei lokasi. Harapannya, investor bisa membantu membangun rumah sakit tanpa membebani APBD,” jelas Ngesti saat dikonfirmasi, Rabu (28/5/2025) sore.

Dijelaskan Ngesti, jika tidak ada investor yang masuk hingga tahun 2027, Pemkab akan menjadikan proyek ini sebagai prioritas pembangunan dengan pendanaan bertahap melalui APBD.

“Mungkin kita bangun tipe C dulu. Kalau anggaran masih tidak memungkinkan, tipe D juga tidak masalah, yang penting bisa melayani masyarakat,” kata dia.

Selain rumah sakit, kawasan eks Mulyorejo juga dirancang sebagai kawasan terpadu yang mencakup pengembangan agrowisata dan kawasan industri. Untuk itu, Pemkab juga merencanakan pembangunan dan pelebaran akses jalan dari Terminal Tingkir Salatiga menuju Mulyorejo, yang akan terhubung ke wilayah Kecamatan Pabelan dan Bancak.

“Kami ingin wilayah selatan Kabupaten Semarang bisa tumbuh cepat secara ekonomi. Dengan adanya rumah sakit, agrowisata, dan zona industri, kawasan ini akan berkembang pesat,” ujar Bupati.

Konsep green hospital yang diusung nantinya akan mengedepankan suasana hijau, sejuk, dan ramah lingkungan, dikelilingi pepohonan rindang. Di area seluas 19 hektar itu, sekitar 3,8 hektar direncanakan untuk agrowisata, sementara sisanya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.

“Kalau melihat dana pembangunan rumah sakit tipe C, perkiraannya mencapai Rp438 miliar. Jika terlalu besar, kita bisa mulai dengan tipe D dulu yang biayanya lebih terjangkau, tapi tetap bisa memberikan pelayanan maksimal untuk masyarakat di wilayah selatan,” tambahnya. (win)

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara