URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Mafindo Salatiga kembali mengadakan program literasi digital dengan menyasar kalangan lansia melalui program Tular Nalar. Program ini bertujuan untuk membekali lansia agar cakap digital sehingga mampu menyaring informasi yang diperoleh, tidak mudah tertipu, dan mampu mengamankan data pribadi dengan baik. Program ini diikuti lebih dari 50 peserta dari komunitas gereja di Gereja Kristus Raja Semesta Alam Salatiga Tegalrejo, dengan topik Ragam Aplikasi Percakapan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Mafindo Salatiga Sasar Kalangan Lansia, Bekali Mereka Literasi Digital

Mafindo Salatiga Sasar Kalangan Lansia, Bekali Mereka Literasi Digital

Mafindo Salatiga Sasar Kalangan Lansia, Bekali Mereka Literasi Digital

Mafindo Salatiga kembali mengadakan program literasi digital dengan menyasar kalangan lansia melalui program Tular Nalar. Program ini bertujuan untuk membekali lansia agar cakap digital sehingga mampu menyaring informasi yang diperoleh, tidak mudah tertipu, dan mampu mengamankan data pribadi dengan baik. Program ini diikuti lebih dari 50 peserta dari komunitas gereja di Gereja Kristus Raja Semesta Alam Salatiga Tegalrejo, dengan topik Ragam Aplikasi Percakapan.
Foto:dok.
Sejumlah Lansia saat ikuti program Tular Nalar melalui Akademi Digital Lansia yang digelar oleh Mafindo Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Setelah sukses memberikan edukasi dan literasi pada kalangan muda dan milenial yang diikuti pelajar dan mahasiswa se-kota Salatiga minggu lalu, kini Mafindo Salatiga kembali hadir dengan dengan menyasar kalangan lansia.

Dr.Agus Triyono, MSi dari Mafindo Kota Salatiga saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Salatiga menyelenggarakan program Tular Nalar dengan komunitas lanjut usia (lansia) melalui Akademi Digital Lansia. Program ini bertujuan membekali lansia agar cakap digital sehingga mampu menyaring informasi yang diperoleh, tidak mudah tertipu, dan mampu mengamankan data pribadi dengan baik.

“Inilah bagian dari kontribusi kami untuk sedikit berbagi pada kalangan orang tua. Karena mereka wajib kita dampingi agar dapat menerima manfaat yang lebih dari masifnya teknologi hingga kini,” ujar Agus.

Ia menuturkan Mafindo Salatiga beranggotakan sekumpulan relawan ini merasa perlu untuk berkontribusi membantu dalam literasi digital. Salah satu programnya adalah program Tular Nalar dengan 2 sasaran yakni Akademi Digital Lansia(ADL) dan Sekolah Kebangsaan dengan menyasar pada partisipasi pemilih pemula menghadapi tahun politik.

“2 program itu sedang menjadi agenda akhir-akhir. Kedepan kami juga rencanakan untuk menggandeng banyak stakeholders untuk bersama-sama terlibat dalam mendorong literasi digital ini agar memiliki nilai manfaat pada banyak pihak,”tambahnya.

Pada kegiatan pelatihan untuk lansia yang baru saja dilakukan ini diikuti lebih dari 50 peserta. Dilakukan Minggu (19/3/2023) dengan peserta komunitas gereja di Gereja Kristus Raja Semesta Alam Salatiga Tegalrejo, dengan topik Ragam Aplikasi Percakapan.

Hal itu menarik diangkat karena lansia sangat rentan terhadap penggunaan perangkat dengan model percakapan tersebut. Program Tular Nalar ini digagas oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia Mafindo, FISKOM UKSW, dan UDINUS.

Romo Kepala Paroki gereja Katolik Kristus Raja Semesta Alam, Markus Walidi menilai kegiatan banyak memberi manfaat positif bagi jemaat karena sangat relevan kondisi saat ini. Apalagi orangtua membutuhkan informasi dan pendampingan penggunaan teknologi informasi.

“Pelatihan ini sangat memberi manfaat yang banyak, apalagi hadirnya teknologi informasi menuntut orang tua khususnya kalangan lansia butuh pendampingan dalam penggunaannya. Ini agar tidak mudah mendapat provokasi dan pengaruh negatif media digital,” ujar Romo Markus.

Lansia, saat ini mau tidak mau menjadi bagian dari teknologi, khususnya media sosial sudah semakin masif. Meski hanya berinteraksi dengan grup media sosial atau kontak telepon, tetapi harus hati-hati dalam penggunaannya sehingga tidak mudah terpengaruh dengan efek negatif seperti yang terjadi di beberapa pemberitaan media.

Koordinator Fasilitator, Wilsa B. Astuti menyebut antusiasme peserta begitu semangat dari awal hingga akhir acara.

“Peserta menyambut baik dan bersemangat. Artinya mereka saat ini membutuhkan pelatihan ini untuk membantu mereka agar tidak terlalu ketinggalan dengan media digital, termasuk dampaknya,” ujarnya saat memberi pengantar peserta di dampingi Ketua Komite Organisasi dan Pengembangan SDM Mafindo Boni Soehakso.

Sebelumnya Literasi digital serupa juga pernah dilakukan yakni, digelar di pendopo DPRD kota Salatiga diikuti beberapa kelompok dan komunitas pra lansia dan lansia di kota Salatiga dengan jumlah 60an peserta.

BACA JUGA :

Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus menegaskan kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, sekaligus mewisuda total 1.299 lulusan pada periode tersebut.
Wisuda ke-12 UIN Salatiga, Dua Mahasiswa Difabel Sukses Raih Gelar Sarjana
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga