URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Memasuki musim pancaroba, warga Desa Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, mengalami kerusakan pada 44 rumah akibat hujan deras dan angin kencang pada Sabtu (4/11/2023). Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, telah mengambil langkah-langkah pencegahan, termasuk koordinasi dengan pemangku wilayah, pembentukan grup komunikasi, dan penyiagaan tim reaksi cepat untuk menangani bencana.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Masuk Masa Pancaroba, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Bencana Hidrometeorologi

Masuk Masa Pancaroba, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Bencana Hidrometeorologi

Masuk Masa Pancaroba, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Bencana Hidrometeorologi

Kondisi bangunan yang porak poranda di Desa Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang akibat diterjang hujan lebat disertai angin kencang, Sabtu (4/11/2023) petang.

Foto: tangkapan layar video warga

Kondisi bangunan yang porak poranda di Desa Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang akibat diterjang hujan lebat disertai angin kencang, Sabtu (4/11/2023) petang.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Memasuki masa peralihan musim (pancaroba), beragam bencana hidrometeorologi berupa hujan deras disertani angin kencang, banjir, dan tanah longsor berpotensi terjadi. Seperti yang dialami oleh warga Desa Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang pada Sabtu (4/11/2023) petang kemarin, di mana sedikitnya 44 rumah atau bangunan rusak akibat diterjang hujan lebat disertai angin kencang.

Menyikapi hal itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang Alexander Gunawan mengatakan, dengan pergeseran cuaca yang tidak menentu seperti saat ini pihaknya telah melaksanakan koordinasi dengan pemangku wilayah dalam hal ini camat.

“Kita buat group whatsapp (wa) untuk mempercepat komunikasi dan melakukan mitigasi bencana. Setiap hari kita update prakiraan cuaca dari BMKG lalu dishare langsung ke camat, sehingga bisa ditindaklanjuti ke desa/ kelurahan,” ujar Alex (sapaan akrabnya) saat dihubungi, Selasa (7/11/2023).

Kemudian langkah yang kedua, lanjut Alex, membangun komunikasi dengan seluruh relawan yang ada di 19 kecamatan baik secara forman dan non-formal terkait kondisi di lapangan. Tujuannya agar jika terjadi bencana, dapat segera tertangani.

“Kami juga siagakan anggota dengan personel lengkap. Kemudian ada tim reaksi cepat sebagai tim aju (pendahulu), sisanya yang lain standby monitor 24 jam,” jelasnya.

Dari segi sarana dan prasarana, pengecekan peralatan pendukung juga telah dilakukan. Secara umum, kondisinya terbilang bagus dan siap digunakan.

“Yang kondisinya kurang memadai, kita perbaiki sehingga pada saatnya nanti bisa digunakan untuk melayani masyarakat,” urainya.

Alex mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Semarang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi tersebut. Terutama di wilayah rawan seperti Kecamatan Sumowono, Banyubiru, Pabelan, Bringin, Bandungan serta Bancak.

“Berdasarkan data dan peta rawan bencana, kejadian bencana di Kabupaten Semarang dari tahun ke tahun kita beri perhatian, itu jadi warning utama teman-teman di kecamatan sebagai bentuk antisipasi,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput
Istiono Tertabrak Sepeda Motor Di Jalan Lingkar Salatiga saat Berjalan Kaki
Pejalan Kaki Tertabrak Sepeda Motor di Jalan Lingkar Salatiga
Sebuah rumah milik Sarwoto di Dusun Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terbakar pada Kamis (30/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu bara api yang masih tersisa di tungku kayu setelah digunakan memasak air sebelum pemilik rumah pergi ke pasar. Petugas Damkar dan BPBD berhasil memadamkan api, tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar
Sebuah truk bernomor polisi N 9906 UE diduga gagal menanjak dan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Karanggede, Dusun Bawangan, Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Truk yang melaju dari Klego menuju Salatiga itu mundur setelah kehilangan tekanan angin pada kompresor, diduga menyenggol sepeda motor sebelum menghantam bangunan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan mendata dampak yang ditimbulkan.
Gagal Nanjak, Truk alami Laka di Reksosari Suruh, Motor dan Bangunan jadi Korban
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Kepala Kesbangpol Suyana mengungkapkan Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh kasus narkoba tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data BNN Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan di Ungaran, Rabu (29/7/2026), menyusul meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang menyasar pelajar dan ditemukannya kasus penanaman ganja oleh seorang warga. Pemkab pun memperkuat pencegahan melalui program Gada Krisna dengan membentuk relawan antinarkoba hingga tingkat desa.
Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot
Sebuah truk box Isuzu bernomor polisi B-9973-TCH terguling di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya dekat Hotel Family, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Senin (27/7/2026) malam. Kecelakaan tunggal diduga dipicu ban selip saat melintasi jalan menurun dan menikung yang licin akibat hujan. Pengemudi dan seorang penumpang mengalami luka ringan hingga fraktur, kemudian dilarikan ke RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo untuk mendapat perawatan.
Truk Box Terguling di JLS Salatiga Saat Hujan, Dua Orang Luka-luka

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga