URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Festival Kampung Singkong 2025 digelar di Kampung Singkong, Ledok, Argomulyo, Kota Salatiga, pada Minggu 5 Oktober 2025. Ratusan warga menikmati 130 varian olahan singkong secara gratis. Acara ini bertujuan memperkenalkan potensi kuliner lokal, meningkatkan kesejahteraan warga, serta memperkuat identitas budaya dengan sistem pembagian bergilir.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Meriah! Festival Kampung Singkong, Warga Serbu Aneka Makanan

Meriah! Festival Kampung Singkong, Warga Serbu Aneka Makanan

Meriah! Festival Kampung Singkong, Warga Serbu Aneka Makanan

Malik – panitia festival kampung singkong
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ratusan warga berdesakan sambil berebut makanan olahan singkong, dalam rangka festival kampung singkong 2025 yang digelar di kampung singkong, kelurahan ledok, kecamatan Argomulyo kota Salatiga, Jawa Tengah, Minggu (5.10.2025).

Dalam acara ini warga bisa makan sepuasnya dari ratusan varian makanan berbahan singkong.

Tema yang diangkat dalam festival ini adalah mangan singkong sak waregmu yang berarti makan singkong sepuasnya.

Kepada rasikafm.com, Iben Malik panitia festival kampung singkong menjelaskan makan singkong digelar dengan system ratusan warga digilir perbagian agar tidak saling berebut sehingga semua bisa mendapat singkong, namun kenyataanya warga tetap berebut dan berdesakan agar tidak kehabisan. “Kami menyediakan ribuan makanan singkong yang diolah menjadi sekitar 130 varian makanan dengan bahan dasar utama singkong” Ujar Malik.

Seperti diketahui jika Festival Kampung Singkong dengan tema mangan singkong sak waregmu tersebut telah menjadi agenda tahunan, hal ini sebagai ucapan syukur kepada Tuhan karena dengan singkong telah meningkatkan kesejahteraan warga di kampung singkong.

“Kami juga membagikan kepada warga berbagai makanan olahan singkong, selain itu juga untuk memperkuat identitas lokal dan memperkenalkan potensi kuliner khas berbasis singkong” ujar Gus Toyip panggilan beken Malik.

Pihaknya berharap dengan festival kampung singkong mampu mengangkat singkong sebagai simbol kearifan lokal sekaligus peluang ekonomi Masyarakat.

Pantauan wartawan, dari singkong mampu diolah dengan beragam inovasi menjadi produk yang bernilai tambah dan berdaya saing. kampung singkong ada 48 umkm yang telah menghasilkan 137 varian makanan dengan bahan dasar singkong.

Sementara itu Festival kampung singkong dengan membagikan gratis aneka makanan bahan baku singkong kini menjadi daya tarik warga luar daerah untuk datang ke kampung singkong.

Yani misalnya warga Tengaran ini mengaku jika Festival kampung singkong memiliki daya tarik wisata tersendiri. “Sebagai destinasi wisata kuliner dan budaya kampung singkong mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan Masyarakat” Ujarnya.

Malik panitia Festival Kampung Singkong 2025

BACA JUGA :

Angkringan Godong Lumbu di samping Pos Polisi Taman Kecandran, Kota Salatiga, menjadi pilihan tempat istirahat bagi pengendara yang melintas di Jalan Lingkar Salatiga. Buka setiap hari pukul 16.00–23.00 WIB, angkringan ini menawarkan nasi bakar, ayam gongso, aneka sate, area parkir luas, serta suasana nyaman dengan harga terjangkau untuk berbagai kalangan pengunjung.
Cerdik Baca Peluang di JLS, Kafi Raup Cuan Buka Angkringan Godong Lumbu
Kuliner sate kronyos menjadi daya tarik khas di Pasar Raya I Salatiga, disajikan oleh Asih Suminem sejak era 1950-an. Hidangan berbahan lemak dan jeroan ini diminati karena cita rasa unik, harga terjangkau, serta pengalaman makan autentik di tengah suasana pasar tradisional.
Sate Kronyos Khas Salatiga, Kuliner yang Bikin Kangen Harga Merakyat
Kuliner BUMBUM Dimsum hadir di Kota Salatiga dengan konsep dimsum sebagai lauk praktis bergizi. Dikelola Chilia, usaha ini berlokasi di Gendongan dan buka setiap hari. Mengutamakan bahan segar dengan dominasi daging ayam, BUMBUM Dimsum menawarkan menu variatif, siap santap dan frozen, untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern.
BUMBUM Dimsum Hadir di Salatiga, Siap Manjakan Pecinta Kuliner asal Tiongkok
Tren olahraga padel hadir di Salatiga melalui Beans Padel yang memadukan permainan padel dan wisata durian Musang King di JLS Salatiga. Konsep ini menarik pengunjung lokal hingga luar kota. Inovasi ini dihadirkan pemilik usaha untuk menawarkan pengalaman olahraga sekaligus kuliner premium dalam satu lokasi dengan tarif sewa lapangan dan harga durian tertentu.
Tren Baru Olahraga di Salatiga, Main Padel Sambil Makan Durian
Makan siang di Pawon Tlogo, kawasan Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan pengalaman kuliner tradisional. Pengunjung menikmati masakan Jawa yang dimasak langsung di atas tungku kayu bakar pada Januari 2026, demi menjaga cita rasa autentik dan menghadirkan sensasi nostalgia melalui proses memasak cara lama.
Resep Rahasia di Atas Tungku, Manjakan Penikmat Kuliner di Pawon Tlogo Tuntang
Warung Makan Gule Mbah Djaeni menjadi kuliner legendaris yang dikelola generasi ketiga keluarga Roni Eka Bastian di gang Jalan Sukowati, Salatiga, sejak 1978. Tetap ramai dikunjungi hingga kini karena cita rasa rempah khas dan menu unik seperti gule goreng yang diolah segar setiap hari.
Warung Gule Mbah Djaeni 1978, Legendaris Kuliner di Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pembangunan akses On/Off Ramp Pattimura di Kota Salatiga terus menunjukkan perkembangan dengan progres konstruksi mencapai 13,2 persen hingga Juni 2026. Proyek yang dikerjakan PT Trans Marga Jateng ini ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027 untuk memperkuat konektivitas dengan Tol Semarang–Solo, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, pendidikan, dan pariwisata di wilayah Salatiga dan sekitarnya.
Akses Tol Pattimura Salatiga Dikebut, Progres Sudah 13,2 Persen dan Ditarget Beroperasi Awal 2027
Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut
Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang menetapkan tiga koordinator kelompok masyarakat (Pokmas) Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan sarana prasarana dan pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan APBD Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2019–2020. Ketiganya diduga menyelewengkan dana swakelola hingga merugikan keuangan negara sekitar Rp600 juta dan ditahan sejak 30 Juni 2026 untuk kepentingan penyidikan.
Korupsi Dana Swakelola Bergas Lor Terbongkar, Tiga Koordinator Pokmas Dijebloskan ke Tahanan