RASIKAFM.COM | SALATIGA – Wali Kota Salatiga secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Salatiga, (29/01/2026). Kegiatan yang digelar di Aula Bhineka Husada tersebut turut dihadiri Ketua DPRD, Pj. Sekretaris Daerah, Dewan Pengawas RSUD, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bappeda, serta jajaran manajemen RSUD Kota Salatiga.
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, berharap Musrenbang dapat melahirkan usulan pengembangan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya menjadikan RSUD sebagai rumah sakit yang dipercaya oleh warganya sendiri.
“Salah satu kunci pelayanan yang baik adalah komunikasi. Saya lebih menekankan pada kualitas pelayanan dibanding pengembangan infrastruktur, karena fasilitas pelayanan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan membangun trust atau kepercayaan masyarakat agar RSUD menjadi pilihan utama untuk berobat. Dalam perumusan Musrenbang ini, saya berharap usulan yang muncul benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan dikaji secara mendalam. Jangan sampai kita mengembangkan pelayanan yang sebenarnya belum terlalu dibutuhkan sehingga berpotensi mubazir,” tegasnya.
Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, M.Si., turut menyampaikan sejumlah usulan terkait pengembangan rumah sakit yang tidak hanya berfokus pada anggaran dan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan serta pembangunan nonfisik.
“Untuk RSUD ke depan, saya mengusulkan pengelolaan informasi yang lebih baik kepada pasien dan keluarga, peningkatan kualitas pelayanan, serta penambahan unit usaha agar pendapatan rumah sakit tidak hanya bertumpu pada rawat inap dan rawat jalan. Ini perlu masuk dalam renstra kita, tidak hanya pengembangan rumah sakit secara fisik, tetapi juga pengembangan unit usaha. Kita juga perlu menetapkan prioritas layanan unggulan atau ikon layanan yang dioptimalkan,” ujarnya.
Direktur RSUD Kota Salatiga, dr. Ita Rima Rahmawati, Sp.Rad(K) PRP, memaparkan selayang pandang serta rencana pembangunan RSUD Kota Salatiga Tahun 2027.
“Selaras dengan arah kebijakan Sehati – Salatiga Sehat Terlindungi, pada 2027 RSUD menetapkan fokus pengembangan layanan unggulan di tiga bidang, yaitu trauma center, layanan onkologi (kanker), dan KIA. Kami juga merencanakan penyisihan anggaran sebesar 3% per tahun guna mendukung pembangunan gedung RSUD Kota Salatiga,” jelasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab bersama seluruh peserta. Musrenbang ini diharapkan menghasilkan rumusan perencanaan yang tepat sasaran, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, serta selaras dengan peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Dengan demikian, RSUD Kota Salatiga diharapkan mampu menjadi rumah sakit rujukan yang memberikan pelayanan kesehatan berkualitas, aman, serta berorientasi pada kepuasan dan kebutuhan masyarakat Kota Salatiga.