RASIKAFM.COM | UNGARAN — Kampung Keluarga Berkualitas (KB) “Manggar Lestari” di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, berhasil meraih predikat terbaik tingkat nasional tahun 2026. Salah satu inovasi yang mengantarkan prestasi tersebut adalah paket wisata edukatif “Super Daddy” yang mengusung kebersamaan ayah dan anak.
Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Semarang Ngesti Nugraha pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (8/7/2026). Sejak diluncurkan, program ini telah diikuti sekitar 500 keluarga.
Kepala Desa Lerep, Sumaryadi, mengatakan program wisata “Super Daddy” telah dijalankan selama dua tahun terakhir sebagai bagian dari penguatan pembangunan keluarga di Kampung KB. Program itu juga sejalan dengan tema Harganas 2026, yakni “Ayah Wajib Hadir”, sekaligus menjadi implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia.
“Melalui paket wisata tersebut, ayah dan anak diajak menghabiskan waktu bersama dalam berbagai aktivitas khas pedesaan, seperti bermain di sungai, membajak sawah, memanen singkong, hingga memainkan gamelan,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengajak para ayah untuk mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas. Selain aktif mendampingi tumbuh kembang anak, kaum pria juga didorong berpartisipasi dalam program keluarga berencana, termasuk menjadi akseptor Metode Operasi Pria (MOP).
“Kehadiran ayah sangat penting dalam membangun keluarga yang harmonis sekaligus mencegah anak terjerumus ke berbagai perilaku negatif, seperti klithih, kreak, maupun penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Ngesti juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Semarang. Saat ini prevalensi stunting tercatat turun menjadi 1,6 persen, menempatkan Kabupaten Semarang sebagai daerah dengan angka stunting terendah kedua di Jawa Tengah.
Sementara itu, Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang, Dewanto Leksono Widagdo, mengungkapkan hasil Pendataan Keluarga 2025 oleh Kemendukbangga/BKKBN menunjukkan satu dari empat anak masih tumbuh tanpa keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan.
“Kami akan terus memperkuat berbagai program yang mendorong peningkatan peran ayah dalam pendidikan dan pengasuhan anak sebagai fondasi terbentuknya keluarga yang berkualitas,” ujarnya. (win)


