RASIKAFM.COM | SALATIGA – Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Salatiga, menanggapi adanya kasus penyakit selama libur Lebaran 2026.
Kepala Dinkes Kota Salatiga, Prasit Al Hakim, menegaskan secara umum tidak ada peningkatan signifikan. Meski mobilitas masyarakat meningkat saat arus mudik dan balik, kondisi kesehatan warga relatif terkendali.
Hasil pemantauan Dinkes menunjukkan, kasus yang muncul masih didominasi gangguan pencernaan seperti dispepsia dan diare.
Selain itu, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga menjadi temuan yang cukup banyak selama periode tersebut.
“Kasus masih dalam kategori wajar. Didominasi gangguan pencernaan dan ISPA,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit selama arus mudik, Dinkes telah menyiapkan sejumlah langkah.
Di antaranya melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat lewat media sosial resmi dan fasilitas layanan kesehatan.
Tak hanya itu, seluruh fasilitas kesehatan—mulai rumah sakit, puskesmas hingga klinik—disiagakan.
Kesiapan tersebut meliputi ketersediaan obat-obatan, bahan medis habis pakai, hingga dukungan logistik kesehatan lainnya.
Layanan kegawatdaruratan juga dipastikan tetap optimal melalui Public Safety Center (PSC) 119 Salatiga Medical Emergency Services (SMES). Layanan ini disiapkan untuk merespons cepat kebutuhan medis darurat masyarakat.
“Jika mengalami kondisi darurat saat perjalanan mudik, masyarakat bisa menghubungi PSC 119 atau mendatangi posko kesehatan terdekat,” imbuhnya.
Di sisi lain, Dinkes mengakui ada kendala selama libur Lebaran. Terutama terkait terbatasnya layanan fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti klinik dan praktik dokter mandiri yang tidak seluruhnya beroperasi saat cuti bersama.
Meski begitu, pelayanan kesehatan secara umum tetap berjalan.
Rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, tetap membuka layanan, termasuk poliklinik, selama libur Lebaran.