URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pendamping Hukum Tersangka Pembunuhan Taruna PIP Semarang Minta Kemenhub Tetap Turunkan Ijazah Demi Masa Depannya

Pendamping Hukum Tersangka Pembunuhan Taruna PIP Semarang Minta Kemenhub Tetap Turunkan Ijazah Demi Masa Depannya

Pendamping Hukum Tersangka Pembunuhan Taruna PIP Semarang Minta Kemenhub Tetap Turunkan Ijazah Demi Masa Depannya

featured-img
Chaesar Ricardo Bintang Samudra Tampubolon (23) Taruna asal Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Kota Semarang sedang memperagakan penganiayaan yang berujung maut.

RASIKAFM – Pendamping hukum para tersangka pembunuhan Taruna asal Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Kota Semarang meminta kepada Kementrian Perhubungan untuk tetap memberikan ijazah kepada tersangka.

Hal itu dimaksudkan agar para tersangka tetap bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik meskipun saat ini sedang menjalani proses hukum.

“Sebagai tersangka maupun sebagai yang saksi dan sudah menempuh ujian sampai selesai. Harapan kami dari Kementrian Perhubungan untuk dapat bisa membantu agar ijazah mereka bisa dikeluarkan dan diberikan kepada mereka,” kata Seno, Pendamping Hukum tersangka dari LBH Ratu Adil usai kegiatan rekonstruksi pembunuhan di Mapolrestabes Semarang, Kamis (16/9/2021).

“Karena itu akan sangat berarti bagi mereka untuk masa depan mereka. Sangat berharap begitu, meskipun ini harus proses dijalani secara hukum tapi masa depan mereka kan tetap ada,” tambahnya.

Seno menyebut, saat ini ada enam saksi lain selain kelima orang yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut.

“Jadi ada enam dari saksi dan lima tersangka yang sudah menyelesaikan masa pendidikan dan proses ujiannya sudah selesai semua. Enam saksi satu angkatan dengan para tersangka yang sampai saat ini belum mengikuti wisudanya,” ujarnya.

Dia juga mengaku prihatin terhadap apa yang sudah dilakukan oleh para tersangka tersebut. Namun, hal ini jangan sampai menghapus masa depan yang akan mereka raih.

“Mungkin sebagai orangtua juga berharap masa depan mereka lebih baik. Sangat prihatin dengan adanya proses kejadian ini yang kadang terjadi di dunia pendidikan ini. Apapun yang sudah terjadi jangan sampai menghapus masa depan mereka,” tuturnya.

Seno juga mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah melakukan rekonstruksi pembunuhan ini karena kegiatan tersebut berjalan dengan lancar. Selanjutnya, pihaknyan akan terus mendampingi para tersangka hingga putusan pengadilan.

“Kita berterima kasih rekonstruksi berjalan dengan baik untuk melengkapi segala adegan dari awal hingga akhir untuk terpenuhinya berita acara pemeriksaan di Polrstabes Semarang ini sampai ketingkat p21,” imbuhnya.

Perlu diktahui, kasus ini bermula pada Senin, (6/9/2021), ketika itu para tersangka bernama Aris Riyanto (25) warga Grobogan, Andre Arsprilla (25) warga Demak, Albert Jonathan (23) warga Semarang, dan Budi Darmawan (22) warga Semarang mengajak ke 15 juniornya termasuk korban ke tempat tinggalnya di mess Indoraya, Kecamatan Candisari.

Ajakan tersebut mulanya dimaksutkan untuk merayakan kelulusan para tersangka yang diketahui pada Sabtu (11/9/2021) lalu akan mengikuti wisuda.

Namun, setelah para saksi atau teman seangkatan korban tiba di lokasi, mereka malah disuruh berbaris berpola letter U yang kemudian para tersangka memukuli para juniornya secara bergantian.

Setelah menganiaya Zidan, Caesar kemudian melanjutkan kekerasan tersebut kepada para juniornya. Namun, pada saat penganiayaan urutan ke sepuluh, Zidan terjatuh dan tak sadarkan diri hingga kelala korban terbentur dan pelipisnya mengalami pendarahan.

Wakasatreskrim Polrestabes Semarang, AKP Agus Supriyadi mengatakan ada fakta baru saat para tersangka menjalani rekonstruksi penganiayaan berujung maut itu.
Fakta yang ditemukan terhadap meninggalnya Warga Kabupaten Jepara itu, korban tak hanya dipukul beberapa kali menggunakan tangan, namun pelaku bernama Chaesar Ricardo Bintang Samudra Tampubolon (23) warga Surakarta juga menendang korban menggunakan lutut kemudian alami kesakitan hingga akhirnya meninggal dunia.

“Pada saat kejadian pertama kali, pelaku mengaku hanya melakukan pemukulan sekali yaitu dengan menggunakan tangan. Namun dengan rekonstruksi hari ini bahwa ada tambahan pukulan menggunakan kaki dan lutut sehingga pada korban meninggal dunia,” kata Agus usai kegiatan.

“Ada (pemukulan) dibagian perut, dada dan paha juga,” tambahnya.

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta Pemerintah Kabupaten Semarang tidak lagi menjadikan pokok-pokok pikiran (pokir) sebagai prioritas pemangkasan anggaran dalam penyusunan APBD 2027 setelah kemampuan keuangan daerah diperkirakan turun lebih dari Rp400 miliar. Permintaan itu disampaikan Senin (13/7/2026), sementara pemerintah menegaskan seluruh usulan pokir tetap harus memenuhi regulasi dan persyaratan administratif sebelum direalisasikan.
Pokir DPRD Kabupaten Semarang 2027 Terancam Dipangkas, Anggota Dewan Siap-Siap Gigit Jari
Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah