KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Penuh Kearifan Lokal, Peserta Pawai Jolenan Kemetul Susukan 2024

Penuh Kearifan Lokal, Peserta Pawai Jolenan Kemetul Susukan 2024

Penuh Kearifan Lokal, Peserta Pawai Jolenan Kemetul Susukan 2024

Jalan utama di depan balai desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mendadak ramai pada Sabtu (13/7/2024) karena ribuan warga datang menyaksikan pawai Jolenan, agenda tahunan desa. Sebanyak 19 kreasi dan hasil bumi dari tiap RT dipamerkan, termasuk replika sapi, capung, nyamuk, burung Garuda, dan gunungan hasil bumi yang diarak keliling desa dan diperebutkan warga.
Foto dok SDN Metul
Siswa Siswi dan guru dari SDN Kemetul Susukan saat tampil dalam acara Pawai Jolenan di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan.

RASIKAFM.COM | SUSUKAN – Jalan utama didepan balaidesa Kemetul Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah mendadak ramai, Sabtu (13/7/2024).
Keramaian jalan desa itu tak lain saat ribuan warga sengaja datang untuk menyaksikan pawai Jolenan yang merupakan agenda rutin tahunan desa tersebut.

Sebanyak 19 kreasi dan hasil bumi dipamerkan dalam acara tersebut. Masing-masing Kelompok RT menampilkan kesenian dan kreasinya.
Di antaranya ada replika sapi, capung, nyamuk, dan burung Garuda. Selain itu juga ada gunungan hasil bumi yang diarak keliling desa dan menjadi rebutan warga.

Kepada rasikafm.com, Kepala Desa Kemetul, Agus Sudibyo menjelaskan, acara Jolenan yang merupakan singkatan Ojo Kelalen (Jangan dilupakan).

Tujuannya agar masyarakat tidak lupa bersyukur kepada Tuhan atas panen yang melimpah. Tradisi ini digelar secara rutin setiap tahunnya dan sudah berjalan secara turun-temurun.

“Rangkaian acara digelar sejak Jumat (12/7/2024) dengan doa bersama. Kemudian dilanjutkan dengan pawai Jolenan ini dan malam harinya ada wayang kulit,” kata Agus Sudibyo.

Agus menyebut, pawai Jolenan biasanya digelar setelah panen kretek, atau panen yang dilakukan saat musim kemarau. Tahun ini pawai diikuti oleh 19 RT dan 2 Sekolah yang ada di Desa Kemetul.

“Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dan sangat meriah. Banyak warga yang memang menantikan acara ini,” ungkap Agus.

Warga saat berebut gunungan

Seorang warga, Rika mengaku sengaja datang dalam acara ini sejak pagi. Tujuannya agar bisa mendapatkan gunungan hasil bumi yang diarak.

“Tadi datang sejak pagi. Tadi berebut akhirnya bisa dapat kubis, tomat, cabai, dan sayur-sayuran,” kata Rika.

Diakuinya, sayuran dari gunung itu dipercaya membawa tuah karena telah didoakan sebelum acara pawai Jolenan. Dia berharap acara seperti terus bisa dilanjutkan. Sebab sebagai bentuk pelestarian budaya.

“Selain itu, juga menjadi wadah kekompakan antar warga dan juga kreativitas warga. Karena kemarin buat bareng-bareng gunungan dan replika kreasi,” tandasnya.

Sementara itu, dalam acara pawai kali ini peserta dari SDN Kemetul Susukan, menerjunkan 60 siswa dan 10 guru, dengan tema Kearifan lokal, yakni membawakan Tari keprajuritan.

Kepala Sekolah SDN Kemetul, Jiyem menyebut jika sekolahnya kerap mengikuti pawai yang digelar oleh pihak Pemerintah Desa, bahkan dia mengaku jika biaya berhias ditanggung sendiri oleh orang tua siswa, sekolah hanya menyediakan kostum. “karena kegiatan rutin desa, maka orang tua sudah memahaminya, apalagi sekolah kami merupakan sekolah penggerak” ujar Jiyem.

Kades Kemetul Agus Sudibyo saat diwaancarai wartawan

Kabar Terkini

POPULER

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
Warung Murah Berkah di Jalan Nakula Sadewa, Salatiga, menyajikan mangut kepala manyung dan sekitar 20 menu masakan Jawa setiap hari. Warung milik Hariyani ini buka pukul 06.30–14.00 WIB dengan harga terjangkau, mulai Rp5.000, termasuk kepala manyung Rp25.000–Rp40.000, serta ramesan sekitar Rp10.000.
Kepala Manyung Warung Murah Berkah, Solusi Cerdas Dikala Lapar, Harga Bersahabat
[pekok2]