KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pintu Air Dibuka, Petani Rawa Pening Berharap Bisa Kembali Bercocok Tanam

Pintu Air Dibuka, Petani Rawa Pening Berharap Bisa Kembali Bercocok Tanam

Pintu Air Dibuka, Petani Rawa Pening Berharap Bisa Kembali Bercocok Tanam

UNGARAN – Selama hampir tiga tahun, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) akhirnya membuka pintu air Tuntang kawasan Danau Rawa Pening, Selasa (10/5/2022). Dengan dibukanya pintu air tersebut, para petani penggarap lahan di pinggiran Danau Rawa Pening berharap bisa kembali bercocok tanam dan mendapatkan hasil.

Suwestiyono, Koordinator Forum Petani Rawa Pening Bersatu (FPRPB) mengatakan penutupan pintu air Tuntang tersebut telah berdampak terhadap sekitar 2.000 petani di empat kecamatan.

“Petani di kecamatan Banyubiru, Bawen, Tuntang, dan Ambarawa tidak lagi bisa menanam padi. Total mereka ada di 14 desa,” jelasnya.

Suwestiyono berharap dengan pembukaan pintu air tersebut, petani bisa kembali menanam padi dan mendapat hasil yang menggembirakan.

“Tiga tahun kami tidak ada pendapatan, kemarin ditambah pandemi Covid-19 sehingga untuk bertahan hidup harus hutang kemana-mana,” keluhnya.

Kepala BBWS Pemali Juana Muhammad Adek Rizaldi mengatakan pembukaan pintu air tersebut sesuai tuntutan petani yang meminta untuk bisa menanam padi setidaknya sekali dalam setahun.

“Pembukaan pintu air dilakukan secara bertahap, karena jika dibuka sekaligus wilayah hilir di Demak dan Grobogan akan menjadi korban,” ungkapnya.

Adek mengatakan Rawa Pening masuk dalam 15 danau kritis yang menjadi prioritas nasional. Pihaknya telah melakukan kajian terhadap hal ini sejak 2021 karena pencemaran di Rawa Pening sangat tinggi sehingga membutuhkan revitalisasi.

“Penetapan garis sempadan 50 meter dari elevasi banjir tertinggi yang pernah terjadi ke arah daratan. Namun sebelum tahun tersebut, sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan lahan di seputar Rawa Pening, sehingga saat direvitalisasi menjadi terdampak. Padahal tujuan utamanya adalah mengembalikan fungsi danau ini, termasuk mengamankan masyarakat dari banjir,” paparnya.

Saat ini, elevasi air di Rawa Pening mencapai 462,7 meter di atas permukaan laut (mdpl). Idealnya untuk bisa melakukan tanam, elevasinya 461,3 mdpl.

“Ini kita buka bertahap, secara simulasi agar 1 Juni nanti petani bisa tanam. Ini solusi jangka pendek,” kata dia.

Menurut Adek, saat ini Rawa Pening memiliki empat fungsi utama. Yakni, irigasi wilayah Demak dan Grobogan seluas 20,76 ribu hektare, air baku untuk minum 750 liter per detik, pengairan PLTA Jelok dan Timo yang menghasilkan 25,5 megawatt, dan pengendalian banjir. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]