URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Satpol PP Kota Semarang membongkar sejumlah kios PKL di bawah flyover Pelabuhan Tanjung Emas. Program Tamanisasi akan dilakukan dari Pos 2 hingga Pos 4 dengan jarak 1 km. Kios PKL dan lapak karaoke juga akan ditertibkan dan diberikan lokasi alternatif di Pasar Kobong. Pemkot emarang sudah melakukan sosialisasi dan penyiapan tempat pindah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Rencana Dibangun Taman, Sejumlah PKL di Flyover Pelabuhan Tanjung Emas Dibongkar

Rencana Dibangun Taman, Sejumlah PKL di Flyover Pelabuhan Tanjung Emas Dibongkar

Rencana Dibangun Taman, Sejumlah PKL di Flyover Pelabuhan Tanjung Emas Dibongkar

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang membongkar sejumlah kios pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di bawah flyover Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, Selasa (7/2/2023).

Kepala Polisi Pamong Praja Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pembongkaran ini dilakukan karena lokasi tersebut rencananya akan dibangun taman. Ia menjelaskan, pihaknya membongkar 10 dari 100 kios dan kios lainnya dibongkar secara mandiri.

“Pengukuran dan bongkar PKL yang akan dibangun taman. Karena ini program tamanisasi dari Pos 2 sampai Pos 4 dengan jaran 1 kilometer,” ujarnya disela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, Fajsr menerangkan program Tamanisasi ini sebelumnya sudah disampaikan oleh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. Ia mengaku Tanjung Emas memang akan lebih dipercantik karena menjadi pintu masuknya wisatawan ke Kota Semarang.

Ditambah pembuatan taman ini penganggarannya sudah direncanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Semarang selama satu tahun lebih. “Kami komunikasi dengan Bu Wali dan ternyata penganggarannya nggak bisa global karena hampir 10 M sehingga dicicil. Kami sepakat dengan DPU, yang kanan 50 meter, yang kiri 50 meter. Jadi area ini harus steril,” terangnya.

Penertiban ini memang belum sepenuhnya dilakukan. Bahkan ini sudah dilaksanakan dua. Polisi Pamong Praja Kota memang akan melakukan pembongkaran lagi secara bertahap agar wilayah ini steril.

Tidak hanya kios pedagang saja, beberapa lapak karaoke juga akan ditertibkan. Namun lapak karaoke ini akan diberi lokasi untuk pindah yakni di Pasar Kobong.

“Untuk karaoke sudah kami sampaikan, ada dua tempat perpindahan. Kalau nggak di pasar kobong. Kami akan komunikasi ke Dinas Perdagangan. Yang PKL pun kalau mau di Pasar Kobong juga silakan. Jadi kami hadir, kami juga memberikan solusi. Tidak hanya bongkar saja,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pemilik kios yang bernama Munadi mengaku menerima pembongkaran ini. Dirinya menyebut Pemkot Semarang juga sudah melakukan sosialisasi dan menyiapkan tempat pindah.

“Tapi kan belum pada pindah jadi saya buka di sini dulu. Ternyata pembongkarannya hari ini,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Jawa Tengah dan DIY tidak disebabkan kelangkaan Biosolar. Stok Biosolar tercatat mencapai 13,5 kali konsumsi harian normal dan Pertalite 11,5 kali, sementara perusahaan memantau persediaan secara real-time serta mengirim pasokan tambahan dari depot terdekat saat stok menurun.
Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU, Pertamina Tegaskan Bukan karena Kelangkaan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting