URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemberian nama sebuah jalan di Persatuan Emirat Arab (PEA), dengan nama Presiden Joko Widodo, merupakan sebuah pengakuan dan penghargaan tinggi kepada Indonesia.

Mbak Google

KABAR RASIKA

“President Joko Widodo” dijadikan Sebuah nama Masjid dan Jalan di Abu Dhabi

“President Joko Widodo” dijadikan Sebuah nama Masjid dan Jalan di Abu Dhabi

“President Joko Widodo” dijadikan Sebuah nama Masjid dan Jalan di Abu Dhabi

featured-img

Pemberian nama sebuah jalan di Persatuan Emirat Arab (PEA), dengan nama Presiden Joko Widodo, merupakan sebuah pengakuan dan penghargaan tinggi kepada Indonesia.

Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk PEA, Husin Bagis berkaitan dengan kunjungan Presiden Jokowi ke PEA, sekaligus meninjau jalan tersebut, Rabu (03/11).

“Kita harus bangga dan berterima kasih kepada Mohammed Bin Zayed, karena itu pengakuan, penghargaan yang tinggi kepada Indonesia, sebab tidak banyak nama-nama jalan di sini nama orang asing. Seperti ada Raja Saudi, ada Prancis. Dua-tiga saja, yang lain tidak ada. Jadi kita harus bangga hal itu,” kata dia, seperti dirilis Setkab.go.id, Kamis (4/11).

Pemberian nama jalan tersebut, merupakan inisiatif langsung dari Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Sebelumnya, nama jalan ini adalah Al Ma’arid Street yang menghubungkan Jalan Rabdan dengan Jalan Tunb Al Kubra.

Jalan Presiden Joko Widodo telah diresmikan pada 19 Oktober 2020 oleh Chairman Abu Dhabi Executive Office, Sheikh Khalid Bin Mohammed Bin Zayed Al Nahyan. Jalan sepanjang lebih kurang 2,5 kilometer terletak itu di salah satu ruas jalan utama, yang membelah Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC) dengan area kedutaan.

Kawasan itu merupakan area strategis yang ditempati sejumlah kantor perwakilan diplomatik, seperti Kedutaan Besar Amerika Serikat, Turki, Arab Saudi, dan sebagainya.

Sebaliknya, pemerintah Indonesia mengganti nama Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, menjadi Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ).

Penggantian nama tersebut diresmikan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, pada Senin, 12 April 2021 lalu.

Saling memberi nama jalan kedua pemimpin tersebut, juga merefleksikan hubungan Indonesia dengan Persatuan Emirat Arab yang sangat harmonis dalam beberapa tahun terakhir.

Hubungan kedua negara, telah terjalin selama lebih dari 45 tahun, tepatnya sejak tahun 1976.

“Hubungan itu kalau saya pikir insyaallah dengan UAE sekarang, hubungan Jakarta itu yang paling enak, paling mesra di dunia dengan UAE,” imbuh Dubes Husin.

Tidak hanya itu, kemesraan Presiden Jokowi dan Pangeran MBZ juga ditunjukkan dengan seringnya mereka berkomunikasi melalui telepon.

Keduanya juga kerap saling berbalas kunjungan. Mohammed Bin Zayed tercatat pernah datang ke Istana Bogor, Jawa Barat, pada 24 Juli 2019. Presiden Jokowi pun pernah berkunjung ke Abu Dhabi dan bertemu Mohammed Bin Zayed pada 12 Januari 2020.

“Kedekatan itu bisa ditunjukkan tidak saja dengan hasil-hasil yang ada, tetapi sering telepon, sebulan-dua bulan. Apakah Pak Jokowi yang telepon atau His Highness. Sering sekali komunikasi. Bahkan nanti saya rencana kalau bisa, setiap tahun Pak Jokowi datang ke mari, sebab orang Arab itu kan punya kebiasaan sering dikunjungi,” jelasnya.

Tak hanya memberi nama jalan, Pangeran MBZ juga membangun sebuah masjid yang diberi nama Masjid Presiden Joko Widodo.

Letak masjid tersebut di Jalan Presiden Joko Widodo yang juga dilintasi Presiden Joko Widodo pada sore itu. Menurut Dubes Husin, tadinya masjid tersebut merupakan sebuah masjid kecil yang kemudian dibongkar lalu dibuat bangunan Masjid Presiden Joko Widodo.

Dalam rencana awalnya, masjid tersebut akan dibangun dengan kapasitas 1.000-1.200 orang jemaah.

“Tapi diubah lagi oleh Sheikh Mohammed Bin Zayed menjadi sekitar 2.500-3.000 orang. Jadi lebih besar lagi masjidnya dan mewah,” ungkap Dubes Husin.

Masjid tersebut akan berdiri di atas tanah seluas lebih kurang 3.766 meter persegi dan akan dibangun dengan pendanaan dari pihak PEA.

Pembangunan masjid tersebut akan dimulai November 2021 dan ditargetkan selesai pada Februari 2023.

Di Jalan Presiden Joko Widodo juga tengah dibangun gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang baru. Menurut Dubes Husin, saat ini pembangunannya sudah mencapai hampir 35 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Agustus tahun 2022.

“Setelah selesai di proyeknya, diisi dalamnya, nanti target kita Oktober lah sudah bisa pindah ke sana,” imbuhnya.

Gedung KBRI baru tersebut nantinya akan terbagi menjadi tiga tempat, di sebelah kiri untuk pelayanan (pengurusan visa, paspor, dan sebagainya), di tengah kantor KBRI, dan di sebelah kanannya rumah Duta Besar.

Dubes Husin berharap hubungan mesra Indonesia dengan PEA yang terjalin saat ini dapat dimanfaatkan dan diimplementasikan dengan baik oleh seluruh pelaku usaha Tanah Air.

Ia juga berharap kerja sama antara kedua negara tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga di bidang lain seperti pendidikan dengan pemberian beasiswa, pengiriman imam, dan sebagainya.

“Misalnya nanti kita kirim imam, kita akan kirim nanti beasiswa, tidak di bidang ekonomi saja. Nah, ini kalau bisa lebih banyak lagi, bagus,” tandasnya.

BACA JUGA :

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau operasional mesin pompa air di persawahan Dusun Bejirejo, Desa Kalibeji, Tuntang, Kabupaten Semarang pada Rabu (19/6/2024), didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Jokowi melihat langsung kinerja pompa air yang mengairi area persawahan dan menjelaskan bahwa program pompanisasi ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai antisipasi menghadapi musim kering yang diprediksi BMKG akan berlangsung dari Juli hingga November.
Pemerintah Pusat Bagi-bagi Mesin Pompa Air, Jokowi: Dongkrak Produksi Padi Nasional
Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana menginap di Salatiga setelah melakukan serangkaian kunjungan di Jawa Tengah. Tiba di Grand Wahid Hotel pada Senin (22/1/2024) pukul 21.30, Jokowi menyempatkan diri bertemu langsung dengan warga yang berkumpul di sekitar hotel. Informasi menyebutkan bahwa Presiden memilih menginap di President Suite, kelas tertinggi di hotel dengan luas 64 m2, dan merupakan satu-satunya di Grand Wahid Hotel Salatiga.
Jokowi dan Iriana Bermalam di Grand Wahid, Emawati Berharap Kedepan Salatiga Semakin Maju
Presiden Jokowi
Jokowi Kunjungi RSUD Salatiga, Riani Berjanji akan Tingkatkan Pelayanan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah pada Senin (22/01), dengan agenda utama pengecekan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan penyaluran beras Bantuan Pangan. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Klumpit, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, dengan melibatkan 1062 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Kelurahan Gendongan, Kelurahan Sidorejo Kidul, dan Kelurahan Kalibening.
Presiden Jokowi dan Bulog Salurkan Ribuan Bantuan Pangan di Salatiga
Presiden Joko Widodo secara langsung meresmikan Terminal tipe A Tingkir di Salatiga, Rabu (13/12/2023) sore. Peresmian ini dilakukan bersamaan dengan Terminal Paya Ilang di Palembang dan Terminal Anak Air di Aceh Tengah yang diresmikan secara virtual. Dalam acara tersebut, Jokowi menekankan pentingnya pembangunan sarana prasarana transportasi seperti terminal untuk mendukung konektivitas warga. Terminal Tingkir, dengan anggaran Rp 34,8 miliar, dirancang tidak hanya sebagai tempat naik turun penumpang, tetapi juga sebagai pusat kegiatan UMKM, perbelanjaan, dan pusat kegiatan sosial.
Jelang Liburan Akhir Tahun, Presiden Jokowi Resmikan Terminal Tingkir Salatiga
Rabu, 13 Desember 2023, arus lalu lintas di depan Terminal Tingkir, jalan raya Soekarno Hatta Tingkir Kota Salatiga, mengalami rekayasa saat kedatangan Presiden RI Joko Widodo untuk meresmikan proyek pembangunan Terminal Tingkir. Pengaturan melibatkan pengalihan truk besar ke kawasan jalan layang sementara, sementara kendaraan dari Salatiga menuju exit tol Tingkir diarahkan ke Solo dan Tengaran.
Pastikan Kunjungan Presiden Lancar, Polres Salatiga Rekayasa Lalin di Depan Terminal Tingkir

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia