URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Puluhan kios Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdiri liar di Jalan Kaligawe Raya atau tepatnya di depan sepanjang RS Sultan Agung sampai Nasmoco, Kecamatan Genuk Kota Semarang dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Selasa (13/12/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Puluhan Kios PKL Liar di Kaligawe Semarang Dibongkar Satpol PP

Puluhan Kios PKL Liar di Kaligawe Semarang Dibongkar Satpol PP

Puluhan Kios PKL Liar di Kaligawe Semarang Dibongkar Satpol PP

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Puluhan kios Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdiri liar di Jalan Kaligawe Raya atau tepatnya di depan sepanjang RS Sultan Agung sampai Nasmoco, Kecamatan Genuk Kota Semarang dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Selasa (13/12/2022).

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto menerangkan, ada 25 PKL yang ditundak. Para pedagang yang ditertibkan ini adalah pindahan kios liar dari yang terkena dampak normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT).

“Sebenarnya dulu mereka dari BKT direlokasi ke pasar Banjardowo. Tapi karena merasa sepi akhirnya mereka dagang disini. Karena berdiri secara liar, ya kita tertibkan,” ujar Fajar disela-sela kegiatan.

Fajar menerangkan, penertiban ini karena lokasi berdirinya kios tersebut bukan untuk dagang. Menurutnya, lokasi dibangunnya kios itu untuk pejalan kaki.

“Di bekas terminal itu kan ada pangkalan truk. Lalu ada bis melintas. Mereka memanfaatkan situasi ini. Tapi ini tidak benar karena wilayah ini bukan untuk dagang,” terangnya.

Sementara itu, salah sayu pedagang berinisial C (47) mengaku berdagang di wilayah itu sudah 3 tahun. Meski demikian, dirinya tidak mempermasalahkan adanya penertiban ini.

“Ya sejak kena dampak normalisasi Banjir Kanal Timur, saya dagang disini. Ya tidak masalah dibongkar. Warung saya kan ilegal dan tidak bayar retribusi,” imbuhnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved