URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polres Salatiga mengamankan 42 pelajar dari Salatiga, Semarang, dan Boyolali pada Minggu (31/8/2028) karena diduga akan ikut aksi ricuh. Mereka kedapatan membawa batu dan senjata tajam. Para pelajar dibina di Polres bersama orang tua, Walikota Robby Hernawan, dan Kapolres AKBP Veronica untuk diberikan pemahaman hukum dan tanggung jawab sosial.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Puluhan Pelajar Diamankan, Walikota dan Kapolres Salatiga Berikan Arah

Puluhan Pelajar Diamankan, Walikota dan Kapolres Salatiga Berikan Arah

Puluhan Pelajar Diamankan, Walikota dan Kapolres Salatiga Berikan Arah

Walikota Salatiga dan Kapolres saat berikan pembinaan
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Minggu (31/08/2028), Puluhan orang, sebagian besar pelajar tingkat SLTP dan SLTA dari Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, serta Boyolali, diamankan oleh Polres Salatiga karena diduga akan ikut serta dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi ricuh.

Tindakan pengamanan terhadap 42 (empat puluh dua) prang ini dilakukan bukan tanpa alasan. Sehari sebelumnya, terjadi aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh setelah diduga disusupi kelompok anarko. Para pelajar yang diamankan tersebut diduga juga berencana membuat keributan serupa dengan melempari petugas, hal ini terbukti dengan sebagian kedapatan membawa batu dan senjata tajam.

Kegiatan pembinaan dan arahan kemudian digelar di Pendopo Widya Qasana Tribrata Polres Salatiga, menghadirkan langsung orang tua para pelajar. Hadir dalam kesempatan itu, Walikota Salatiga dr. Robby Hernawan dan Kapolres Salatiga AKBP Veronica.

Dalam arahannya, Walikota Salatiga menegaskan pentingnya peran orang tua, guru, dan pemerintah dalam mengawasi serta mendidik anak-anak agar tidak salah arah dalam bertindak.

“Unjuk rasa belum diperbolehkan bagi anak-anak. Kegiatan yang mereka lakukan merupakan tanggung jawab kita bersama, khususnya orang tua. Kota Salatiga adalah Kota Tertoleran, sehingga sangat tidak elok apabila ternodai oleh aksi ricuh. Mari kita jaga dan pertahankan Salatiga sebagai Kota Tertoleran,” tegas dr. Robby Hernawan.

Kapolres Salatiga, AKBP Veronica, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua atas ketidaknyamanan yang terjadi, namun menegaskan bahwa langkah pengamanan ini adalah bagian dari upaya memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Bapak Ibu sekalian tentunya sudah memahami mengapa dimohon hadir di Polres Salatiga. Hal ini berkaitan dengan anak-anak kita yang diduga akan ikut berunjuk rasa dan melakukan tindakan yang tidak dibenarkan oleh hukum. Mari kita jadikan momentum ini untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya kesadaran hukum dan wawasan kebangsaan,” jelas Veronica.

Lebih lanjut Kapolres menyampaikan, para pelajar yang diamankan adalah korban dari salah pemahaman dalam menyikapi aksi penyampaian pendapat dimuka umum.

“Kita menyadari bahwa mereka menjadi korban dari pemahaman yang keliru. Untuk itu mari bersama-sama kita benahi, kita ingatkan, agar mereka kembali ke jalan yang benar, menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa, negara, dan masyarakat,” pungkasnya.

Robby Hernawan saat berikan arahan

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon