KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Satpol PP Bongkar Bangunan Liar yang Berdiri Diatas Saluran Air di Tembalang

Satpol PP Bongkar Bangunan Liar yang Berdiri Diatas Saluran Air di Tembalang

Satpol PP Bongkar Bangunan Liar yang Berdiri Diatas Saluran Air di Tembalang

SEMARANG – Belasan bangunan pedagang kaki lima (PKL) liar di depan Rumah Sakit KRMT Wongsonegoro (RSWN), Kecamatan Tembalang Kota Semarang dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Rabu (16/11/2022).

Bangunan tersebut ditertibkan karena berdiri di atas saluran air dan tidak memiliki izin. Penertiban mulai dilakukan pada pukul 10.00 WIB. Dua mobil operasi dan satu truk didatangkan untuk memuat barang-barang bangunan tersebut.

Kasi Ops Ketertiban Umum Satpol PP Semarang, Sudibyo menjelaskan, selain mengganggu ketertiban, pembongkaran ini dilakukan karena adanya aduan dari masyarakat setempat. Ditambah para PKL yang melanggar aturan ketertiban sesuai Perda No.3 tahun 2018 tentang Ketertiban Umum.

“Selain itu mereka juga bandel diperingatkan berulamg kali. Terlebih lagi apalagi ini jualannya di atas saluran air yang memang tidak diperbolehkan sesuai aturan, makanya seminggu ke depan akan kita monitor terus di sini agar keberadaan PKL ini tidak kucing-kucingan dengan petugas,” ujarnya disela-sela penertiban.

Lebih lanjut, Sudibyo mengaku Satpol PP akan terus melakukan penindakan terhadap seluruh pelanggaran ketertiban umum yang ada di Kota Semarang. Bahkan paska Covid-19, pihaknya sudah 3 kali melakukan operasi penertiban dan selanjutnya akan lebih rutin lagi.

“Dalam penertiban ini ada 15 pedagang kaki lima yang kami tertibkan,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang PKL yang berinisial AF mengakui jika dirinya tidak mempunyai izin untuk berdagang di daerah tersebut. Namun, dirinya tidak mempunyai pilihan lagi selain berjualan untuk menyambung hidup.

“Kami dagang di sini soalnya pembelinya selalu ramai, apalagi kalau pas jam – jam besuk pasien biasanya banyak yang datang beli. Harapannya Pemkot bisa memfasilitasi tempat buat kami berdagang, kalau bisa tidak jauh dari sini,” tuturnya.

Disisi lain, ketika berjualan disana, dirinya juga mematuhi perintah dari Rumah Sakit ketika diminta untuk tutup. “Kalau lagi ada tamu, kami disuruh tutup. Cuma kalau penertiban ini memang tidak ada imbauan secara langsung,” imbuhnya.

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
[pekok2]