URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kawasan Masjid Baiturrahman Semarang atau tepatnya di shelter yang berada di Jalan Pekunden Timur Senin (18/10/2021).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Satpol PP Semarang Tertibkan PKL Yang Melanggar Aturan

Satpol PP Semarang Tertibkan PKL Yang Melanggar Aturan

Satpol PP Semarang Tertibkan PKL Yang Melanggar Aturan

featured-img

Kamsi juga mengatakan lokasi tersebut saat ini diprioritaskan untuk PKL yang melapak di depan Masjid Baiturrahman.

“Bangunan itu untuk PKL yang ada di depan masjid, tapi mungkin belum ditempati karena berbagai alasan. Sehingga dilihat oleh pihak lain mungkin daripada mangkrak lebih baik dipakai saja,” jelasnya.

Kamsi menjelaskan, Satpol PP Kota Semarang sudah sesuai dengan SOP yang berlaku. Pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan kelurahan dan OPD terkait.

“Ada dua kali rapat untuk penertiban ini. Yang kedua kami mengundang OPD terkait dalam arti Dinas Perdagangan, DPU, kelurahan, kecamatan untuk diajak musyawarah,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, penertiban juga berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No. 5 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum dan Perda No. 3 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima.

Tak hanya menertibkan PKL yang ada di kawasan Masjid Baiturrahman saja, Satpol PP Kota Semarang lanjut menyusur jalan protokol lainnya. Adapun rute yang dilalui yakni kawasan Simpang Lima Semarang, Jalan Imam Barjo, Jalan Pleburan, Jalan MT Haryono, Jalan Sendowo, dan terakhir Jalan Simongan.

“Untuk di Jalan Simongan ada yang kami tindak. Tempo hari pernah ditertibkan tapi ternyata masih nekat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk ikut memantau dan mengawasi hasil giat yang sudah dilakukan Satpol PP Kota Semarang. Tentunya bertujuan untuk membuat Ibu Kota Jawa Tengah menjadi nyaman, indah, dan sehat.

“Ini untuk menertibkan mereka, agar kedepannya mereka berjualan sesuai dengan aturan yang berlaku. Sehingga bisa kembali ke fungsi yang sebenarnya,” pungkasnya.

Pages ( 2 of 2 ): « Sebelum1 2

BACA JUGA :

Puluhan remaja Pecinta dan Pelestari Alam Tengaran menebar 1.900 bibit ikan di aliran Sungai Serang, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (5/7/2026). Aksi yang digagas Ketua RW 02 Dukuh Krajan, Sowam Ahmadi, menggunakan donasi warga untuk memulihkan ekosistem pascapencemaran limbah sekaligus mengedukasi generasi muda agar menjaga kelestarian sungai.
Jaga Kelestarian Alam, Remaja di Tengaran Tebar Ribuan Bibit Ikan di Sungai Serang
Sebanyak 4.000 pelari mengikuti Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026). Bank Indonesia Jawa Tengah bersama pemerintah daerah menggelar lomba 5K dan 10K untuk menggerakkan sport tourism, UMKM, edukasi rupiah, serta pengendalian inflasi, sekaligus menyalurkan lebih dari Rp600 juta dana pendaftaran bagi pengelolaan sampah di 10 desa sekitar Borobudur.
Semangat Sport Tourism, Ribuan Pelari Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026
M. Iksan (55), warga Pungkursari, Kota Salatiga, merakit Yamaha Vixion 155 cc menjadi Jeep Willys mini berwarna hijau army selama tiga bulan dengan biaya sekitar Rp30 juta. Ia memadukan mesin motor, persneling serta kaki-kaki Daihatsu Zebra, lalu membentuk bodi dari rangka besi dan pelat agar kendaraan dapat digunakan melintasi jalan kota hingga tanjakan Bandungan.
Kreatif! Tukang Cat di Salatiga ini Sulap Motor Yamaha Vixion jadi Jeep Willys Mini
LAZIS Jateng Cabang Salatiga bekerja sama dengan Resta Pendopo KM 456 menggelar Khitan Ceria 2026 bagi 30 anak yatim, piatu, dan dhuafa di Baok, Ujung-Ujung, Pabelan, Kabupaten Semarang, Kamis (2/7/2026). Program tahun ketiga ini memberikan layanan sosial sekaligus mengajak peserta yang memasuki masa baligh meningkatkan ketaatan beribadah dan membiasakan salat lima waktu.
Puluhan Anak ikuti Khitan Ceria 2026 di Resta Pendopo KM 456
Belasan remaja masjid dari Perumahan Taman Manunggal Asri Tugu Bener, Tengaran, menggelar nonton bareng film inspiratif Bilal bin Rabah di Masjid Al Ikhlas, Jumat (3/7/2026). Kegiatan perdana yang digagas Ugema ini diisi salat Magrib dan pembagian doorprize untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengajak pelajar mengisi liburan sekolah dengan aktivitas positif.
Isi Kegiatan Positif Liburan, Belasan Remaja Ugema Nobar Film Bilal
PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar